InternasionalTekno

7 Mitos tentang Initial Coin Offering (ICO) yang Harus Kamu Tahu

BTN iklan

(LEI)-Jika kamu tertarik berinvestasi pada sebuah startup blockchain, maka kamu harus tahu apa yang akan kamu temui.

Meski metode Initial Coin Offering (ICO) masih relatif baru, namun berhasil menyita perhatian dari media dan masyarakat. Banyak entrepreneur dan investor tergoda karena menganggap ICO sebagai cara yang cepat dan mudah untuk mendapatkan uang.

Sebagai informasi, ICO adalah sebuah metode penggalangan dana secara patungan (crowdfunding) yang biasanya dilakukan oleh startup blockchain.Ketika melakukan ICO, Startup biasanya akan menjelaskan solusi yang akan mereka tawarkan dalam sebuah dokumen whitepaper. Investor yang bergabung dalam penggalangan dana tersebut nantinya akan mendapat sejumlah token cryptocurrency.

Tapi tentu saja, tidak semua yang kamu baca tentang ICO benar. Makin banyak desas-desus yang beredar, maka makin kabur garis pembatas antara fakta dan fiksi.

Sebelum kamu memutuskan melakukan ICO, lebih baik jika kamu mempelajari metode tersebut secara saksama terlebih dahulu. Berikut adalah tujuh mitos yang harus kamu perhatikan sebelum menginvestasikan uang di bisnis ini.

1. Setiap ICO pasti akan berhasil

Kematian dan pajak masih merupakan dua hal yang pasti akan terjadi dalam hidup. Sedangkan keberhasilan sebuah ICO, tidak. Faktanya, kemungkinan besar kamu tidak akan mendapat keuntungan seperti yang kamu harapkan.

Persentase kegagalan tidak semestinya membuat kamu takut melakukan ICO. Hal tersebut seharusnya menjadikan kamu berpikir dua kali ketika membuat visi, rencana pembuatan produk, dan anggota tim. Karena dengan kemunculan banyak ICO, berarti makin banyak pilihan yang tersedia bagi investor. Hal ini mendorong mereka menjauhi ICO yang terlihat lemah atau tidak mempunyai beberapa komponen penting.

2. ICO bisa dilakukan dengan cepat

Memang benar, ICO sering digadang-gadang sebagai alternatif pendanaan yang lebih cepat dibanding pendanaan modal ventura (VC). Namun sangat salah apabila kamu berpikir bisa sukses menyiapkan ICO dalam waktu beberapa minggu. Kamu akan membutuhkan waktu cukup lama untuk melengkapi dokumen whitepaper berisi target pasar, karakter produk, dan rencana pengembangan produk.

Selain itu, kamu juga butuh waktu untuk membangun komunitas yang cukup besar dan jejak digital untuk menarik minat investor. Menurut CoinTelegraph, tahap membangun komunitas sebelum mengumumkan ICO secara resmi bisa berlangsung antara enam bulan hingga satu tahun. Sedangkan butuh waktu sekitar tiga bulan sejak ICO diumumkan hingga benar-benar berjalan.

3. Token dan coin adalah hal yang sama

Meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, namun kedua hal tersebut sebenarnya tidak sama. Ada beberapa perbedaan antara coindan token yang harus dimengerti oleh orang-orang jika ingin meluncurkan cryptocurrency.

Coin, merupakan sebuah variabel yang hanya memiliki satu fungsi dan satu nilai. Contohnya Bitcoin, yang hanya bisa dipindahkan dari satu pengguna ke pengguna lain (lewat transaksi jual beli atau pembayaran) dan hanya mempunyai satu nilai.

Sedangkan Token, bisa mempunyai lebih dari satu fungsi dan nilai.Contohnya Ethereum, yang selain bisa dipindahkan dari satu pengguna ke pengguna lain, juga mempunyai fitur Smart Contract untuk menyimpan informasi-informasi lain.

read also

4. Semua penasihat perusahaan adalah ahli di bidang cryptocurrency

Tidak semua penasihat startup cryptocurrency melakukan hal yang sama. Beberapa penasihat ada yang bersedia menyingsingkan lengan baju dan memberikan arahan langsung terkait pengembangan tim dan produk. Sedangkan beberapa penasihat lain justru enggan melakukan hal itu.

Saat sebuah startup ingin memilih penasihat untuk membantu rencana pengembangan produk dan memantau implementasi teknologi, mereka harus mempertimbangkan banyak hal. Cara terbaik adalah dengan menggaet penasihat dengan latar belakang spesifik di bidangcryptocurrency, sekaligus berpengalaman memimpin pengembangan sebuah perusahaan.

Sebagai contoh, seseorang dengan pengalaman pemrograman blockchainyang kuat, mungkin tidak terlalu mengerti cara tepat membangun tim.

5. Tidak ada perbedaan antara situs ICO yang satu dengan yang lain

Saat ini, ada banyak situs menampilkan daftar ICO yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Meski tampak sama, namun berbagai situs tersebut sebenarnya mempunyai beberapa perbedaan.

Kamu mungkin akan tertarik pada situs yang memperlihatkan fakta dan tanggal-tanggal penting tentang ICO. Namun situs web dengan banyak informasi dan analisis, dapat memberikan wawasan bermanfaat bagi investor.

Ketika kamu mengunjungi situs web yang menampilkan daftar ICO, pastikan kamu mengecek ulasan ICO. Hal ini berguna untuk mendapat pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana situs tersebut menganalisis dan mengurutkan daftar proyek.

6. Semua fakta yang ada di dalam whitepaper adalah benar

Sebuah dokumen whitepaper yang tidak lengkap atau dipenuhi dengan fakta-fakta palsu, tentu merupakan tanda penting untuk menghindari sebuah ICO. Meski begitu, ketika seorang pemula di bidang crypto membaca laporan yang terlihat teknis atau benar, ia akan dengan mudah memercayai tim tersebut.

TRON adalah contoh organisasi yang menjiplak whitepaper startup lain. Hal seperti itu membuat kredibilitas metode penggalangan dana ini menurun.

7. Regulator tidak akan mengawasi ICO

Regulasi industri masih menjadi topik yang mendapat sorotan. Banyak pihak beranggapan regulator tidak mengawasi ICO, karena belum ada aturan khusus mengenai metode penggalangan dana tersebut. Namun hal itu tidak sepenuhnya benar.

Pada bulan Desember 2017, TechCrunch melaporkan Securities and Exchanges Commission (SEC) di Amerika Serikat telah memerintahkan salah satu startup bernama Munchee yang tengah melakukan ICO, untuk menghentikan aktivitas mereka. (idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami