HukumInternasional

Aksi Penipuan Terus Mengancam

BTN iklan

JAKARTA/Lei – Ahmad Siddik Badruddin, Direktur PT Bank Mandiri Tbk., menceritakan tentang kisah seorang perempuan paruh baya yang kebingungan di depan mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Satpam yang dipandang menjadi satuan pengamanan dianggap menjadi salah satu orang yang bisa dipercaya membuat perempuan itu meminta bantuan kepada sang satpam.

“Ya, pernah ada kejadian seperti itu, perempuan paruh baya itu memberikan semua PIN-nya kepada satpam untuk membantu transaksi lewat ATM. Padahal, rasa kepercayaan terhadap orang tidak dikenal itu menjadi titik awal potensi terjadinya penipuan,” ujarnya, Rabu (1/6).

Kasus besar terkait penipuan karena terlalu percaya dengan rekan atau orang lain pernah terjadi pada 2011. Saat itu, Melinda Dee, Relationship Manager Citibank Indonesia, ketahuan membobol dana nasabah senilai Rp40 miliar.

Budi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjelaskan kasus Melinda Dee itu terjadi karena adanya kepercayaan berlebihan nasabah terhadap relation manager tersebut.

Hal itu membuat nasabah tidak ragu memberikan informasi rahasia kepada Melinda karena merasa sudah menjadi rekan dekat.

Susi Liestiowati, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., pun membenarkan kepercayaan yang berlebihan baik kepada orang lain, rekan, dan keluarga itu menjadi potensi penipuan paling besar. Akibat terlalu percaya, orang kerap melupakan data-data yang harusnya dirahasiakan.

“Bukan hanya kepada orang lain, kepada keluarga pun rahasia pin bisa membuat terjadinya fraud. Meskipun, hanya ditipu Rp50.000, itu pun termasuk penipuan kan?,” ujarnya.

Selain masalah kerap mempercayai orang lain berlebihan, masyarakat Indonesia yang mudah tergiur dengan tingkat keuntungan tinggi dengan melakukan hal sepele juga menjadi potensi besar aksi penipuan.

Siddik kembali bercerita ada kasus seorang pria yang diminta tolong melakukan transfer sejumlah uang dengan imbalan beberapa persen dari transaksi menjadi komisinya.

Melihat ada keuntungan yang didapat dari transaksi itu, sang pria langsung menyetujui untuk membantu transfer.

“Padahal, dia enggak pernah tahu tujuan transfer itu apa dan apakah itu uang halal atau bukan. Hal seperti itu bisa berujung penipuan juga,” ujarnya.

Dengan potensi penipuan yang besar itu, menurut data dari Bank Mandiri menunjukkan di seluruh dunia sektor jasa keuangan memang yang paling besar berpotensi mengalami penipuan sebesar 45%.

Di posisi kedua dan ketiga ada jasa kesehatan dan pemerintah yang total potensi penipuan 41%.

Tingkat peluang penipuan di sektor jasa keuangan pun kian tinggi seiring dengan masuknya era digital. Dengan beberapa aksi seperti mengirimkan malware, melakukan phisingcard trapping, card skimming, system breach outsider, dan system breach insider.

Dengan kondisi itu, perbankan pun dituntut kian memperketat keamanan digitalnya, tetapi selain itu perbankan juga harus memastikan tidak ada permainan ‘orang dalam’ setiap terjadi penipuan.

Imam Budi Sarjito, Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk., memaparkan dalam pencegahan penipuan, perseroan melakukannya dengan strategi yang sesuai dengan anjuran OJK yaitu strategi anti fraud dalam bentuk empat pilar. Empat pilar itu pun terdiri dari pencegahan, deteksi, investigasi, dan evaluasi.

“Dalam pencegahan yang harus dilakukan adalah bagaimana kami harus mengenali detail setiap pegawai dan identifikasi kerawanan. Lalu, pada tahap deteksi lewat kebijakan dan mekanisme whistleblowing, tahap investigasi lewat standar investigasi, mekanisme pelaporan, dan sanksi, terakhir tahap evaluasi yang dilakukan adalah pemantauan dan tindak lanjut,” paparnya.

Di luar empat pilar itu, beberapa bank juga memberikan sosialisasi edukasi kepada nasabah untuk lebih berhati-hati. Seperti yang dilakukan Bank Mandiri yang menyosialisasikannya lewat media sosial maupun di ATM.

Nah, agar beraktivitas di perbankan tetap aman, maka selain mengandalkan keamanan yang dibentuk bank, masyarakat juga harus waspada setiap saat karena penipuan terjadi disebabkan ada kesempatan.

Perlihatkan Lebih

6 Komentar

  1. Attractive section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account your blog posts.

    Any way I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement
    you access consistently fast.

  2. This is the perfect site for everyone who wants to find out about this topic.
    You realize a whole lot its almost hard to argue with you (not that I
    personally will need to…HaHa). You certainly put a brand new spin on a subject that’s
    been discussed for ages. Great stuff, just excellent!

  3. Heya this is kinda of off topic but I was wanting to know
    if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML.
    I’m starting a blog soon but have no coding knowledge so I wanted to get guidance from someone with experience.
    Any help would be greatly appreciated!

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami