BTN iklan
Politik

Akhirnya Borok Prabowo Dibuka oleh Alumni 212

JAKARTA, (LEI) – Tak jadi dicalonkan sebagai cagub di Jawa Timur, akhirnya pemilik nama lengkap La Nyalla Mattalitti berkicau. Belakangan, ia membeberkan dugaan permasalahannya dengan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto.

La Nyalla mengaku, ia dimintai uang Rp 40 miliar oleh Prabowo meski belum menerima rekomendasi dari Ketua Umum Gerindra tersebut untuk maju di Pilkada Jawa Timur.

Bak bola salju yang menggelinding makin lama makin besar. Orang dekat mantan Ketua Umum PSSI itu, Tubagus Daniel Hidayat mengaku, pihaknya sudah menggelontorkan banyak uang ke seorang oknum di Gerindra terkait Pilkada Jawa Timur. Uang itu, menurut dia, untuk pencalonan La Nyalla.

“Perjalanan demi perjalanan, timbul minta (mobil) Rubicon satu. Saya iyakan, saya belum main rekam-rekaman, saya masih percaya, selanjutnya minta uang,” kata Daniel saat mendampingi La Nyalla, pada konferensi pers di Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, Kamis 11 Januari 2018.

Salah seorang anggota Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo mengatakan, ada tiga hal yang selalu ditanya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada calon kepala daerah (kada) sebelum resmi diusung. Apa saja?

Dia mengatakan, hal pertama yang ditanya adalah masalah uang. Prabowo selalu menanyakan, apakah calonnya itu mempunyai cukup uang untuk bertarung di pilkada. “Karena kita tahu, biaya demokrasi di Indonesia ini high cost, tak bisa uang sedikit,” kata dia di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).

Lalu yang kedua adalah elektabilitas calon tersebut apakah tinggi atau tidak. “Kemudian yang ketiga, kalau sudah jadi kepala daerah, harus siap membantu Prabowo untuk menjadi presiden,” ucap dia.

Soal uang Rp 40 miliar yang diminta ke La Nyalla untuk Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Idrus menganggapnya hal biasa. Menurut dia, Prabowo tak mau ketika sudah memberikan rekomendasi ke Nyalla, ternyata salah satu tokoh persepakbolaan nasional itu tak punya uang.

“Karena saya enggak mau nanti capek lagi nyari uangnya,” kata Idrus menirukan ucapan Prabowo.

Versi Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan La Nyalla terkait adanya permintaan uang sebesar Rp 40 milliar oleh Prabowo Subianto. Fadli mengaku tidak pernah mendengar ataupun menemukan bukti akan pernyataan itu.

Dia meyakini Prabowo hanya menanyakan kesiapan finansial La Nyalla sebagai kebutuhan logistiknya selama Pilkada Jatim 2018.

“Kalau misalnya itu terkait dipertanyakan kesiapan untuk menyediakan dana untuk pemilik yang digunakan untuk dirinya sendiri itu sangat mungkin,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Dia menjelaskan logistik sangat dibutuhkan saat pertarungan, apalagi kebutuhan Pillkada sangat besar. Seperti halnya untuk pemenangan baik digunakan untuk pertemuan, perjalanan, konsumsi, untuk saksi dengan jumlah tempat pemungutan suara yang sangat besar, hingga untuk gerakan relawan.

“Jadi saya kira wajar, bukan untuk kepentingan pribadi, kepentingan partai, tapi kepentingan yang bersangkutan,” ujar dia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close