Politik

Ada yang Berbeda di Proses Rekapitulasi Suara Pilkada Kota Malang

Tanpa melalui Panitia Pemungutan Suara terlebih dahulu

BTN iklan

MALANG, (LEI) – Proses rekapitulasi surat suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Malang ,Jawa Timur 2018, berbeda dengan pemilu atau pilkada sebelumnya, yakni tanpa melalui panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat kelurahan.

Ketua Komisi pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zainuddin, Sabtu mengatakan rekapitulasi surat suara setelah pencoblosan Pilkada 2018 tidak melalui tingkat PPS seperti pemilihan umum sebelumnya. Setelah proses penghitungan (rekapitulasi) di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) langsung di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK).

“Pada pemilu atau pilkada sebelum-sebelumnya, rekapitulasi suara dilakukan berjenjang, dari TPS ke PPS, selanjutnya ke PPK dan terakhir di tingkat kota-kabupaten. Tahun ini tidak ada rekapitulasi di tingkat PPS,” ujarnya di Malang, Jawa Timur.

Bahkan, lanjut Zainuddin, untuk mempercepat rekapitulasi di tingkat kecamatan, KPU mengusulkan skema dua ruangan di setiap kecamatan. Sedangkan rekapitulasi di tingkat KPU dilaksanakan pada 4-6 Juli 2018.

Hasil rekapitulasi tersebut, kata Zainuddin, nantinya akan dimasukkan pada Sistem Penghitungan (Situng) yang kini diterapkan oleh KPU, sehingga masyarakat dapat mengakses hasil perhitungan “real count” tersebut.

Ia menerangkan jumlah perolehan suara itu didasarkan pada rekapitulasi hasil penghitungan di TPS yang dituangkan di formulir C-1. Hasil dari formulir C-1 itu kemudian dipindai oleh KPU Kota Malang dan dikirimkan ke KPU RI untuk dimasukkan ke Situng.  “Sistem ini merupakan bentuk keterbukaan informasi kami kepada masyarakat. Meskipun hasil dari Situng ini belum bisa disebut hasil resmi, karena hasil resmi tetap hasil penghitungan di tingkat KPU atau Kota,” ujarnya.

Pilkada Kota Malang yang digelar bersamaan dengan Pilkada Jatim pada 27 Juni nanti diikuti tiga pasangan calon, yakni pasangan calon nomor urut 1, Yaqud Ananda Qudban-Wanedi yang diusung PDIP, Partai Hanura, PPP, dan PAN serta didukung Partai NasDem.

Pasangan nomor urut 2, Moch Anton-Syamsul Mahmud yang diusung PKB, PKS dan Partai Gerindra, sedangkan pasangan nomor urut 3, Sutiaji-Sofyan Edy Jarwoko diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Namun, dari tiga calon wali kota Malang periode 2018-2023 itu, dua diantaranya menjadi tersangka kasus dugaan suap yang kini masih ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). [Antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami