Internasional

Ada Bintang Merah, Bir Heineken Terancam Tidak Bisa Edar di Hungaria

BTN iklan

Jakarta/Lei – Bir asal Belanda Heineken terancam peredarannya di Hungaria menyusul adanya pengajuan rancangan undang-undang baru di negara tersebut yang melarang produk komersil yang menggunakan simbol ‘totalitarian’, swastika Nazi ataupun bintang merah komunis.

Rancangan undang-undang itu diajukan minggu ini oleh partai Fidesz yang merupakan pendukung utama perdana menteri Viktor Orban. Dalam rancangan undang-undang disebutkan bahwa penggunaan segala pernak-pernik dengan simbol Nazi atau simbol komunis bisa dikenakan sanksi. Sanksi berupa denda sebesar US$7 juta dan dua tahun kurungan.

“Jika rancangan undang-undang diresmikan jadi undang-undang, penggunaan simbol rezim totaliter seperti sosialisame atau komunisme akan dilarang,” kata staf Orban, Janos Lazar dalam jumpa pers di Budapest, seperti dilansir AFP, Jumat (24/3).

Pemerintah menyatakan ada “tanggung jawab moral” bagi warga Hungaria yang sudah menderita selama masa teror Nazi dan rezim Bolshevik.

Sementara, Heineken bersikukuh logo mereka tidak mengandung maksud politik atau apapun dan hal itu ketinggalan jaman.

“Kami menggunakan simbol merek yang sama di seluruh belahan dunia, di setiap tempat pemasaran,” kata kuasa hukum Heineken dalam keterangan persnya minggu ini.

Pihak Heineken berkata akan mengawal isu ini dan berharap persoalan ini segera selesai.

Logo bintang merah Heineken pertama kali muncul pada 1930-an. Ketika simbol diasosiasikan dengan komunis setelah Perang Dunia II, pembuat bir menggantinya dengan logo bintang berwarna putih. Pada 1991, logo kembali ke warna semula saat jatuhnya Uni Soviet.

Pengajuan RUU akan pelarangan di Hungaria ini dilihat sebagai reaksi terhadap kemenangan Heineken dalam sengketa merk dagang di bagian Rumania yang mayoritas dihuni etnis Hungaria.

Pengadilan memutuskan bir lokal “Csiki”, terlalu mirip pengucapannya dengan Heineken dalam bahasa Rumania “Ciuc”. Hal ini melanggar ketentuan hak merk dagang.

Hungaria mengecam putusan tersebut. Mereka menganggap putusan itu “tidak pantas, tidak adil dan anti-Hungaria”. Mereka mendukung seruan untuk memboikot produk Heineken.

Lazar pada Kamis lalu menuduh Heineken menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk melawan kuasa hukum Hungaria. Pengamat berpendapat rancangan undang-undang punya kemungkinan kecil untuk menjadi undang-undang.

Sementara itu, juara anggar Olimpiade asal Hungaria, Tamas Kovacs berkelakar bahwa dia ingin mengembalikan medali kehormatannya karena ada simbol bintang merah.

“Saya tidak ingin ambil resiko menghabiskan dua tahun di penjara,” tulisnya di Facebook. (CNN)

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami