HEADLINESLiputanNasional

Panti Rehablitasi Gangguan Jiwa Rayakan HUT RI Ke 72

BTN iklan

Sejak pukul enam pagi, warga Galuh, Pusat Rehabilitasi Orang dengan Gangguan Jiwa telah bersiap untuk menjalani upacara bendera dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kamis (17/8), di Bekasi.

Mereka memulainya dengan sarapan pagi dan dilanjutkan berkumpul di tengah lapangan. Petugas upacara yang juga para pasien gangguan jiwa pun telah menempati barisan mereka.

Beberapa dari peserta, termasuk petugas terlihat rapi mengenakan pakaian seragam bernuansa putih. Sementara pengurus yayasan yang telah berdiri sejak 1982 ini memilih mengenakan seragam berwarna ungu.

Setelah semuanya berkumpul di tengah lapangan, pengurus mengajak seluruh peserta untuk senam pagi lebih dulu.

Di sela-sela senam pagi, Nina, pengurus sekaligus sekretaris Yayasan Galuh melatih peserta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan lantang. Mengikuti panduan darinya, para peserta lantas melantunkan lagu wajib tersebut.


Usai berlatih, Nina mengisi waktu lebih lanjut dengan berbincang pada para pasien, sembari menunggu pukul 08.00 waktu dilaksanakannya upacara.

“Bu, enakkan di kamar tidur,” keluh seorang pasien.

“Upacara dulu ya,” sahut Nina sembari mengajak pasien untuk bersabar.

“Lebaran ya, Bu? Ini lebaran,” tambah peserta upacara lainnya.

Tepat pukul 08.00, upacara pun dimulai. Petugas dan peserta kembali bersiap dalam barisan untuk melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih.

Upacara Pengibaran Bendera Hari Kemerdekaan RI ke-72 di Galuh.
Upacara Pengibaran Bendera Hari Kemerdekaan RI ke-72 di Galuh.

Upacara yang dilaksanakan di panti rehabilitasi gangguan jiwa ini berjalan seperti pada umumnya. Ada komandan yang memimpin ketertiban jalannya upacara, pasukan pengibar bendera, hingga pembaca teks Pancasila serta Naskah Proklamasi.

Yang berbeda hanyalah pembacaan Ikrar Jiwa Sehat. Ikrar yang salah satu poinnya berbunyi bahwa mereka juga anak negeri yang ingin sembuh kembali. Di akhir poinnya, mereka berharap didoakan agar segera pulang ke rumah dan mengingat memori yang mereka punya.

“Doakan kami,” ucap pembaca teks tersebut.

Setelahnya, lagu nasional pun dikumandangkan. Mereka memulainya dengan mengheningkan cipta sejenak diiringi paduan suara yang menyanyikan lagu Syukur.

Baru kemudian, semarak Hari Kemerdekaan bergema lewat lagu Hari Merdeka (17 Agustus 1945) yang dinyanyikan seluruh peserta upacara.

Usai sudah pelaksanaan upacara pengibaran bendera. Pihak perwakilan pengurus, Simon diminta maju ke depan untuk menutup acara dengan doa, serta berbagi pesan soal kasih sayang pada sesama.

“Galuh sudah luar biasa. Di Hari Kemerdekaan ini, mari kita berikan kasih sayang kita pada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

Upacara yang berlangsung kurang lebih 30 menit ini berjalan dengan khidmat. Peserta dengan tertib mengikuti rangkaian acara. Meski beberapa dari mereka terlihat tak betah berdiri lama-lama.

Sesekali menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan, membungkukkan badan, berjongkok, bergoyang dan lainnya.

Kendati upacara pelaksanaan telah usai, namun warga Galuh masih melanjutkan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sejumlah perlombaan tradisional. Mulai dari lomba tarik tambang, balap karung serta tangkap belut. Kemeriahan perayaan ini pun diramaikan pertunjukan band. (CNN)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

8 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami