InternasionalTekno

5 Hal yang Saya Lakukan hingga Bisa Kerja Magang di Google

BTN iklan

(LEI)-Saya adalah mahasiswa studi lingkungan di Yale-NUS (sebuah kampus liberal arts). Kamu mungkin merasa aneh ketika saya bisa mendapatkan kesempatan magang di bagian bisnis Google dan perusahaan teknologi lainnya. Studi lingkungan? Liberal arts? Apa hubungan kedua hal ini dengan bisnis dan teknologi?

Izinkan saya menjelaskan dan berbagi beberapa tip mengenai apa saja yang bisa kamu lakukan untuk magang di perusahaan teknologi terkemuka.

1. Mengikuti sembilan program magang

  • Sebelum kuliah: The Thought Collective (sebuah perusahaan sosial)
  • Liburan musim panas pertama: Philanthropy in Motion (sebuah startupnon-profit)
  • Semester pertama tahun kedua: Magang paruh waktu di Flare Communications (sebuah firma pelatihan eksekutif)
  • Liburan Desember tahun kedua: JFDI.Asia/QLC.io dan Clickstream Ventures (kini Cocoon Capital),
  • Semester kedua tahun kedua: Saya menjadi duta kampus untuk Glintsdan magang paruh waktu di Green Pea Cookie (sebuah startup kuliner),
  • Tahun ketiga: Magang enam bulan di Founder Institute (sebuah inkubator startup) dan magang lima bulan di Tilt.

Saya tahu apa yang kamu pikirkan: “Bagaimana caranya kamu bisa melakukan magang hingga sembilan kali?” Memang terdengar gila, tetapi jika diperhatikan, saya melakukan magang paruh waktu di sejumlah startupselama menjalani semester akademik.

TIP: Cobalah magang sebanyak mungkin untuk mendapatkan pengalaman kerja. Kamu bahkan bisa mengambil magang paruh waktu sambil kuliah. Kebanyakan startup biasanya lebih fleksibel dan bersedia menerima peserta magang tanpa banyak pengalaman kerja.

Saya menemukan sebagian besar posisi magang dari kegiatan jejaring (networking). Jadi, pergilah ke acara, mengobrol dengan pendiri startup, dan ceritakan ketertarikan kamu untuk magang di perusahaan mereka. Selain itu, kamu juga bisa mendaftar di portal magang seperti Tech in Asia Jobs, StartupJobs.Asia, dan Glints.

2. Menjadi co-founder perusahaan sosial dan membantu menggalang dana sejumlah SG $70 ribu (sekitar Rp674 juta)

Pada tahun pertama kuliah, saya mendirikan sebuah perusahaan sosial bernama SDI Academy bersama dua rekan. Tujuan kami yaitu untuk memberdayakan pekerja migran dengan cara mengajarkan Bahasa Inggris dan membantu mereka berintegrasi dengan masyarakat.

Mewakili SDI Academy, saya berpartisipasi dalam dua program akselerator/inkubator: NTU Ideas Inc. Business Challenge dan SIF Young Social Entrepreneurs Program. Kedua program ini mengajarkan saya banyak hal tentang pengembangan bisnis, terutama terkait perusahaan sosial. Saya juga bisa bertemu dengan banyak orang dari industri startup dan social entrepreneurship.

Saya mendapatkan banyak ilmu mengenai berbagai aspek dalam kewirausahaan, mulai dari:

  • menyusun rencana bisnis
  • membuat model bisnis
  • menarik orang agar ingin bergabung
  • pemasaran
  • mengembangkan hubungan kerja sama
  • meluncurkan program
  • pitching

TIP: Meskipun membangun startup adalah kesempatan belajar yang baik, melakukannya bisa menjadi sangat sulit. Saya tidak merekomendasikan memulai startup karena sekedar iseng. Kamu bisa mulai dengan mengerjakan proyek kecil-kecilan sesuai minat, mendaftar ke kompetisi wirausaha, atau membangun sesuatu secara umum.

3. Berpartisipasi dalam sepuluh hackathon dan memenangi empat di antaranya

Jujur, saya sebenarnya tidak terlalu mengerti cara menulis kode. Jadi, bagaimana cara saya memenangkan hackathon? Kuncinya adalah memiliki tim dan ide yang bagus. Tim yang bagus umumnya terdiri dari dua pemrogram, satu desainer, dan seseorang dengan kemampuan pitching. Sementara itu, ide yang bagus seharusnya bisa menyelesaikan masalah nyata, cukup unik, tidak terlalu rumit, dan bisa menjadi usaha berkepanjangan.

Contoh hackathon yang diselenggarakan Facebook dalam rangka ulang tahun kesepuluh mereka pada tahun 2017.

Contoh hackathon yang diselenggarakan Facebook dalam rangka ulang tahun kesepuluh mereka pada tahun 2017. Sumber: Business Insider.

Jika kamu tidak bisa menulis kode, cobalah menjadi pembicara yang fasih dan menarik. Kamu juga bisa berkontribusi membuat naskah persuasif dan slide presentasi yang bagus. Sehingga, kamu tetap bernilai bagi tim.

Kadang-kadang, sesi presentasi sama pentingnya dengan produk, jadi pastikan kamu handal dalam melakukannya. Saya menjadi pembicara dalam hampir semua hackathon yang saya ikuti, dan saya selalu berusaha menyajikan presentasi terbaik.

TIP: Ikutilah hackathon terlepas dari keahlian kamu. Kamu pasti akan belajar sesuatu. Kamu bisa mendapatkan teman dan pengalaman baru dalam mengembangkan suatu proyek dari nol dalam satu hari saja. Selain itu, tentu saja kamu punya kemungkinan untuk menang dan mendapatkan hadiah.

4. Tinggal selama satu tahun di Silicon Valley

Saya bisa tinggal selama satu tahun di Silicon Valley karena mengikuti program NUS Overseas College. Pada saat itu, saya mengambil kelas kewirausahaan di Stanford University. Lewat program tersebut, saya berkesempatan belajar dari berbagai investor modal ventura (VC) dan pengusaha terkenal, termasuk Elon Musk!

The Negev, salah satu contoh hacker house yang berlokasi di San Francisco.

The Negev, salah satu contoh hacker house yang berlokasi di San Francisco. Sumber: The Guardian.

Selain itu, saya juga tinggal dan membantu operasi sebuah hacker house (penginapan komunal ditujukan untuk pekerja dan pengusaha teknologi) di Silicon Valley. Saat itu, penginapan tersebut menjadi tempat tinggal lebih dari 80 pendatang mancanegara selama sepuluh bulan. Pekerjaan mengelola hacker house cukup banyak tetapi sangat menyenangkan, seperti menjawab pesan dan melayani para tamu.

TIP: Habiskan waktu untuk belajar atau magang di luar negeri. Aktivitas ini menjadikan kamu keluar dari comfort zone dan hidup di lingkungan baru. Banyak perusahaan multinasional mencari individu dengan pengalaman tinggal di luar negeri. Mereka beranggapan kandidat tersebut akan mudah beradaptasi dengan budaya yang berbeda.

5. Datang ke lebih dari tiga ratus acara

Saya memang suka datang ke berbagai pertemuan. Dengan mengunjungi banyak acara teknologi dan startup membantu saya dalam berbagai hal, seperti:

  • Melatih soft skill seperti mendekati seseorang dan mengobrol dengan mudah
  • Mempelajari tren terbaru dalam teknologi
  • Mendalami berbagai lingkar pergaulan startup
  • Berteman dengan banyak orang di bidang teknologi dan startup
  • Menemukan kesempatan magang di berbagai startup

TIP: Datanglah ke berbagai acara! Kamu bisa belajar hal baru, memperluas jaringan, dan menemukan banyak kesempatan. Kamu bisa mencari acara di platform seperti Facebook, Eventbrite, dan Meetup.

read also

Apa yang saya korbankan

Saya tidak bisa hanya menyebutkan daftar keberhasilan tanpa menyampaikan hal-hal yang harus saya relakan. Agar bisa mengikuti banyak program magang, membangun perusahaan sosial, mengikuti kompetisi, dan datang ke ratusan acara, saya harus mengorbankan beberapa hal:

  • Tugas sekolah dan nilai: Saya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk kegiatan akademik dibandingkan teman-teman.
  • Aktivitas ekstrakurikuler: Meskipun bergabung ke berbagai organisasi di tahun pertama kuliah, saya harus mengurangi keterlibatan saya secara drastis.
  • Kehidupan sosial: Saya tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama teman-teman karena memiliki banyak pekerjaan.

TIP: Kemungkinan besar kamu harus menghadapi pengorbanan ini juga, jadi tolong pikirkan dahulu apakah kamu benar-benar ingin magang atau bekerja di perusahaan teknologi. Jika ingin melanjutkan kuliah pascasarjana atau bekerja untuk pemerintah, mereka akan melihat nilai kamu, sehingga kamu harus fokus belajar.


Saya cukup yakin, jika kamu melakukan hal serupa dengan saya, kamu akan mendapat kesempatan magang atau bekerja di perusahaan teknologi yang besar. Akan ada banyak manfaat, tetapi mungkin kamu juga harus mengorbankan beberapa hal (kecuali kamu serba bisa dan dapat melakukan segalanya secara bersamaan).

Saya harap tulisan ini bisa membantu! Kepada semua mahasiswa, saya mendoakan yang terbaik untuk kalian.

(jagatreview)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close