Olahraga

Acara Pelatihan Teknik dan Refreshing Wasit Perkemi Jawa Tengah

BTN iklan

SEMARANG, (LEI) – Perkemi (Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia) cabang Jawa Tengah, menggelar acara Pelatihan Teknik dan Refreshing Wasit pada Sabtu dan Minggu, 4-5 November 2017.

“Kami mengadakan kegiatan ini untuk mempersiapkan kenshi (sebutan atlet kempo) dalam menghadapi gashuku (ujian naik tingkat) baik tingkat provinsi maupun nasional, ” kata Ketua Pelaksana Sugeng Dilianto, “Juga mempersiapkan wasit yang akan memimpin kejuaraan di pra-porprov.”

Ketua Pelaksana Sugeng Dilianto
Ketua Pelaksana Sugeng Dilianto

Acara ini diikuti oleh kurang lebih 93 peserta, dari 13 pengurus kabupaten maupun kota. Mereka semua terdiri atas 28 kenshi (kyu kenshi) dan 63 kenshi (yudansha). Acara Perkemi wilayah jateng ini juga mendatangkan Pengurus Besar dari Jakarta, Ss. Henry Soselisa

“Acara Perkemi Jawa Tengah ini juga jadi ajang silaturahmi antar kenshi, juga temu kangen para senior yang lama tidak saling jumpa,” kata Irwan P Cahyono, Wakil Ketua Umum II Binpres.

Selain itu, beliau mendorong para kenshi, khususnya Jawa Tengah, untuk lebih bersemangat memajukan Kempo Jawa Tengah. “Saya mendukung penuh para kenshi yang ingin maju, ”  tambahnya dalam pidato pembukaan acara.

Irwan P Cahyono, Wakil Ketua Umum II Binpres
Irwan P Cahyono, Wakil Ketua Umum II Binpres

Juga hadir perwakilan dari KONI Jawa Tengah, Sudarsono, Wakil Ketua Umum II. Beliau turut memberikan semangat pada para kenshi yang hadir.

“Saya memimpikan bahwa nanti pada PON yang akan datang, cabang olahraga Kempo masuk di kejuaraan,” ujar Darsono, “harus lebih ‘ngedan’ (menggila) lagi, bangkit, raih medali emas PON!”.

Kemudian acara secara resmi dibuka olehnya.

Sudarsono, Wakil Ketua Umum II KONI Jateng
Sudarsono, Wakil Ketua Umum II KONI Jateng

Acara Kempo Jawa tengah yang bertempat di Pusdiklat Kota Semarang ini diisi oleh banyak pelatihan teknik dan teori perwasitan, agar nantinya wasit dari Jawa Tengah benar-benar siap untuk memimpin pertandingan di kejuaraan yang akan datang.

Pada sesi materi perwasitan, para kenshi diajak untuk mengkritisi dan jeli dalam menyaksikan berbagai contoh dari rekaman kejuaraan Kempo tingkat internasional, hingga mempraktekannya secara langsung.

Sejarah Berdirinya Kempo

Beladiri Kempo termasuk beladiri yang sudah cukup tua dan memiliki nilai sejarah. Menurut tradisi, yang membawa teknik-teknik bertarung pada awalnya adalah Boddhidharma (kempo India, tenjiku nara no kaku, atau ekkin gyo) ke Cina 1500 tahun lalu setelah meninggalkan India untuk menyebarkan pengajaran Buddha yang benar.

Kemudian mengakhiri perjalanannya di Kuil Shaolin Song Shan yang kini dikenal sebagai Provinsi Hainan, akhirnya lahirlah beragam seni bela diri yang tersebar ke seluruh Cina.

Tahun 1928, Kaiso melakukan perjalanan ke Cina untuk mempelajari teknik-teknik esoterik dari berbagai guru yang ia temui.

Hingga di Agustus 1945, Jepang dikalahkan dalam perang, ditengah kekacauan pasca perang, Kaiso menyaksikan sisi buruk yang diperbuat oleh manusia. Apa yang dia rasakan ini menguatkan tekad hatinya untuk membenahi negaranya dengan membangkitkan semangat masyarakatnya, dan pada musim panas 1946, Ia kembali ke Jepang yang masih terpuruk karena kalah.

Kemudian di kampung halamannya, daerah Kagawa, Tadotsu, Kaiso menyusun teknik-teknik yang ia pelajari selama berada di Cina dan dimodifikasi dengan gayanya sendiri. Lalu dinamakanlah sistem tersebut Shorinji Kempo, dan kemudian dia mengajarkannya.

Kaiso pun membentuk Nippon Hoppa Shorinji Kempo Kai dan Komanji Kyodan, serta Kongo Zen Sohonzan Shorinji. Pada tahun 1956 dia membentuk lagi Nihon Shorinji Bugai Semmon Gakko (Akademi Budo Shorinji Jepang), 1957 Zen Nihon Shorinji Kempo Remmei (Federasi Gabungan Shorinji Kempo Jepang). 1963 Shadan Hojin Nihon Shorinji Kempo Remmei (Yayasan Federasi Shorinji Kempo Jepang), yang secara khusus bergerak dalam pelatihan bagi anak-anak muda.

Kaiso akhirnya wafat pada tahun 1980 setelah 33 tahun berkarya, menciptakan Shorinji Kempo.

Kaiso memperhatikan bahwa dalam semua ilmu beladiri yang telah dipelajarinya, ada tiga macam gerakan mendasar, yaitu gerakan berputar, lurus, dan membungkuk. Kemudian muncul 10 metode; metode halus (ju ho): yakni menunduk, melempar, memutar, menekan, mencekik, dan membungkuk; serta metode keras (go ho): memukul, menyerang, menendang, dan memotong.

Kemudian dia menganalisa dan menyusun ulang gerakan ini dengan prinsip fisik dan fisiologi. Kaiso bermaksud membuat metode untuk melatih tubuh dan pikiran secara bersamaan sebagai inti beladiri. Latihan fisik, pendidikan jasamani, dan membantu menyempurnakan karakter seseorang.

Oleh karenanya, ia menggunakan peraturan latihan yang mudah, dilukiskannya pada dinding byaku-eden di Kuil Shaolin dan menyusunnya kembali ke dalam bentuk yang relevan pada masanya. Juga ditambah pengalaman bertempur yang diperolehnya selama masa perang, memasukkan elemen ciptaannya, dan terbentuklah Shorinji Kempo.

Dokumentasi :

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Comments

  1. Hiya! Quick question that’s totally off topic. Do you know how to make your site mobile friendly?
    My web site looks weird when browsing from my iphone4. I’m trying to
    find a theme or plugin that might be able to correct this issue.
    If you have any recommendations, please share.
    Many thanks!

  2. Hi everybody, here every person is sharing such familiarity, thus it’s
    nice to read this weblog, and I used to pay a quick visit this web site everyday.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − 11 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami