InternasionalLiputan

Agen Travel Murah Tellmeclub Bangkrut

BTN iklan

(LEI/Japantimes) – Agen travel murah yang bermarkas di Tokyo, Tellmeclub akhirnya mengumumkan kebangkrutannya di Pengadilan Negeri Tokyo pada hari Senin dengan kewajiban ganti rugi ¥ 15,1 Miliar (sekitar Rp 1,8 Triliun), termasuk ¥ 9,9 Miliar yang berupa 36.000 kontrak perjalanan.

tellmeclub bangkrut
Chikako Yamada, pimpinan perusahaan Tellmeclub mengumumkan kebangkrutan perusahaannya.

Tellmeclub sekarang dilikuidasi, sebanyak 80 pegawai langsung kehilangan pekerjaannya, pimpinan perusahaan Chikako Yamada menyampaikan kabar tersebut melalu konferensi pers di Menteri bidang Transportasi pada pagi hari.

Agen travel murah ini bergabung dengan asuransi kebangkrutan milik Asosiasi Agen Travel Jepang, namun hanya dapat menutupi ganti rugi sebanyak ¥ 120 juta dari total keseluruhan ¥ 9,9 Miliar yang harus dibayarkan pada pengguna.

“Berdasarkan kondisi aset perusahaan sekarang, kami belum bisa memastikan untuk membayar ganti rugi pada tiap pengguna jasa kami, karena mereka sangat banyak,” Menurut statement yang di unggah pada website Tellmeclub di hari yang sama.

Yamada berulangkali meminta maaf selama konferensi pers, karena dia memutuskan untuk bangkrut di hari sebelumnya.

“Kami sungguh-sungguh memohon maaf karena telah menyebabkan masalah besar pada setiap orang yang terkena dampak kebangkrutan kami,” katanya.

Menurut data kementerian, terdapat 2.500 pengguna Tellmeclub yang tersebar di 38 negara pada Minggu, termasuk Hawaii, Korea Selatan, Taiwan, dan Italia.

Tiket yang sudah terlanjur dibagikan pada 2.500 pengguna yang sekarang sedang berada di luar negeri dianggap tetap valid meskipun pengumuman kebangkrutan sudah ada, kata kementerian.

Yamada, menganjurkan para pengguna yang masih ada di Jepang untuk tidak berpergian terlebih dahulu, ada kemungkinan hotel dan agensi travel lain di luar Jepang tidak menerima para pengguna Tellmeclub.

“Kami meminta para pengguna untuk menahan diri melakukan perjalanan ke luar negeri untuk memastikan keselamatan mereka,” kata Yamada.

Tellmeclub didirikan pada tahun 1998 di Kawasan Shibuya Tokyo, yang mengkhususkan diri dalam penjualan paket tour ke luar negeri secara online. Perusahaan ini mencatatkan penjualan sebesar ¥ 19,5 Miliar pada akhir September tahun lalu.

Menurut keterangan dari Yamada, performa bisnis mereka mulai merosot semenjak banyak maskapai penerbangan mulai menggunakan pesawat yang lebih kecil dan lebih sedikit kursi penumpang, hal ini menyebabkan Tellmeclub semakin kesulitan mendapat potongan harga dari tiket pesawat terbang.

Dalam dua tahun belakangan, Tellmeclub mulai memasang iklan di koran dalam rangka meningkatkan penjualan produk mereka yang ditargetkan bagi kalangan pengguna berusia tua, hal ini menyebabkan bengkaknya biaya operasi dengan keuntungan yang lebih kecil. Dan akhirnya perusahaan mengalami kemerosotan kondisi finansial tajam, kata Yamada.

Hari Kamis adalah batas akhir perusahaan untuk membayar ¥ 400 juta kepada Asosiasi Transportasi Udara Internasional, yang merupakan agen kunci Tellmeclub untuk mendapatkan tiket pesawat.

Perusahaan telah gagal untuk mengamankan dana transaksi, yang berujung deklarasi kebangkrutan oleh Yamada.

Seluruh pengguna diminta untuk memeriksa website Tellmeclub untuk informasi lebih lanjut mengenai kebangkrutan mereka.

Apakah ini tanda-tanda ekonomi Jepang melemah? Setelah Negara adidaya Amerika di nakhkodai Trump yg jutawan  Amerika cenderung proteksionis. Jepang terkena imbasnya dengan bangkrutnya Perusahaan Jasa Travel ini.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami