Internasional

Aksi Demonstrasi Meningkat, KBRI Iran Peringatkan WNI untuk Waspada

BTN iklan

TEHERAN,Lei – Berbeda dengan beberapa negara yang merayakan tahun baru dengan antusias, warga Iran justru sibuk menggelar demonstrasi saat momen pergantian tahun. Rakyat Iran menggelar demonstrasi besar-besaran di penghujung 2017 untuk memprotes perekonomian yang memburuk dan dugaan korupsi di pemerintahan.

Demonstrasi tersebut digelar di Ibu Kota Teheran dan kota-kota besar di Iran itu merupakan unjuk rasa anti-pemerintah terbesar sejak 2009. Gelombang protes rakyat Iran bahkan kini mencapai Ibu Kota, Teheran. Gelombang demonstrasi anti pemerintah diketahui dipicu sebagian oleh kekecewaan atas kesulitan ekonomi dan dugaan korupsi pasca-terpilihnya kembali Presiden waktu itu, Mahmoud Ahmadinejad, yang menimbulkan perselisihan.

Berdasarkan rilis yang diterima Okezone, Senin (1/1/2018), kerumunan massa dan aksi demonstrasi di Ibu Kota Teheran semakin meningkat. Menyusul informasi tersebut, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran memperingatkan warga negara Indonesia (WNI) untuk lebih waspada.

Pihak KBRI setidaknya memberikan empat poin penting bagi WNI di sana yaitu:

1. Menghindari kerumunan massa yang mengganggu keterlibatan dan keamanan umum.

2. Bagi WNI yang hendak beraktivitas di luar rumah, diharapkan untuk selalu membawa identitas diri (ID/Paspor dan identitas lainnya) untuk mengantisipasi adanya pemeriksaan keamanan di tempat umum.

3. Senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi dengan sesama masyarakat dan diaspora Indonesia di Iran.

4. KBRI Teheran dapat senantiasa dihubungi melalui nomor hotline (aktif 24 jam) +989129632269, +98912 0067021, +98912 0368594 atau +989121891952

Hingga kini, sedikitnya dua orang tewas akibat aksi demonstrasi ini. Selain memprotes dugaan korupsi, para demonstran juga ditujukan pada keterlibatan Iran dalam perang di beberapa wilayah Timur Tengah terutama di Suriah yang menghabiskan banyak biaya. Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah pertumbuhan ekonomi yang lambat di bawah Pemerintahan Presiden Hassan Rouhani meski sanksi terhadap Iran telah dicabut melalui Perjanjian Program Nuklir 2015.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami