Internasional

Sejarah April Mop Di Abad Ini

BTN iklan

(LEI) berhati-hati lah ketika kalender menunjukkan 1 April. Sebab, bisa saja Anda menjadi korban keisengan orang-orang terdekat dengan dalih ‘April Mop’. Tradisi tersebut mulai dipopulerkan pada 1700 oleh para orang iseng di Inggris yang saling mengerjai satu sama lain.

Meski tujuannya untuk bersenang-senang, beberapa keisengan justru berujung fatal. Berikut adalah lima keisengan ala April Mop yang memiliki dampak buruk, dhimpun dari hoaxes.org, Minggu (1/4/2018):

1. Hoaks ala Saddam Hussein

Harian Babil yang dimiliki putra Saddam Hussein, Uday, menerbitkan berita bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton mencabut sanksi yang dikenakan bagi Irak pada 1998. Namun, berita itu lantas dikoreksi pada edisi terbit berikutnya.

Keluarga Saddam Hussein pun tak berhenti mengerjai rakyatnya. Pada 1999, Uday sengaja mengumumkan bahwa rasio pangan bulanan akan disuplai oleh pemerintah, termasuk pisang, minuman bersoda, dan cokelat. Kembali, pengumuman itu ternyata bohong belaka.

Keisengan berlanjut pada April 2000 dan 2001 dengan formula yang sama. Seorang pemuka agama di Arab Saudi, Grand Mufti Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah al Sheikh, hampir menerbitkan dekrit larangan April Mop gara-gara aksi keluarga Saddam Hussein tersebut. Untung saja hal itu tidak pernah terjadi.

2. Penghidupan Kembali Pakta Warsawa

Uni Soviet beserta sejumlah negara lain, Albania, Polandia, Rumania, Hungaria, Jerman Timur, Republik Ceko, dan Bulgaria, sepakat membentuk pakta pertahanan di Warsawa, Polandia, pada 14 Mei 1955. Nama Pakta Warsawa pun disematkan sesuai lokasi perjanjian diteken.

Pakta tersebut berisi janji bahwa negara-negara anggota sepakat untuk saling melindungi bila salah satu mendadak diserang. Komando tentu saja dipegang oleh Uni Soviet di bawah pimpinan Marsekal Ivan S Konev.

Pakta Warsawa banyak dinilai sebagai organisasi tandingan dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Selain itu, bergabungnya Jerman ke NATO pada 9 Mei 1955 dinilai dapat menghidupkan kembali paham militerisasi di negara yang memiliki sejarah kelam di bawah rezim Nazi. Soviet memandang keputusan NATO sebagai ancaman hingga membentuk Pakta Warsawa.

Akan tetapi, Pakta Warsawa bubar pada 1991 seiring jatuhnya Blok Komunis serta runtuhnya Uni Soviet. Secara tiba-tiba, pada April 1996, kantor berita Rusia, Itar-TASS, melaporkan bahwa parlemen tengah mempertimbangkan penghidupan Pakta Warsawa.

Kabar tersebut langsung tersebar lewat media masing-masing di Republik Ceko dan Bulgaria hingga memicu kepanikan massal. Beberapa jam kemudian, Itar-TASS mengaku bahwa berita tersebut hanya bercanda dan meminta maaf atas kepanikan yang tercipta.

3. Kematian Palsu Pemimpin Syiah Israel

Tensi di Timur Tengah mendadak naik pada 1 April 1986 ketika Radio Israel melaporkan bahwa Pemimpin Syiah, Nabih Berri, telah dibunuh. Sontak berita itu meningkatkan tensi di kawasan Timur Tengah.

Pejabat-pejabat Israel langsung mendeklarasikan bahwa berita itu hoaks. Setelah ditelusuri, ternyata laporan palsu itu berasal dari Unit Pengawasan Badan Intelijen Militer Israel oleh seorang agen mata-mata. Berita itu kemudian disiarkan oleh Israel Radio.

Agen mata-mata yang bersangkutan mengaku bahwa berita itu hanya sebuah lelucon untuk April Mop. Menteri Pertahanan Israel, Yitzhak Rabin, langsung mengumumkan bahwa agen bersangkutan akan segera ditindak lewat pengadilan militer.

4. Peringatan Bencana Palsu

Penyiar radio lokal Oregon, Amerika Serikat (AS), KSJJ, memberitakan bahwa Bendungan Ochoco mulai menyemburkan air pada 1 April 1999. Warga yang berada di sekitar jalur perairan terancam menghadapi banjir bandang.

Sebagai informasi, wilayah tersebut belum lama dihantam banjir akibat bocornya Bendungan Ochoco hingga beberapa rumah rusak parah. Para pendengar yang takut langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Tak lama kemudian, sang penyiar menginformasikan bahwa laporan tersebut palsu. Ia mengatakan bahwa motifnya adalah agar warga sedikit terhibur. Tentu saja, warga yang marah tidak menganggap berita palsu di April Mop itu lucu mengingat bencana yang menimpa sebelumnya.

5. Lelucon Dubes Irak untuk Rusia

Ketika ribuan pasukan dari koalisi Amerika Serikat (AS) menyerbu seluruh Irak pada 2003, Duta Besar Abbas Khalaf Kunfuth, tiba-tiba menggelar konferensi pers pada 1 April 2003 di Moskow. Banyak yang meyakini sang duta besar akan mengumumkan kekalahan Irak.

Namun, Abbas justru memulai konferensi pers dengan sedikit candaan. Sambil memegang kertas yang disebutnya adalah berita dari Reuters, Abbas mengatakan bahwa Amerika secara tidak sengaja menembakkan rudal nuklir ke pasukan Inggris hingga menewaskan tujuh orang.

Para jurnalis yang hadir kaget dan terdiam. Kunfuth justru tersenyum lebar dan sontak berteriak ‘April Mop’. Tak disangka oleh sang duta besar, beberapa hari kemudian pemerintah Irak di bawah rezim Saddam Hussein justru benar-benar runtuh. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami