EkonomiFinansial

26,5 Persen Harta Masih Disembunyikan

BTN iklan

Jakarta/Lei – Peneliti dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menyebutkan sekitar 26,5 persen simpanan masyarakat di perbankan merupakan harta yang disembunyikan.

Dalam konferensi pers di kantor INDEF, Jakarta, Kamis, Heri mengatakan hal tersebut menunjukkan industri perbankan ternyata cukup menjadi “surga” persembunyian dana-dana yang tidak diungkap.

“Atau mungkin mereka pura-pura tidak tahu selama ini,” kata dia.

Heri menyebutkan terdapat ribuan triliun rupiah simpanan di perbankan yang tidak pernah dilaporkan ke otoritas pajak sebelum pemberlakuan pengampunan pajak. Dengan kata lain, aset-aset tersebut dulunya sengaja disembunyikan.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, total simpanan di perbankan dalam bentuk tabungan, deposito, dan giro per akhir Januari 2017 mencapai Rp4.836,76 triliun.

Berdasarkan total harta yang dideklarasikan selama program pengampunan pajak, jenis harta yang paling mendominasi adalah harta kas atau setara kas mencapai Rp1284,9 triliun dalam bentuk tabungan, deposito, dan giro.

“Berarti sebelum pengampunan pajak minimal 26,5 persen (Rp1284, 9 triliun) dari seluruh simpanan masyarakat Indonesia di perbankan merupakan harta yang disembunyikan,” ujar Heri.

Dia menjelaskan perlu terobosan kreatif agar pemerintah mampu mengakses informasi perbankan dan tidak kecolongan lagi.

Menurut laman resmi Direktorat Jenderal Pajak mengenai statistik amnesti pajak, jumlah harta berdasarkan surat pernyataan harta mencapai Rp4.868 triliun.

Total harta diungkap hasil pengampunan pajak terdiri atas deklarasi dalam negeri Rp3.690 triliun, deklarasi luar negeri Rp1.032 triliun, dan repatriasi Rp147 triliun.

Jumlah penerimaan pengampunan pajak mencapai Rp135 triliun dengan komposisi uang tebusan Rp114 triliun, pembayaran tunggakan Rp18,8 triliun, dan pembayaran bukti permulaan Rp1,75 triliun.

Perlihatkan Lebih

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami