EkonomiHEADLINES

Air Asia tambah Jumlah Pengangguran di Indonesia akibat Likuidasi

BTN iklan

LEI, Jakarta- AirAsia X Berhad akan menjalankan proses likuidasi unit usahanya di Indonesia dalam upaya untuk bertahan dari pandemi virus corona yang hampir mengikis habis operasional perusahaan.

Dilansir dari Bloomberg, deputy chairman Air Asia X, Lim Kian Onn, mengatakan lini bisnis Grup AirAsia yang melayani penerbangan jarak jauh ini juga telah menghapus bukukan 49 persen sahamnya di Thai AirAsia X.

Upaya tersebut dilakukan di tengah rencana restrukturisasi AirAsia X untuk membayar utang senilai 63,5 miliar ringgit (US$15,3 miliar) dan menyelamatkan usaha dari kehancuran. Sebelum dilaksanakan, proposal tersebut membutuhkan persetujuan dari investor dan kreditor.
Lim mengakui proses negosiasi awal dengan kreditor sulit dilakukan karena mereka kecewa terhadap langkah perusahaan. Mereka meminta persyaratan yang lebih baik, termasuk ekuitas gratis untuk hutang yang dihapuskan. Namun, hal ini tidak mungkin dipenuhi oleh maskapai penerbangan.

Meski begitu, Lim mengatakan mereka semua benar-benar ingin mencari jalan tengah guna menyelamatkan maskapai. “Tidak ada yang bisa mendapatkan keuntungan dari penutupan usaha kami,” katanya kepada The Star, seperti dikutip Bloomberg.

Maskapai ini berencana untuk melanjutkan penerbangan pada kuartal pertama, 2021, meskipun prosesnya masih fleksibel.

Jika rencana penyelamatan mendapat persetujuan, perusahaan harus menegosiasikan kembali setiap kontrak dan akan melakukan yang terbaik untuk menjaga kepentingan semua pemangku kepentingan.

Dikabarkan juga AirAsia X Berhad (AirAsia X) telah mengumumkan rencana restrukturisasi yang bertujuan memfasilitasi suntikan ekuitas baru setelah menghadapi kendala likuiditas akibat pandemi.

CEO AirAsia X Benyamin Ismail menyatakan risiko default atau gagal bayar dalam waktu dekat atas komitmen kontrak akan memicu potensi likuidasi maskapai penerbangan. Maskapai mengharapkan restrukturisasi utang sebesar US$15,3 miliar atau setara dengan Rp225,45 triliun (kurs Rp14.735) selesai pada akhir kuartal berikutnya.

“Restrukturisasi hutang besar-besaran dan negosiasi ulang kewajiban keuangan merupakan prasyarat untuk setiap peningkatan ekuitas baru yang akan diperlukan untuk memulai kembali maskapai penerbangan,” jelasnya dalam siaran pers, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya industri penerbangan masih memegang peranan penting untuk untuk perdagangan, bisnis dan pertumbuhan ekonomi, terutama ke pasar inti di China, Jepang, Korea dan Australia karena perusahaan telah membangun langkah pijakan di sana. Penutupan penerbangan untuk pasar-pasar ini dapat mempengaruhi pengeluaran stimulus, kontribusi PDB, dan lapangan kerja dalam rantai pasokan industri penerbangan.

Berdasarkan analisanya, sejauh ini AirAsia memiliki basis biaya rendah sehingga telah berada di bagian pasar yang tepat. Selain itu sebetulnya juga banyak pasar utama perusahaan berada di zona hijau sehingga kemungkinan akan dibuka kembali terlebih dahulu.

Secara internal AirAsia X telah menunjuk Dato ‘Lim Kian Onn sebagai Deputy Chairman untuk memimpin restrukturisasi maskapai. Latar belakang Lim Kian Onn merupakan seorang Chartered Accountant dan seorang bankir investasi dan telah menjadi anggota Dewan AirAsia X sejak 2012.

Selain itu Dewan dan manajemen telah menilai berbagai opsi dan mengusulkan rencana restrukturisasi yang jika disetujui, akan menjamin kelanjutan kemampuan maskapai untuk terbang kembali. Rencana tersebut meliputi, pertama Skema Restrukturisasi Hutang yang mencakup usulan penyelesaian hutang dan pembebasan hutang yang melibatkan kreditur tanpa jaminan.

Tujuannya memungkinkan Grup mengatasi kewajiban hutangnya secara tertib dan mencapai struktur hutang yang berkelanjutan dari arus kas operasi masa depan.

Selanjutnya revisi rencana bisnis grup dengan melakukan rasionalisasi jaringan rute, penentuan ukuran armada pesawat terbang, perbaikan basis biaya dan optimalisasi tenaga kerja, semuanya bertujuan untuk memastikan bisnis yang lebih ramping dan berkelanjutan di masa depan.

Ketiga adalah keterlibatan dengan Mitra Bisnis. Menurutnya kunci keberhasilan rencana restrukturisasi yang diusulkan termasuk dukungan dari mitra bisnis untuk melanjutkan hubungan jangka panjang sebelum dan sesudah restrukturisasi.

AirAsia X menyebutkan melibatkan semua mitra bisnis utama dan berharap untuk menandatangani kontrak, perjanjian dan atau pengaturan yang mencerminkan dan mendukung rencana bisnis yang direvisi maskapai setelah berhasil menyelesaikan restrukturisasi.

Kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami