Hukum

‎Hari Ini KPK Dakwa PT Tradha Cuci Uang

BTN iklan

Jakarta, LEI – Tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membacakan surat dakwaan perkara dugaan pencucian uang korporasi PT Putra Ramadhan (PT Tradha) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

“KPK akan mengajukan dakwaan dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh korporasi, PT. Putera Ramadhan/PT. Tradha,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Perkara ini merupakan kasus dugaan pencucian uang korporasi pertama yang ditangani KPK atas hasil tindak pidana asal (predicate crime) yakni korupsi.

PT. Tradha merupakan perusahaan yang didirikan oleh Bupati Kebumen, M. Yahya Fuad sejak tahun 1988. Namun sebelum ia dilantik menjadi bupati Kebumen pada tanggal 17 Februari 2016, ia mengubah susunan direksi, komisaris, dan kepemilikan saham perusahaan.

“Namun meskipun namanya tidak lagi tercantum sebagai direktur utama atau di jajaran direksi, ia (Yahya) tetap dapat mengendalikan perusahaan tersebut dan menerima manfaat dari PT. Tradha,” ungkapnya.

Uang yang diduga diterima dari fee proyek di Kebumen dimasukkan dalam sistem keuangan korporasi, bahkan diduga korporasi ini juga menangani beberapa proyek menggunakan metode pinjam bendera dari anggaran yang sebelumnya telah diurus bupati.

Selain ini merupakan kasus perdana pencucian uang oleh korporasi yang ditangani KPK, dalam proses penyidikan KPK juga menggunakan Pasal 12 huruf i Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagai predicate crime selain pasal suap.

“Penggunaan Pasal 12 huruf I UU Tipikor karena diduga terdapat konflik kepentingan dalam pengadaan yang dilakukan oleh bupati Kebumen saat itu sebagai pengendali PT Tradha,” katanya.

Jadi, lanjut Febri, selain untuk kepentingan penegakan hukum, KPK juga mengajak masyarakat khususnya kampus untuk mengawal penanganan kasus ini. KPK berharap penanganan kasus pencucian uang korporasi ini dapat menambah khazanah penegakan dan pengetahuan hukum.

“Kasus ini merupakan pengembangan dari OTT yang dilakukan KPK pada Oktober 2016 lalu, Meskipun saat itu barang bukti yang disita hanya Rp70 juta, namun dalam perkembangannya KPK dapat mengungkap skandal korupsi yang bersifat sistematis dalam perkara ini,” ujar Febri.

Dalam proses pengembangan perkara ini, ditemukan sejumlah bukti-bukti yang kuat sehingga KPK memproses 11 orang lagi dari unsur Wakil Ketua DPR RI, bupati Kebumen, Sekda, Ketua DPRD dan Anggota DPRD, swasta, serta 1 korporasi yang diduga terafiliasi dengan bupati Kebumen dalam dugaan tindak pidana pencucian uang.

“Jika dilihat dari sisi aktornya, maka pelaku dalam perkara ini cukup kompleks yang melibatkan berbagai unsur legislatif pusat, daerah, dan pemerintah daerah serta swasta,” kata Febri.

Bukan hanya itu, modus korupsinya juga sistematis, mulai dari suap terhadap Wakil Ketua DPR RI untuk pengurusan anggaran, suap kepada sejumlah unsur pimpinan dan anggota DPRD Kebuman untuk pengesahan dan pembahasan anggaran, mengalokasikan jatah proyek untuk bupati Kebuman dan pengerjaan oleh korporasi yang terafiliasi dengan Bupati, hingga pada pelaksanaan dan fee proyek.

Dalam kasus ini, KPK telah memproses 11 orang tersangka yakni ‎Sigit Widodo (SGW) selaku PNS pada Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen, Yudhy Tri Hartanto (YTH) selaku‎ Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen Periode 2014-2019, Adi Pandoyo (AP) selaku Sekda Kabupaten Kebumen.

Adi diduga menerima hadiah atau janji dari tersangka Basikun Suwandin Atmojo (BSA) dan Hartoyo (HTY) ‎selaku pihak swasta. Tersangka selanjutnya adalah Dian Lestari (DL) selaku ‎Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen, ‎Khayub Muhamad Lutfi (KML) selaku Komisaris PT KAK.

Kemudian, ‎‎Muhamad Yahya Fuad (MYF) selaku Bupati Kebumen periode 2016-2021, ‎Hojin Anshori (HA) dari swasta, Taufik Kurniawan (TK) selaku Wakil Ketua DPR RI, dan Cipto Waluyo (CW) selaku Ketua DPRD Kebumen‎‎.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami