BTN iklan
Internasional

Aktivis Indonesia Berbagi Kisah saat Mengujungi Rumah Razan Al Najjar di Gaza

AKARTA (LEI)- – Relawan medis Razan Al Najjar gugur usai ditembak sniper Israel pada Jumat 1 Juni 2018. Kepergian Razan tak hanya meninggalkan duka bagi warga Palestina, tapi juga umat Islam di dunia, termasuk Indonesia.

Aktivis kemanusiaan Indonesia yang berada di Gaza, Muhammad Husein, berkesempatan bertemu dengan ayah almarhumah saat bertakziyah ke rumah duka di Desa Khujaah, Khan Yunis, pada 3 Juni lalu.

Razan Al Najjar Semasa Hidup (foto: Palestinian Information Center)

Razan Al Najjar Semasa Hidup (foto: Palestinian Information Center)

“Alhamdulillah Allah masih mengizinkan saya untuk datang ke rumah duka keluarga Razan yang berada di wilayah Khan Yunis, Desa khujaah. Razan ini merupakan salah contoh bagaimana keberanian yang dimiliki warga Palestina, khususnya di Jalur gaza. Beliau ini adalah simbol perjuangan kaum hawa, Muslimah, di Gaza,” kata Husein, dalam penuturan di akun media sosianya, Selasa (5/6/2018).

Pria asal Bogor, Jawa Barat tersebut bisa merasakan ayah almarhumah, Ashraf Al Najjar, begitu terpukul dengan kepergian putrinya. Razan merupakan anak tertua dari enam bersaudara. Almarhumah meninggalkan dua adik perempuan dan tiga saudara laki-laki.

“Ayah Razan bernama Ashraf, terlihat sangat terpukul dengan syahidnya sang anak,” tutur Husein.

Untuk menghibur Ashraf, Husein pun menyampaikan ungkapan duka yang mendalam dari umat Islam Indonesia.

“Saya juga dalam kesempatan itu, saat takziyah ke tempat Razan, saya sampaikan kepada sang ayah, pesan, salam, dan duka mendalam, dari warga Indonesia. Saya juga sempat memberikan panfelt atau banner kecil, sebagai tanda bahwa umat Muslim Indonesia juga berduka. Di Gaza itu, sudah menjadi adat ketika ada rumah duka mereka yang hadir bertakziyah membawa semacam tulisan-tulisan,” ujar pria yang memiliki 18.000 subscriber di channel YouTube dan 73.100 follower di akun Instagram itu.

Husein juga menyampaikan kepada Ashraf, bahwa rasa kehilangan juga dirasakan umat Islam Indonesia. “Razan yang tadinya bukan siapa-siapa, tidak dikenal. Namun subhanallah, tiba-tiba menjadi inspirasi. Tidak hanya di gaza, tapi juga di Indonesia, inspirasi di dunia. Hampir semua media sosial membicarakan Razan,” kata Husein.

Razan meninggal setelah dadanya tertembus peluru sniper Israel saat menolong demonstran yang terluka akibat terkena gas airmata. Dia merupakan relawan medis kedua yang meninggal akibat ditembak Israel sejak aksi demonstrasi ‘Great March to Return’ digelar pada 20 Maret.

Aksi itu digelar untuk memperingati 70 tahun pencaplokan tanah Palestina oleh Israel. Mereka mendatangi perbatasan sebagai simbol untuk pulang ke tanah yang dirampas Israel pada perang 1948. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close