Tekno

Berau Coal Dirikan Politeknik untuk Kembangkan SDM Berau

BTN iklan

Berau, LEI – ‎PT Berau Coal mendirikan Politeknik Sinar Mas Berau Coal untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terdidik dengan memprioritaskan potensi Kabupaten Berau, Kalimatan Timur (Kaltim).

‎Direktur Utama (Dirut) Berau Coal, Fuganto Widjaja dalam keterangan pers yang diterima pada Selasa (9/4/2019), menyampaikan peresmian politeknik pertama di Berau itu berlangsung pada 5 April dan bertepatan dengan ulang tahun ke-36 PT Berau Coal.

‎”Kehadiran lembaga pendidikan vokasi di bidang pertambangan, yang berasal dari inisiasi perusahaan dan berada persis di sentra pertambangan adalah upaya menjaring potensi setempat, berikut membekali mereka dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Fuganto Widjaj.

Adapun peresmian Program Pemberdayaan Masyarakat di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalitim tersebut dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Menurut Fuganto, Politeknik Sinar Mas Berau Coal bermula dari diklat berdurasi tiga bulan bagi para lulusan sekolah menengah atas, kini bertumbuh menjadi lembaga pendidikan Diploma pertama di Kabupaten Berau. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong keterlibatan sektor industri guna berbagi pengetahuan, kompetensi, dan kecakapan dalam menghasilkan sumber daya siap kerja.

Pada tahun 2018, politeknik yang dikelola oleh Yayasan Dharma Bakti Berau Coal ini mendapatkan izin membuka program studi Diploma 4 Teknik Rekayasa Logistik, Diploma 3 Perawatan Mesin Pertambangan serta Diploma 3 Survei dan Pemetaan menggunakan pendekatan dual system yang memadukan pembelajaran sebanyak 30 persen dan 70 persen selebihnya berupa praktik di lingkungan kerja, sesuai kebutuhan industri, dalam hal ini pertambangan. Para lulusan, sedikitnya akan menyandang sebuah sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan menganjurkan, “Sama dengan arahan Bapak Presiden, ke depan, kita sebagai bangsa yang memiliki jumlah tenaga kerja besar, harus menciptakan lebih banyak sekolah vokasi. Kita sudah memiliki banyak sekali sekolah umum, tapi kurang memberikan keahlian spesifik, sementara lapangan kerja saat ini sangat membutuhkan keahlian yang spesifik, melalui vokasi.”

Menurutnya, pemerintah dapat bekerja sama dengan Berau Coal dengan menggandeng pemerintah daerah, mengembangkan dan memperbesar apa yang hari ini telah diresmikan.

Presiden Komisari Berau Coal, G. Sulistiyanto yang juga hadir mengatakan, pihaknya meyakini pemerataan pendidikan yang berkualitas adalah landasan bagi pergerakan roda bisnis berkelanjutan. “Khususnya bagi Berau Coal yang didukung lebih dari 21 ribu karyawan berikut kontraktor, dimana 52 persen diantaranya adalah warga Berau.”

Budidaya Kakao

Mengedepankan potensi setempat tak hanya dilakukan pada sumber daya manusia, namun menjangkau pula komoditas unggulan. Seperti pendampingan perusahaan pada praktik budi daya kakao bagi masyarakat sekitar pertambangan, yang hari ini resmi dilengkapi Pabrik Pengolahan Kakao.

Tak kurang dari 367 petani turut terlibat dalam Program Ekonomi Agribisnis Berau Coal, mengelola perkebunan kakao seluas keseluruhan 350 hektare, yang menurut Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin, “Sebagai upaya mendorong Berau selain sebagai sentra pertambangan dan pariwisata, dapat pula menjadi salah satu pusat budi daya serta produksi kakao nasional. Sehingga kawasan pasca tambang tak saja terpulihkan secara lingkungan, namun juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat, secara berkelanjutan.”

Menteri ESDM mengatakan, inisiatif semacam ini akan membuka aktivitas ekonomi serta lapangan pekerjaan baru yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar jika suatu saat kegiatan eksplorasi pertambangan usai.

Energi Berkeadilan

Program dan inisiatif tadi, membutuhkan kontinuitas pasokan energi. Hal ini tak luput dari perhatian Berau Coal yang sejak tahun 2005 telah memasok batu bara secara gratis sejumlah120.000 MT per tahunke PLTU Lati di Tanjung Redeb yang menjadi andalan PT PLN memenuhi kebutuhan energi di seluruh wilayah kabupaten.

Sementara di sejumlah lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik, terutama di daerah terpencil sekitar tambang, dengan dukungan sesama pilar bisnis Sinar Mas, PT Surya Utama Nuansa, Berau Coal menginisiasi program energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya bagi desa binaan dan komunitas adat terpencil Dayak. Selain itu, guna mendukung gelaran MTQ Provinsi Kaltim tahun lalu, turut dipasang hingga 100 penerangan jalan umum tenaga surya.

“Sebaik apapun program nya, tanpa pasokan energi yang memadai, tentu tidak akan berlangsung optimal. Itu sebabnya, pemenuhan kebutuhan energi secara berkeadilan di Berau menjadi salah satu program corporate social responsibility kami,” kata Fuganto.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close