Hukum

Ada Ancaman Blokir Aset

BTN iklan

JAKARTA,Lei  — Aset milik PT Pertamina dan PT Bumi Hasta Mukti berupa saham di beberapa anak perusahaan terancam diblokir oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ancaman pemblokiran atau sita eksekusi diumumkan kubu PT Cal Dive Offshore Indonesia yang sebelumnya bersengketa dengan TAC Pertamina-PT Pertalahan Arnebatara Natuna di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Akan tetapi, perusahaan pelat merah itu telah membantah bahwa baik Pertamina maupun Pertamina EP tidak pernah menjadi tergugat dalam kasus arbitrase tersebut.

Kuasa hukum PT Cal Dive Offshore Indonesia Tony Budidjaja mengatakan permohonan sita eksekusi atau pemblokiran diajukan terkait dengan tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh PT Pertamina dan PT Bumi Hasta Mukti terhadap kliennya.

“Permohonan sita ini kami ajukan karena para termohon tidak beriktikad baik untuk melaksanakan putusan BANI,” Dia menjelaskan putusan yang dimaksud terdaftar dengan No. 591/V/ARB.BANI/2014 pada 13 April 2015. Sengketa melibatkan Cal Dive Offshore Indonesia sebagai pemohon, serta PT Pertalahan Arnebatara Natuna, PT Pertamina dan PT Bumi Hasta Mukti sebagai mekanisme kerjasama (technical assistance contract/TAC) menjadi termohon.

Pihaknya menjelaskan termohon terbukti melakukan wanprestasi sehubungan dengan pelaksanaan Agreement Regarding Hose Replacement Services pada 20 Oktober 2011. Putusan BANI memerintahkan para termohon untuk membayar uang sejumlah US$5,98 juta ditambah bunga dan biaya perkara arbitrase.

Saham milik Bumi Hasta pada tiga anak usahanya diajukan untuk dieksekusi yakni PT Maruta Bumi Prima, PT Pelangi Haurgelis Resources, dan PT Pertalahan Arnebatara Natuna. Adapun, saham milik Pertamina pada anak perusahaannya yang diblokir adalah PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Pertamina Drilling Services.

Khusus untuk PT Pertamina Drilling Services, proses eksekusi akan dibantu oleh jurusita pada Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Kami telah berupaya untuk menjalin komunikasi dengan prinsipalnya tetapi tidak mendapatkan respons positif, malah justru mereka melakukan upaya pembatalan putusan,” ujarnya.

TIDAK TERLIBAT

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengaku perseroan tidak pernah terlibat maupun menjadi pihak dalam sengketa yang terjadi dengan Cal Dive.

“Baik Pertamina maupun Pertamina EP tidak pernah menjadi tergugat dalam kasus arbitrase tersebut,” kata Wianda

Terkait dengan perkara ini, PT Pertalahan Arnebatara Natuna pernah mengajukan gugatan pembatalan putusan BANI melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perkara tersebut terdaftar dengan No. 442/Pdt.G/2015/PN.Jkt.Sel sejak 22 Juli 2015.

Pada 5 November 2015, majelis hakim menyatakan permohonan Pertalahan tidak dapat diterima kendati putusan dijatuhkan secara verstek. Pihak Cal Dive tidak hadir walaupun sudah dipanggil secara sah dan patut.

Berdasarkan situs Mahkamah Agung, Pertalahan mengajukan upaya hukum kasasi pada 28 Maret 2016. Hingga saat ini majelis hakim agung belum menetapkan putusan pada perkara yang terdaftar No. 295B/Pdt.Sus-Arbt/2016.

 

Perlihatkan Lebih

6 Komentar

  1. 96718 968367Official NFL jerseys, NHL jerseys, Pro and replica jerseys customized with Any Name / Number in Pro-Stitched Tackle Twill. All NHL teams, full range of styles and apparel. Signed NFL NHL player jerseys and custom team hockey and football uniforms 655756

  2. Generico De Propecia En Espana Biomox Amoxicillin Liquid Tadalafil Ebay [url=http://bestviaonline.com]viagra prescription[/url] Progesterone Medication Best Website No Prior Script Cash On Delivery Dapoxetine 30mg Canine Dosage Amoxicillin

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami