30 Ton Viostin DS Dijadikan Limbah – Legal Era Indonesia Legal Era Indonesia
Kesehatan

30 Ton Viostin DS Dijadikan Limbah

Viostin DS mengandung DNA Babi
Viostin DS mengandung DNA Babi

JAKARTA, (LEI) – 30 ton atau sekitar 300 ribu boks produk suplemen Viostin DS ditarik dari peredaran karena mengandung DNA Babi, kemudian dimusnahkan di perusahaan pengolahan limbah PT Prasadha Pamuna Limbah Industri (PPLi) di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/12).

Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika, mengungkapkan pemusnahan tersebut merupakan bentuk komitmen PT Pharos Indonesia untuk memusnahkan seluruh produk yang beredar di seluruh Indonesia. “Hari ini komitmen tersebut kami penuhi dan kami berharap mudah-mudahan hal tersebut tidak akan terjadi lagi ke depan,” kata Ida saat ditemui wartawan usai menyaksikan pemusnahan produk Viostin DS di Bogor.

Ida mengakui produk yang saat ini ditarik dan dimusnahkan kurang lebih sekitar 90 persen. Untuk sisanya, PT Pharos Indonesia membutuhkan waktu sekitar tiga bulan ke depan. Ida mengungkapkan luasnya wilayah Indonesia menjadi hambatan PT Pharos Indonesia dalam mengumpulkan produk suplemen Viostin DS yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Secara gamblang Ida tidak menjelaskan berapa rupiah kerugian yang dialami PT Pharos Indonesia akibat ditariknya salah satu produk unggulan mereka tersebut, namun ia mengatakan, nilai bukanlah fokus utama perusahaan yang telah berdiri selama 45 tahun tersebut.

“Fokus utama kami bagaimana memberikan rasa nyaman kemudian kepedulian kami terhadap masyarakat, itu lebih penting daripada sekedar sebuah nilai,” tuturnya.

Pemusnahan dilakukan secara bertahap selama dua hari. Di hari pertama, dilakukan pemusnahan sebanyak enam truk. Dan di hari kedua akan dilakukan pemusnahan empat truk pada keesokan harinya.

Sebelum dimusnahkan, petugas memverifikasi segel yang terpasang di truk yang mengangkut ratusan ribu boks produk suplemen Viostin DS. Setelah diverifikasi, produk dihancurkan di Pit 2 stabilisasi.

“Di dalam Pit 2 dilakukan proses penghancuran menggunakan alat eksavator dan dicampur dengan beberapa jenis bahan kimia dan pengeras,” kata Lab & Tech Manager, Erizal Tanjung kepada wartawan.

Secara bergantian puluhan boks berisi produk Viostin DS dilakukan stabilisasi atau solidifikasi. Hasil dari solidifikasi tersebut akan dibuang secara aman di lahan timbus (landfill) PPLi. “Jadi kita betul-betul memastikan bahwa material bahan tersebut tersimpan dengan aman di lahan timbus,” jelasnya.

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top