Internasional

16 Polisi India Divonis Seumur Hidup Atas Pembantaian Muslim Pada 1987

BTN iklan

NEW DELHI – Pengadilan India menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap 16 polisi atas insiden pembantaian puluhan Muslim dalam sebuah kerusuhan bersejarah di utara India lebih hampir tiga dekade lalu.

Dalam insiden yang dikenal dengan nama Pembantaian Hashimpura itu, Para polisi tersebut dinyatakan bersalah atas kejahatan mengumpulkan dan menembak 42 warga Muslim dalam insiden yang dikenal sebagai Pembantaian Hashimpura. Peristiwa itu adalah salah satu insiden yang terjadi di tengah rangkaian kerusuhan komunal Meerat antara warga Muslim dan Hindu di Uttar Pradesh pada 22 Mei 1987.

Diwartakan AFP, Kamis (1/11/2018), pada 2015 pengadilan rendah telah menyatakan para polisi dari cabang khusus Uttar Pradesh itu tidak bersalah karena kurangnya bukti. Namun, dua hakim dari pengadilan tinggi Delhi membatalkan putusan tersebut, mengatakan bahwa para polisi tersebut telah “membunuh orang-orang tak bersenjata dan tak berdaya”.

Pengadilan menyatakan mereka bersalah atas tuduhan konspirasi kriminal, penculikan, pembunuhan dan penghilangan barang bukti. Demikian diwartakan Press Trust of India.

Foto-foto mengerikan yang diserahkan sebagai bukti ke pengadilan menunjukkan barisan warga Muslim yang berlutut di bawah todongan senjata ketika polisi berseragam yang berjaga-jaga, dengan senapan siap ditembakkan.

Para Polisi tersebut, yang semuanya telah pensiun, telah diminta untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang sebelum 22 November.

Uttar Pradesh memiliki sejarah panjang kekerasan antara penduduk mayoritas Hindu dan minoritas Muslim yang cukup besar. Pembantaian Hashimpura adalah salah satu insiden paling mematikan dalam perseteruan yang telah berlangsung lama terkait situs keagamaan di Ayodhya yang dianggap sakral oleh umat Muslim dan Hindu.

Sedikitnya 350 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi selama berbulan-bulan terkait Masjid Babri pada 1987. Umat Hindu meyakini masjid tersebut dibangun di atas tanah tempat dibangunnya sebuah kuil oleh raja legendaris dan titisan Dewa Wisnu, Sri Rama.

Pada 1992, Masjid Babri dirobohkan oleh umat Hindu nasionalis dan menyulut kerusuhan yang lebih besar yang diperkirakan menewaskan lebih dari 2.000 orang. Sepuluh tahun kemudian, pembunuhan peziarah Hindu yang baru kembali dari Ayodhya memicu serangan balasan terhadap umat Muslim di Gujarat dan menyebabkan lebih dari 700 orang tewas.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close