BTN iklan
Internasional

11 Masalah Kecil Menyebalkan yang Terjadi Saat Bekerja dari Rumah

Bekerja remote mungkin terdengar seperti impian banyak orang. Beberapa keuntungan yang biasanya muncul di pikiran adalah:

  • Tidak perlu keluar ongkos untuk pulang-pergi ke kantor.
  • Bisa bekerja dengan celana pendek (bahkan tanpa mandi).
  • Pada pekerjaan tertentu, kamu bisa menentukan jam kerja sendiri.

Sebenarnya, bekerja remote juga mendatangkan masalah yang tidak akan kamu temui di kantor. Apalagi bila kamu tinggal di rumah bersama keluarga. Masalah-masalah ini boleh jadi terdengar sepele, tapi dampaknya bisa mengacaukan produktivitasmu. Berikut beberapa di antaranya.


Dikira tidak bekerja

Kamu baru saja berhasil memperbaiki bug yang membuat tampilan home page perusahaan eror di smartphone beresolusi 4160 x 3120 piksel. Setelah berjam-jam berkutat dengan kode, kamu bangga akan kerja kerasmu, dan ingin istirahat sejenak di atas sofa. Tiba-tiba bibimu lewat dan berkata,

Kamu jangan diam di rumah saja, cari kerja sana.

 ,

Work at Home | Writer Meme

Sungguh kejadian yang membuat darah mendidih. Tapi mau bagaimana lagi? Orang lain hanya melihat kamu duduk di depan komputer, tanpa tahu apakah kamu sedang coding atau curhat di Facebook. Kemungkinan terburuk, kamu bisa dikira memelihara tuyul karena punya uang padahal tidak pernah keluar rumah.

Solusi:

  • Katakan dengan tegas pada para penghuni rumah bahwa kamu sedang bekerja.
  • Coba jelaskan pekerjaanmu dengan bahasa awam agar mereka mengerti.
  • Kemungkinan kamu perlu melakukannya lebih dari sekali, baru akhirnya mereka paham.

Berisik

Kantor umumnya hadir dengan lokasi dan suasana yang kondusif untuk bekerja. Tapi tidak demikian dengan rumah. Saat kamu mencoba fokus, di ruang sebelah ternyata ada keluarga sedang menonton TV. Atau mungkin hari telah beranjak siang, dan adikmu pulang sekolah membawa teman-temannya bermain.

Gangguan suara bisa juga datang dari luar rumah. Entah itu dari kendaraan yang lalu-lalang lewat, musik keras dari rumah tetangga yang sedang mengadakan acara pernikahan, atau suara siswa-siswi sekolah samping rumah yang sedang berlatih marching band. Ucapkan selamat tinggal pada konsentrasi.

Solusi:

  • Buat ruang kerja khusus yang kedap suara.
  • Bila tidak memungkinkan, kamu bisa mencoba membeli headphone.
  • Ketika polusi suara sudah keterlaluan, lebih baik kamu pindah ke lokasi lain.

Kedatangan tamu

Ini masih berhubungan dengan masalah pertama. Karena orang melihat kamu ada di rumah, mereka jadi mengira kamu selalu terbuka untuk dikunjungi. Padahal mungkin kamu sedang berada di tengah video conference, atau sibuk mengerjakan tugas dari kantor.

Solusi:

  • Abaikan bel pintu
  • Kunci gerbang, dan pura-pura tidak ada di rumah. Kecuali bila kamu sedang menunggu kiriman paket.

Harus merawat anggota keluarga

Kamu bisa bekerja dengan tenang bila semua anggota keluargamu masih berada dalam usia produktif dan sehat-sehat saja. Tapi pada kenyataannya hal itu tidak akan bertahan selamanya. Suatu hari kamu akan memiliki anak, orang tuamu akan menginjak usia lanjut, dan istrimu bisa jatuh sakit.

Kamu tentu tidak bisa mengabaikan mereka begitu saja. Memang bebanmu bisa menjadi lebih ringan bila kamu mempekerjakan asisten rumah tangga (ART). Tapi tak semua orang mau melakukannya, baik karena alasan keuangan, kepercayaan, atau sebab lainnya. Lagi pula, ada ART pun, akan tiba waktunya kamu harus turun tangan sendiri.

Work at Home | Grandma and Baby

Selalu di rumah artinya kamu selalu berada dekat keluarga | Sumber Gambar: Today’s Parent

Solusi:

  • Bagi tugas dengan anggota keluarga lainnya.
  • Bila kamu sedang sibuk, kamu bisa meminta tolong mereka untuk merawat keluarga yang butuh perhatian khusus.
  • Ikhlas dalam menjalani, karena keluarga adalah harta yang sangat berharga.

Gangguan listrik dan internet

Sebetulnya tak hanya di rumah, saat di kantor pun kita tergantung pada listrik dan internet. Bedanya, ketika mati lampu di kantor, semua orang akan berhenti bekerja. Tapi bila di rumah, kamu akan berhenti bekerja sendiri, sementara para kolegamu masih sibuk. Ini akan memunculkan perasaan tidak enak.

Solusi: Cari kafe, co-working space, atau ruang publik lainnya yang mudah diakses dan memiliki jaringan wi-fi. Bila terjadi masalah listrik/internet, kamu bisa pindah lokasi dan bekerja di sana.


Kurang gengsi

Di kalangan millennial yang melek teknologi, kerja remote bukanlah sesuatu yang asing. Tapi kamu bisa menemui masalah ketika berhadapan dengan keluarga yang masih punya pikiran konservatif. Mereka merasa bahwa bila tidak berdasi atau berseragam artinya kamu belum benar-benar bekerja. Padahal penghasilanmu cukup lumayan.

Solusi:

  • Tunjukkan saldo rekeningmu.
  • Sesekali ajak mereka makan di luar atau belikan hadiah, agar mereka tahu bahwa kamu punya uang.

Godaan untuk bermalas-malasan

Saat kamu berada di rumah, tidak ada yang tahu bila diam-diam kamu mangkir dan malah main Mobile Legends. Komputermu bisa saja terlihat online, padahal sebenarnya kamu sedang tidur siang. Atau kamu duduk di depan komputer, tapi menghabiskan waktu untuk menonton YouTube saja.

Godaan untuk bermalas-malasan sangat kuat karena tidak ada orang yang memantau di rumah. Ini hanya bisa diatasi oleh dirimu sendiri. Rasa tanggung jawabmu harus lebih besar daripada kemalasanmu.

Solusi: Jauhkan tempat kerjamu dari PS4, Nintendo Switch, kasur, dan segala macam godaan lainnya. Bila rasa malas menyerang, banyak-banyaklah mengingat berkah yang sudah kamu dapat.


Jam kerja tidak seragam

Punya jam kerja fleksibel itu terkadang bisa merepotkan. Ketika penghuni rumah lain senggang, ternyata kamu sedang sibuk mengetik. Alhasil kamu jadi tidak bisa ikut bila tiba-tiba ada acara keluarga. Bila kamu sudah menikah, kamu tidak bisa menemani pasanganmu istirahat karena jam kerja kalian berbeda.

Solusi:

  • Rencanakan kegiatan dengan pasanganmu agar kalian bisa saling mengerti. Beri tahu pula keluarga lainnya untuk jangan mengadakan acara keluarga secara mendadak.

Berat badan meningkat

Kerja di rumah itu menyenangkan! Karena tidak perlu pergi ke kantor, kita bisa memanfaatkan waktu di pagi dan sore hari untuk melakukan kegiatan lainnya. Misalnya berolahraga, jalan-jalan, bahkan pergi ke gym. Kita bisa tetap produktif, juga akan mendapat tubuh ideal yang sehat.

Semua itu hanya mitos. Jangankan olahraga, ganti baju atau mandi saja terkadang malas sekali rasanya. Kadang malah kamu lupa bagaimana rasanya terkena sinar matahari karena terlalu lama mengurung diri.

Work at Home | Eating Pizza

Jangankan olahraga, cari makan di luar saja kadang malas | Sumber Gambar: HowStuffWorks

Solusi:

  • Cari teman atau keluarga untuk menemanimu berolahraga. Biasanya, adanya teman akan membuat kita lebih termotivasi. Membeli alat olahraga seperti treadmill atau sepeda statis bisa jadi alternatif, kalau kamu benar-benar enggan keluar rumah.

Tidak bisa ikut kegiatan kantor

Hubungan baik dengan kolega adalah hal yang penting dalam kehidupan seorang profesional. Tapi karena kamu bekerja remote, kamu tidak bisa bertemu dan berkegiatan dengan mereka. Rapat saja terkadang susah, apalagi makan siang atau main futsal bersama. Dan ketika ada yang berulang tahun, kamu tidak kebagian traktiran!

Solusi: Sering-sering datang ke kantor. Bila atasanmu menyuruh datang sebulan sekali, kamu bisa datang dua atau tiga kali. Terutama bila ada acara penting.


Kesepian

Ketika semua orang sedang pergi keluar, kamu tidak punya teman untuk mengobrol, sehingga rasa sepi bisa menyergapmu. Ketika ada orang pun, kamu tidak bisa berdiskusi masalah pekerjaan karena mereka tidak mengerti. Ya, kamu bisa chatting lewat internet, tapi rasanya jelas beda dengan bertemu orang secara langsung.

Solusi: Cari kenalan baru di co-working space. Beramah-tamahlah dengan tetangga. Bila berminat, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menikah.


Bekerja dari rumah memiliki kelebihan dan kekurangan. Kamu memang mendapat kebebasan yang lebih besar daripada bekerja di kantor. Tapi kebebasan itu sebenarnya harus kamu bayar dengan harga cukup mahal, yaitu lingkungan yang kurang kondusif untuk bekerja.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close