Internasional

135 Paus Mati Setelah Terdampar Massal di Pantai Australia

BTN iklan

PERTH (LEI) – Sedikitnya 135 paus pilot bersirip pendek mati setelah terdampar secara massal di Australia. Tim penyelamat berusaha menarik paus-paus yang masih hidup kembali ke laut.

Terdamparnya 150 paus di Teluk Hamelin, sekira 315 kilometer sebelah selatan Perth itu disaksikan oleh nelayan saat fajar. Bangkai paus-paus tersebut dikhawatirkan akan mengundang kedatangan hiu yang akan memangsanya.

Dinas Taman dan Satwa Liar di Negara Bagian Australia Barat mengatakan, stafnya telah berada di lokasi untuk memantau kesehatan dan kondisi 15 paus yang masih hidup.

“Sebagian besar ikan paus mendamparkan diri di daratan dan tidak selamat,” kata pengontrol insiden ini, Jeremy Chick sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (24/3/2018). Dia menambahkan bahwa mereka masih menunggu bantuan dan peralatan untuk melakukan upaya penyelamatan.

“Kekuatan hewan dan kondisi cuaca yang berangin dan mungkin basah akan mempengaruhi kapan dan di mana kita berusaha untuk memindahkannya ke laut. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan keselamatan staf dan relawan serta peluang terbesar untuk bertahan hidup bagi paus,” ujarnya.

Pantai Hamelin, dinamai menurut nama penjelajah Perancis Jacques Felix Emmanuel Hamelin yang berlayar melewati daerah itu sekitar 1801. Pantai itu ditutup dengan peringatan ancaman hiu untuk daerah tersebut.

Paus pilot sirip pendek mendiami perairan tropis dan subtropis dan sering terlihat dalam kelompok berjumlah ratusan. Ketika mereka terdampar biasanya secara massal. Alasan mengapa fenomena terdampar massal terjadi masih belum diketahui.

Ada banyak teori, termasuk bentuk garis pantai yang menjadi faktor pendukung, panggilan darurat dari paus lain, atau kelompok yang mengikuti pemimpinnya ke pantai.

Fenomena terdampar massal terbesar di barat Australia terjadi di Dunsborough pada 1996. Saat itu 320 paus pilot bersirip panjang datang ke darat. Semuanya, kecuali 20 ekor berhasil selamat. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close