34 Perusahaan RI Berpartisipasi Pameran Internasional Kairo – Legal Era Indonesia
Liputan

34 Perusahaan RI Berpartisipasi Pameran Internasional Kairo

kairo
Bagikan ke:

kairoSejumlah 34 perusahaan Indonesia ikut dalam Pameran Dagang Internasional Kairo (Cairo International Fair/CIF) ke-49 pada 16-25 Maret 2016.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kairo Meri Binsar Simorangkir dalam sambutannya pada pembukaan paviliun Indonesia, Rabu, menyatakan bahwa Indonesia telah ikut secara aktif dalam pameran dagang internasional Kairo sejak tahun 1980-an.

Bahkan pada tahun 2011, saat terjadi Revolusi di Mesir yang menumbangkan rezim Presiden Hosni Mubarak, Indonesia tetap meramaikan CIF ke-44 yang diadakan di Kairo Convention Center.

Disampaikan pula bahwa keikutsertaan Indonesia setiap tahun selain untuk memperluas pasar produk Indonesia di Mesir dan negara-negara mitra di Timur Tengah dan Afrika Utara, juga mengandung pesan kepada pengusaha tanah air bahwa Mesir masih tetap aman bagi tujuan bisnis bagi Indonesia, baik di sektor perdagangan maupun investasi.

Atase Perdagangan KBRI Kairo Burman Rahman menyatakan, tujuan keikutsertaan Indonesia pada Cairo International Fair ke 49 Tahun 2016 ini selain untuk mempromosikan produk produk unggulan dan produk potensial Indonesia di Mesir juga untuk mengenalkan lebih dekat tentang kekayaaan Indonesia dengan konsep pameran yang terpadu menampilkan sisi promosi produk dagang, budaya dan pariwisata serta peluang investasi.

Perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam Pameran Dagang CIF 2016 ini terdiri atas 24 perusahaan dari Indonesia, dan 10 dari agen perwakilan perusahaan Indonesia yang ada di Mesir.

Perusahaan tersebut, antara lain: Tiga Pilar Sejahtera Food, PT (Dried noodle, instant noodle, dried vermicelli, snack food, candy & biscuit), Sinar Sosro, PT (Tea Beverage), Monde Mahkota Biscuit, PT (wafer, biscuit), Presindo Central, PT (Melamine & Plastic House ware), Surabaya Indah Permai, PT (Oil Aromatherapy), AK Goldenesia (Palm Oil Product), Rejeki Putra Putri Eliman, PT (Diapers for baby & adult).

Selain itu ada juga binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Timur yaitu; Adzenta, CV (bag tenun, batik, handicraft, Matan, CV (handicraft), Aemtobe CV (produk garment for men).

Di sisi lain KUAI mencatat, pada Januari lalu Pemerintah Mesir mengeluarkan Keputusan Menteri Perdagangan dan Industri No. 43 Tahun 2016 yang mengharuskan produsen 25 produk yang masuk ke Mesir harus terdaftar terlebih dahulu di Badan Pengawasan Ekspor Impor Mesir.

Sejumlah perusahaan Indonesia sudah mulai mendaftarkan produknya di lembaga tersebut, ujarnya.

Meri menambahkan, di sela KTT Luar Biasa OKI di Jakarta pada pekan lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga sempat membahas dengan Menlu Mesir, Sameh Shoukry beberapa hal yang dianggap sebagai hambatan hubungan perdagangan kedua negara.

Di antara hambatan tersebut adalah tingginya bea masuk sejumlah produk Indonesia ke Mesir, bahkan ada yang mencapai 40 persen.

Menlu Mesir menanggapi bahwa untuk mengatasi hal tersebut, Indonesia bisa melakukan produksi di kawasan Freezone di sekitar Terusan Suez dengan bea masuk berkisar antara 0-5 persen.

“Produk yang diproduksi di Freezone tersebut dapat juga diekspor ke negara-negara mitra dagang utama Mesir,” ujar Menlu Shoukry.

Sedangkan Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional pada Kementerian Perdagangan RI, Merry Maryati dalam sambutannya menegaskan Mesir merupakan pasar yang potensial bagi Indonesia.

Pada sektor perdagangan, Mesir merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-26. Menurut dia, posisi strategis Mesir perlu dimanfaatkan sebagai pintu gerbang perdagangan ke wilayah sekitar.

Merry juga menyampaikan bahwa perlambanan ekonomi yang terjadi di Mesir tidak mempengaruhi arus perdagangan kedua negara.

Sementara Atase Perdagangan KBRI Kairo, Burman Rahman menilai, partisipasi Indonesia pada CIF tahun ini merupakan yang terbesar sejak Indonesia ikut pameran dagang di Negeri Piramida itu.

Volume perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari-Desember 2015 mencapai 1,441 miliar dolar AS, menurun 3,09 persen dibanding periode sama tahun 2014 tercatat 1,486 miliar dolar.

Ekspor Indonesia ke Mesir pada periode tersebut sebesar 1,197 miliar dolar, atau turun 10,67 persen dari periode yang sama tahun 2014, tercatat sebesar 1,341 miliar dolar.

Sementara impor Indonesia dari Mesir sebesar mencapai 243 juta dolar, meningkat 66,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, yaitu 145 juta.

Surplus perdagangan Indonesia terhadap Mesir pada periode tersebut mencapai 954,82 juta dari.

Produk ekspor unggurlan Indonesia ke Mesir, antara lain CPO, kopi, kertas, ban kendaraan dan benang.

Sedangkan impor utama Indonesia dari Mesir adalah fosfat, buah-buahan, karpet, kapas dan produk pertanian.

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top