Nasional

20 Tahun Reformasi, PROJO: Jokowi Terus Perjuangkan Amanat Reformasi

BTN iklan

Jakarta, LEI – Tanggal 21 Mei 1998 lalu merupakan merupakan tonggak untuk memisahkan rezim Orde Baru (Orba) dengan Orde Reformasi yang dimaknai sebagai langkah untuk memulai suatu kehidupan bernegara yang baru, yakni demokratis, terbuka, menghormati hak asasi manusia, kesetaraan jender, dan keadilan sosial.

Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/5/2018), menyampaikan, nilai-nilai tersebut diperjuangkan sejumlah elemen rakyat selama berkuasanya Orde Baru yang mengabaikan nilai-nilai tersebut.

‘Reformasi dimaknai sebagai ‘jembatan emas’ menuju Indonesia yang lebih baik, dengan harapan-harapan baru yang juga lebih baik,” kata Budi.

Pemancangan tonggak reformasi bukan tanpa pengorbanan. Tidak sedikit korban jiwa yang jatuh. Mahasiswa yang gugur ditembak aparat keamanan, serta ratusan warga masyarakat yang meninggal di dalam kerusuhan 13-15 Mei 1998. Harga yang sangat mahal bagi sebuah perubahan, yang harus terus kita ingat sebagai utang sejarah yang tak akan terbayar.

Namun, lanjut Budi, pengorbanan untuk membentangkan jalan menuju perubahan bagi Indonesia yang lebih baik tidak boleh kita sia-siakan. Reformasi memberikan kita, para generasi sesudah reformasi, untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita perjuangan reformasi.

Di era reformasi, pemerintahan terbentuk silih-berganti untuk berupaya memenuhi amanat reformasi. Ada yang sudah dilaksanakan, sedang dilaksanakan, dan ada juga yang belum terlaksana. Hasil perjuangan reformasi, Indonesia memiliki demokrasi dan institusi-institusi politik demokratis.

“Kebebasan muncul, politik multi-partai tumbuh dan hak-hak sipil meluas. Amandemen UUD 1945 dan sejumlah undang-undang dihasilkan untuk memenuhi amanat reformasi,” ungkap Budi.

Meski demikian, menurut Budi, belum semua amanat reformasi tercapai dan terpenuhi. Distribusi keadilan masih menjadi persoalan utama. Kesenjangan kekayaan masih terbentang luas. Pemerataan pembangunan masih belum berjalan sesuai rencana. Pertumbuhan ekonomi masih pasang-surut. Bahkan persoalan baru muncul, yakni menguatnya terorisme sebagai ancaman bagi keutuhan sosial dan kesatuan kebangsaan.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) merupakan pemerintahan yang juga menerima tongkat estafet amanat reformasi. Selama empat tahun, Pemerintahan Jokowi berupaya untuk memenuhi amanat reformasi terus dilakukan melalui Program Nawa Cita. Pemerataan pembangunan dijalankan secara masif untuk memutus jurang kesenjangan antar wilayah di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi terus digenjot untuk menghasilkan distribusi keadilan sosial. Kemiskinan terus dikikis untuk mempersempit kesenjangan antar warga masyarakat. Kesempatan kerja diciptakan seluas-luasnya. Akses terhadap pendidikan dibuka sebesar-besarnya,” kata Budi.

PROJO menilai apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi untuk mewujudkan amanat reformasi harus didukung sepenuhnya. Apa yang dilakukan dan dikerjakan pemerintahan Jokowi merupakan bukti komitmennya pada amanat reformasi.

Menurut Budi, mungkin belum semua terpenuhi, namun jalan menuju ke sana dibuka selebarnya oleh Jokowi. PROJO menilai bahwa apa yang sudah dimulai oleh Jokowi di masa pemerintahan periode 2014-2019 mesti dilanjutkan pada periode kedua 2019-20124, untuk mencapai lebih banyak lagi amanat reformasi yang mesti dipenuhi.

“Apa yang sedang dikerjakan dan dijalankan oleh pemerintahan Jokowi, merupakan modal yang sangat besar bagi pemerintahan-pemerintahan selanjutnya yang juga akan meneruskan amanat reformasi,” katanya.

PROJO akan terus memperjuangkan dan mengawal agar Jokowi dapat melanjutkan kepemimpinannya pada periode berikutnya, agar apa yang sudah dimulai dan dikerjakan bisa dilanjutkan dan tidak menjadi sia-sia, dan Indonesia akan terus menjadi lebih baik.

“Kepemimpinan Jokowi adalah kepemimpinan tanpa beban masa lalu dan bukan beban di masa depan,” ujarnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami