BTN iklan
InternasionalLiputan

2018 Diperkiraan Penjualan Terpacu Jika Menggandeng Airbus

JAKARTA/Lei —Kesepakatan yang membuat Airbus SE menguasai saham mayoritas dalam proyek pembuatan jet C Series milik, diharapkan dapat memacu penjualan di kawasan Asia.Image result for Bombardier Inc

Seperti diketahui, Airbus dan Bombardier sepakat menjalin kerja sama dalam pembuatan pesawat jet penumpang Cseries. Airbus dalam hal ini menguasai 50,1% saham dalam proek yang awalnya digagas oleh perusahaan pesawat asal Kanda tersebut.

Di sisi lain Bombardier akan mendapatkan jarngan penjualan yang lebih baik ke seluruh dunia, terutama di Asia. Pasalnya, Airbus akan memberikan jalur penjualannya ke Bombardier untuk produk tersebut.

Kebijakan ini dinilai akan sangat membantu perusahaan pesawat asal Kanada tersebut untuk memacu penjualannya di Asia. Sejauh ini Korean Air Lines Co. menjadi satu-satunya pelanggan jet narrowbody dari Bombardier. Maskapai asal Korea itu dijadwalkan dalam waktu dekat akan menerima pengiriman 10 pesawat CS300 pertamanya.

“Minat pada produk CSeries cukup rendah di wilayah ini [Asia].Namun ketika Airbus mendukung proyek ini. maka akan menjadi dorongan besar bagi Bombardier,” kata Brendan Sobie, Kepala Analis CAPA Center for Aviation yang berbasis di Singapura, seperti dikutip Reuters, Selasa (17/10/2017).

Selain rendahnya permintaan, Bombardier juga berpeluang mendapat pukulan ketika produk pesawatnya, terutama yang berkapasitas 110-130 kursi itu bakal dikenai bea impor 300% oleh AS. Hal itu terjadi lantaran perundingan kesepakatan baru NAFTA yang terus merenggang antara negara anggota yakni AS, Kanada dan Meksiko.

Adapun, Airbus sendiri memiliki posisi pasar yang sangat kuat di Asia. Kelebihan dari pembuat pesawat asal Eropa itu dinilai dapat mendongkrak pamor Bombardier yang selama ini diterpa isu buruk, lantaran terancam kebangkrutan.

Bombardier terancam bangkrut karena terpacu mengembangkan produksi beberapa jensi pesawat secara bersamaan. Namun, langkah itu tak dibarengi oleh kuatnya permintaan pasar. Tercatat, produk jet penumpang berkapasitas 110-130 milik perusahaan itu belum mendapat pesanan baru sejak 18 bulan terakhir.

“Beberapa maskapai menunda pembelian dari Bombardier lantaran takut, kondisi keuangan perusahaan itu yang tak terlalu sehat. Namun kini pembeli potensial dari Cseries bakal menemukan kenyamanan karena Airbus menjadi pemegang saham terbesar produk tersebut,”  kata Shukor Yusof, pendiri firma penasihat indusri penerbangan yang berbasis di Malaysia, Endau Analytics.

Sumber : Reuters

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close