LiputanNasional

198 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Sumur Minyak

BTN iklan

BANDA ACEH, 26/4 (LEI) – Sebanyak 198 jiwa penduduk Desa Pasir Putih, Rantau Peureulak, Aceh Timur, masih mengungsi ke daerah lebih aman akibat kobaran api dari semburan gas bumi di sumur minyak setempat.

“Api sudah padam pukul 5.00 WIB tadi, tapi warga masih mengungsi,”ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek melalui telepon seluler di Banda Aceh, Kamis.

Pihaknya telah mendata, lanjutnya, ada 55 kepala keluarga dengan 198 orang yang berdomisili disekitar lokasi terbakar sumur minyak yang menghanguskan lima rumah warga setempat.

Kelima rumah warga itu milik Siti Hafizah (70), Zainabah (85), Ridwan Hutabarat (40), Maryani (60), dan rumah milik Muhammad Yanis (45) yang ludes terbakar pada Rabu, (25/4).

Ahmad melaporkan, saat ini puluhan rumah di sekitar sumur minyak terlihat kosong dengan pintu dan jendela tertutup rapat, seperti tidak ada berpenghuni.

Sisa-sisa kebakaran, seperti beberapa alat digunakan penyulingan minyak mentah drum dan kendaraan pengangkut roda dua, terlihat hangus terbakar yang saat ini berada di lokasi.

“Sumur minyak terbakar itu, cuma berjarak 30 meter dari rumah. Warga panik, dan mereka lebih memilih selamatkan keluarganya dulu,” terang dia.

Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thaib menegaskan, penyulingan minyak secara tradisional di wilayah tersebut harus ditutup, karena selain ilegal dan cukup berbahaya bagi keselamatan.

“Penyulingan minyak ilegal ini, harus segera ditutup. Karena kebakaran yang menimbulkan korban jiwa, sudah berulang kali terjadi,” tegas bupati ketika meninjau lokasi ledakan dan kebakaran sumur minyak di Ranto Peureulak.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, kebakaran yang sama juga terjadi di lokasi penyulingan minyak mentah di kecamatan yang sama. Mengakibatkan sejumlah warga meninggal, dan beberapa orang lainnya mengalami luka bakar serius.

“Kita berharap, aparat penegak hukum harus mengambil sikap tegas dengan menertibkan sumur-sumur minyak ilegal ini. Begitu juga dengan PT Pertamina EP Ranau, juga harus menutup sumur yang telah dibuka oleh masyarakat,” harap Rocky, panggilan akrab Bupati. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami