Hukum

Agar Ekonomi ASEAN Lebih Berdaya Saing

BTN iklan
asia tenggara, asean, ekonomi asean kini
Gedung ASEAN

Jakarta, LEI/Antara – Kawasan Asia Tenggara saat ini merupakan salah satu wilayah yang tidak terkena dampak langsung perlemahan ekonomi global karena kuatnya jalinan integrasi yang dilakukan negara anggota ASEAN.

Hal itu merupakan perwujudan dari implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah dimulai sejak setahun lalu dengan tujuan menciptakan basis produksi dan pasar tunggal, kawasan yang kompetitif, pertumbuhan ekonomi merata, serta integrasi dengan ekonomi dunia.

Untuk memperkuat fondasi ekonomi, negara ASEAN juga berupaya mendorong serta mempromosikan kawasan ini sebagai daerah utama tujuan investasi global dan tempat berusaha yang menarik bagi investor.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan bahwa ASEAN harus menjadi salah satu daerah tujuan investasi global karena potensi ekonomi di kawasan Asia Tenggara saat ini sangat besar yang didukung oleh bonus demografi.

“ASEAN telah memiliki rekam jejak pertumbuhan ekonomi yang memadai dan relatif stabil meski ada ketidakpastian perekonomian global,” kata Mardiasmo dalam membawakan pidato kunci dalam pertemuan ASEAN Finance Ministers Investors Seminar (AFMIS) XI di Jakarta, Selasa (15/11).

Mardiasmo menjelaskan stabilitas ekonomi dan potensi penduduk produktif telah menjadi keunggulan ASEAN sehingga banyak pengamat yang melihat kawasan ini sebagai salah satu daerah tujuan investasi yang menarik.

“Integrasi kawasan memegang peranan penting dalam mendorong dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi ASEAN. Saat ini sebagai entitas tunggal, ASEAN merupakan ekonomi terbesar ketujuh dunia,” katanya.

Untuk itu, menurut Mardiasmo, terdapat lima strategi yang bisa didorong dan dikembangkan oleh ASEAN agar investor dari wilayah lain mau berinvestasi di kawasan Asia Tenggara.

Strategi pertama adalah meningkatkan investasi pada fasilitas infrastruktur publik maupun swasta di setiap negara ASEAN dan mendorong model urbanisasi yang produktif di kawasan Asia Tenggara.

Strategi kedua adalah dengan meningkatkan manfaat dari teknologi digital oleh sektor UKM, yang secara tidak langsung bisa mendorong penggunaan manajemen data di antara para negara anggota ASEAN.

“Strategi ketiga adalah dengan memperlancar rantai pasokan perdagangan di antara negara ASEAN, yang bisa menurunkan biaya logistik di seluruh Asia Tenggara,” kata Mardiasmo.

Strategi keempat adalah dengan melanjutkan harmonisasi penyamaan standar dan berbagai regulasi teknis lainnya untuk menghilangkan hambatan perdagangan maupun investasi di negara-negara ASEAN.

Strategi kelima adalah dengan mendukung mobilitas tenaga kerja di kawasan ASEAN serta mendorong produktivitas dengan peningkatan skill untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja berkualitas.

Mardiasmo mengharapkan dengan kapasitas ASEAN yang besar diikuti dengan lima strategi tersebut, nilai perdagangan maupun investasi di kawasan bisa makin tumbuh tinggi sesuai potensinya.

Hingga saat ini, nilai perdagangan di ASEAN pada tahun 2015 telah mencapai 2,28 triliun dolar AS, sedangkan nilai investasi langsung (FDI) ke ASEAN sebesar 120 miliar dolar AS pada tahun 2015 atau mencapai 11 persen dari total FDI dunia.

Meski terjadi perlambatan ekonomi global, PDB ASEAN pada tahun 2015 mencapai sekitar 2,5 triliun dolar AS yang didukung pertumbuhan ekonomi yang solid sebesar 4,7 persen. Pada 2016 dan 2017, pertumbuhan ekonomi regional diproyeksikan mencapai 4,5 persen dan 4,6 persen.

Investasi dan Daya Saing Senior Minister of State for Finance and Law Singapura Indranee Rajah menambahkan bahwa saat ini sangat penting bagi ASEAN untuk memperkuat ekonomi regional agar memiliki daya saing yang kompetitif dan investasi regional bisa lebih tinggi daripada potensinya.

“Tidak ada satu kebijakan yang cocok diterapkan untuk semua negara. Namun, setiap negara ASEAN harus memastikan adanya penguatan SDM, menjaga stabilitas makro, dan memperkuat konektivitas agar bisa memenuhi permintaan dan menjawab tantangan global,” katanya.

Rajah menambahkan bahwa kawasan ASEAN bisa menjadi mesin pertumbuhan global karena memiliki bonus demografi yang luar biasa dengan jumlah penduduk mencapai kisaran 600 juta orang serta pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil meski terdapat perlambatan ekonomi global.

“Yang terpenting adalah bagaimana membuat lingkungan bisnis yang memadai agar potensi ekonomi bisa tercapai. Hal ini tidak sulit dilakukan karena ASEAN telah memiliki stabilitas makro yang kuat serta mitra dagang yang potensial, seperti Tiongkok, India, dan Jepang,” katanya.

Rajah menjelaskan bahwa negaranya telah berupaya memperbaiki kinerja ekonomi dan membenahi iklim berusaha, salah satunya dengan mendorong penggunaan sistem teknologi digital untuk memperkuat kerja sama perdagangan internasional maupun investasi.

“Singapura telah menyiapkan ekonomi untuk masa depan dan kami mencoba untuk memenuhi permintaan untuk mengembangkan sistem teknologi informasi. Ini adalah area baru untuk penguatan perdagangan dan investasi, serta kesempatan yang baik untuk dikembangkan,” ujarnya.

Vice Minister of Finance Vietnam Hoang Anh Tuan Do menambahkan bahwa negaranya juga telah melakukan pembenahan dan konsisten melaksanakan reformasi struktural agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat serta penguatan ekonomi kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.

“Fokus Vietnam adalah mendorong investasi dan mengatasi tantangan di ASEAN dengan memperbaiki sistem jalan tol (highway) hingga 2020, membangun kereta cepat dan menyiapkan SDM yang berkualitas,” ungkapnya Selain itu, menurut dia, perdagangan maupun investasi intra-ASEAN juga harus diupayakan antarnegara Asia Tenggara agar kawasan ini bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global yang saat ini sedang dilanda kelesuan.

“Perdagangan dan investasi intra-ASEAN penting dilakukan antaranggota. Kami setuju dengan usulan untuk menghilangkan hambatan tarif karena itu kunci untuk mewujudkan perdagangan barang dan jasa. Kerja sama sektor finansial juga penting diupayakan,” kata Hoang Anh.

Dengan strategi yang ada dan didukung oleh kemauan untuk melakukan pembenahan, potensi ekonomi ASEAN untuk tumbuh dengan lebih baik akan makin terbuka dalam era globalisasi modern.

Tentunya hal ini juga harus diikuti dengan konsistensi kebijakan dalam tiga sektor yang saat ini telah berperan dalam integrasi ekonomi ASEAN yaitu komoditas dan energi, pariwisata, dan infrastruktur.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami