Agung Podomoro Bangun 1000 Rumah Mewah di Pulau Reklamasi – Legal Era Indonesia
Investasi

Agung Podomoro Bangun 1000 Rumah Mewah di Pulau Reklamasi

Agung Podomoro bangun 1000 rumah mewah
Bagikan ke:

JAKARTA, (LEI) – PT Muara Wisesa, yang merupakan anak perusahaan PT Agung Podomoro Land, pengembang reklamasi Pulau G berniat membuat seribu rumah di atas lahan seluas 161 hektare.

“Bisa saja seribu rumah karena 161 hektare ini kan luas sekali,” ujar Alvin pada hari Jumat.

Alvin mengatakan perencanaan bangunan apa saja yang bakal berdiri di atas pulau buatan itu sudah dibuat sejak lama. Di atas Pulau G akan dibangun Pluit City.

Di proyek kawasan Pluit City itu rencananya dibangun ruko, vila, apartemen, hotel, perumahan, pusat belanja, taman, serta plaza. Menurut Alvin, rumah maupun apartemen yang akan dibangun menjangkau kalangan menengah hingga atas.

Dia berharap agar pemerintah segera mencabut sanksi moratorium reklamasi yang dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada Mei tahun lalu. Sanksi itu diberikan untuk Pulau C, D, dan G lantaran pengembang dianggap melanggar. Selama moratorium, pengembang diminta untuk melakukan sejumlah perbaikan.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) baru Pulau G sedang dalam tahap kajian. Dia menargetkan kajian selesai pada pekan depan sehingga surat pencabutan sanksi bisa sekaligus diterbitkan bersama dengan Pulau C dan D yang telah dinyatakan memenuhi syarat.

“Saya yakin Pak Luhut adalah orang yang optimistis,” ujar Alvin.

Alvin mengklaim pihaknya menjalankan semua persyaratan yang diberikan dan berjanji mematuhi semua aturan. “Semua syarat dari Kementerian Lingkungan sudah kami jalankan. Koordinasi dengan PLN dan PT Pertamina terkait pipa gas juga sudah dilakukan,” kata dia.

Adapun jarak antara Pulau G dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang cukup dekat. Reklamasi dikhawatirkan bakal mengganggu operasional pembangkit yang memasok listrik ke Jakarta itu.

Selain untuk kawasan komersil, Asisten Pembangunan DKI Jakarta, Gamal Sinurat mengatakan di atas lahan itu juga akan dibangun fasilitas umum atau fasilitas sosial. Menurut dia, fasilitas untuk kepentingan nelayan juga tak akan dikesampingkan. Dia mencontohkan seperti di Pulau C dan D akan dibangun dermaga dan pasar apung. “Detailnya apa saja ada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,” ujar Gamal.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta pengembang reklamasi Pulau C dan D membangun dermaga dan perumahan untuk nelayan. Ia memasukkan kedua prasarana itu dalam daftar yang harus dibangun pengembang pulau reklamasi, selain jembatan sepanjang 5 kilometer ke Dadap, Kabupaten Tangerang. [Tempo]

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top