Opini

Agar Pancasila Tidak Mati Ditengah Era Digital

Pancasila ada untuk rakyat Indonesia tanpa membedakan satu sama lain.

BTN iklan

MANADO, (LEI) – Pancasila merupakan ideologi, pandangan dan falsafah hidup yang harus dipedomani bangsa Indonesia dalam proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan.

Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa dan memiliki nilai dasar yang diakui secara universal dan tidak akan berubah oleh perjalanan waktu.

Seiring dengan perjalanan waktu dan sejarah bangsa, kini apa yang telah diperjuangkan para pendiri dan pendahulu bangsa sedang menghadapi batu ujian keberlangsungannya.

Untuk itu, Pancasila perlu diperkuat di kalangan generasi muda bangsa. Dengan begitu, diharapkan dapat membendung segala paham yang menyesatkan.

Perkuat ideologi bangsa, Pancasila, khususnya kepada anak-anak muda karena membumikan Pancasila kepada generasi muda tidaklah mudah.

Tokoh Pemuda Sulut Ivanry Matu mengatakan Bangsa Indonesia harus bersyukur karena negara ini memiliki ideologi lengkap dalam menata kehidupan bangsa yang besar dan majemuk ini.

Tidak berlebihan rasanya jika menyebut ideologi Pancasila adalah pilar penting yang telah menjadi pemandu, pengatur, dan pengawas dalam bernegara dan berbangsa dalam segala dinamikanya.

Meskipun di era digital ini ketika bangsa Indonesia sebagai warga melaksanakan Pancasila ada begitu Banyak ancaman yang ingin merusak bingkai kebhinekaan, Ivanry yang juga bakal calon legislatif DPRD Provinsi Sulut dari Partai Demokrat untuk daerah Pemilihan kota Manado mengatakan tantangan bersama juga adalah bagaimana Pancasila itu diterapkan secara konsisten dan memenuhi rasa keadilan atau memihak kepentingan rakyat banyak sebagai pemilik saham terbesar di negara ini.

Sebagai bahan refleksi pemaknaan terhadap lahirnya Pancasila 1 Juni, dirinya akan menyoroti pada kesenjangan ekonomi, karena belum memenuhi keadilan sosial, seharusnya rakyat sebagai pemilik saham mayoritas harus menikmati kesejahteraan secara adil dan merata.

Karena pada kenyaataannya kekayaaan Bumi Indonesia dan segala isinya masih dikuasai oleh kelompok elit dan konglomerasinya.

Dia berharap semua warga akan kembali memaknai arti penting ideologi Pancasila terutama di era globalisasi saat ini.

Ia mengajak rakyat agar tetap menjaga bingkai kebhinekaan ini tetap kuat, kokoh terutama dalam dimensi teknologi digitalisasi saat ini.

Era globalisasi beserta implikasinya telah mengubah persepsi ancaman terhadap eksistensi suatu negara. Ancaman bagi bangsa dan negara, tidak lagi diwujudkan dalam bentuk ancaman secara fisik, melainkan ancaman tampil dalam wujud dan bentuk ancaman yang lebih kompleks dan mencakup seluruh dimensi kehidupan nasional.

Globalisasi dan eforia reformasi yang sarat dengan semangat perubahan, telah mempengaruhi pola pikir, pola sikap dan pola tindak generasi penerus bangsa dalam menyikapi berbagai permasalahan kebangsaan.

Sebuah negara akan menjadi besar apabila didukung oleh para pemuda yang sadar bahwa pendidikan itu penting bagi mereka.

Pemersatu perbedaan Tokoh masyarakat dan bakal calon Legislatif DPRD Sulut Partai Gerindra Dapil Minahasa Tomohon Herol Vresly Kaawoan mengatakan Pancasila adalah pemersatu segala perbedaan. Adanya momentum ini lebih memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebagai generasi penerus bangsa mari menjadi pelopor persatuan, mari anak bangsa sebagai perekat persatuan sudah saatnya rapatkan barisan dan merebut kembali Bhineka Tunggal Ika yang saat ini mulai terkikis dengan hadirnya paham-paham atau ideologi-ideologi radikal yang mengatasnamakan agama.

Dia mengatakan sebagai masyarakat di Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara (Sulut) yang memiliki semboyan “Torang Samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan” tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga perbedaan dan mempererat persatuan.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey memuji sikap masyarakat yang tetap mempertahankan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal Ini juga menunjukkan rakyat Indonesia yang menjaga Pancasila dan mendukung toleransi.

Pancasila adalah “living ideology’ yang masih sesuai dengan konteks kekinian Bangsa Indonesia.

Pancasila senantiasa harus diyakini kebenarannya, dipelajari, dimengerti dan dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan guna tetap kokoh sebagai living ideology.

Menurut Olly, alasan utama Pancasila harus diyakini kebenarannya karena tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa dekade terakhir ini, Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia mengalami keterpurukan yang ditandai dengan munculnya perilaku masyarakat yang seolah-olah mulai melupakan sejarah lahirnya Pancasila. Oleh karena itu, fungsi Pancasila sebagai pengatur perilaku negara menjadi sangat penting.

Fungsi Pancasila juga sebagai pengatur perilaku negara, artinya Pancasila merupakan sumber hukum dasar nasional yang secara konstitusional mengatur NKRI beserta seluruh unsurnya, yaitu rakyat, wilayah serta pemerintahan negara.

Wakil Gubernur Steven OE Kandouw menegaskan, segala paham radikal dan intoleran tidak boleh berkembang di Sulut.

Pemprov menolak paham-paham radikal dan intoleran masuk ke daerah ini. Pemda memuji masyarakat yang terus menegakkan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai sesuatu yang tidak bisa diganggu gugat. Ini final dan harga mati.

Pada pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat adat disepakati bahwa paham radikal tidak boleh tumbuh dan berkembang di bumi nyiur melambai.

Munculnya gerakan-gerakan intoleransi dan berpaham radikalisme bakal mengancam sendi-sendi kebangsaan yang telah dibangun dengan susah payah oleh pendiri bangsa.

Peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan harus terus dioptimalkan mengingat berbagai tantangan, hambatan dan ancaman terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara semakin beragam dan kompleks baik yang datang dari luar maupun dalam.

Sehingga menurut dia, kuatnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan nantinya akan memantapkan semangat kebangsaan masyarakat dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa.

Jika anak bangsa kuat dengan ideologi Pancasila, maka serangan apa pun zaman sekarang lewat digitalisasi tidak akan memberikan pengaruh negatif, bahkan lebih memperkuat dan menjadi negara dengan anak bangsa yang makin hebat lagi. [Antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami