InternasionalLiputan

106 Rusa Kutub Ditabrak Kereta Dalam Kurun 3 Hari

BTN iklan

Oslo/Lei- Sebanyak 106 rusa kutub mati ditabrak kereta barang selama kurun waktu tiga hari di sepanjang rel kereta di Notwegia Utara, kata lembaga penyiaran publik NRK pada Senin (27/11).

Bane Nor, lembaga pemerintah yang bertanggung-jawab atas pengoperasian jaringan kereta, sebelumnya telah memastikan pemilik Ole Henrik Kappfjell bahwa kereta akan berjalan lebih lambat di daerah tempat rusa kutub berada.

Namun, pesan itu tak pernah kepada kereta, kata NRK. Akibatnya ialah beberapa kereta di Nordland Lina melalui Hergeland menabrak hewan tersebut dengan kecepatan penuh, dan menewaskan sebanyak 106 rusa kutub selama tiga hari.

“Kami, pemilik rusa kutub, memiliki hubungan erat dengan hewan peliharaan kami. Saya sangat marah sehingga saya nyaris pusing,” kata Kappfjell kepada NRK, sebagaimana diberitakan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Ia menambahkan salah satu hewan yang tersiksa tergantung di lokomotif sepanjang jalan ke stasiun Mosjoen.

“Ini adalah tragedi hewan yang sama sekali tak berarti. Kami akan melewati mimpi buruk mental sekarang,” katanya.

Menurut Torstein Appfjell, pemimpin daerah penggembalaan rusa kutub Jillen-Njaarke, tempat tragedi tersebut terjadi, 26 rusa kutub ditabrak oleh kereta pada Rabu (22/11), 15 pada Jumat, dan 65 pada Sabtu.

Para pemilik rusa kutub belakangan ini berusaha membawa hewan mereka ke Sjamoen guna memisahkan mereka dan mengangkut hewan itu ke pantai ke padang rumput musim dingin.

Direktur Bane Nor di Daerah tersebut, Thor Braekkan, menyampaikan penyesalah bahwa pesan mengenai rusa kutub di jalur kereta itu belum dilanjutkan, karena “kegagalan teknis”.

Braekkan mengatakan kepada NRK bahwa Kappfjell melakukan semua tugasnya ketika ia mengontak mereka.

“Ia memberitahu kami dan pesan tersebut ditambahkan ke sistem. Sayangnya, pesan ini tak pernah sampai ke kereta akibat kegagalan teknis. Ketika diketahui bahwa pesan tersebut telah hilang, perusahaan berusaha menghubungi kereta. Namun, itu sudah sangat terlambat,” kata Braekkan.

“Ini terjadi dengan sangat langka. Rutinitas berjalan baik, tapi, sayangnya, kegagalan teknis terjadi,” ia menambahkan.

Beberapa hewan itu milik Kappfjell di Grane. Ia mengeritik tajam kenyataan bahwa tak ada lagi pagar karena dicabut di sepanjang rel kereta.

“Ini terjadi setiap tahun. Ini menjadi teka-teki buat saya karena ini terus-menerus ditunda,” katanya.

Braekkan menegaskan keprihatinan perusahaan mengenai dilakukannya sesuatu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Namun, untuk sementara, tak ada uang yang telah dialokasikan bagi pembuatan pagar untuk melindungi rusa kutub di sepanjang jalur ini,” katanya.

“Ini mimpi buruk untuk disaksikan. Yang paling buruk ialah melihat hewan tersebut tidak mati setelah ditabrak. Mereka tergeletak di sana dan menderita. Beberapa kilometer ada genangan darah, kondisi yang tak pernah bisa saya lupakan,” kata Jon Erling Utsi, pembuat film dokumenter yang merekam hewan yang mati itu pada Sabtu.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami