InternasionalTekno

Alibaba Cloud di Tengah Persaingan Layanan Komputasi Awan Indonesia

BTN iklan

(LEI)- Pada 15 Maret 2018 lalu, raksasa e-commerce asal Cina Alibaba resmi membangun data center di Indonesia melalui anak perusahaannya, Alibaba Cloud. Alibaba Cloud menjadi penyedia layanan komputasi awan milik perusahaan asing yang pertama membangun data center di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambut pihak asing apa pun yang hendak berbisnis di tanah air, selama memberi nilai tambah bagi Indonesia.

Boleh datang ke Indonesia, boleh berbisnis di Indonesia tapi beri nilai tambah bagi Indonesia. Bayar pajak dan lain sebagainya, juga jangan lupakan generasi muda.

 Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia

Perwakilan Alibaba Cloud menyerahkan plakat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebagai simbol peresmian data center Alibaba Cloud di Indonesia

Head of ASEAN & ANZ Alibaba Cloud Raymond Ma mengatakan Indonesia memiliki peluang yang besar di bidang teknologi. Alibaba Cloud hadir di Indonesia untuk memenuhi perkembangan kebutuhan masyarakat yang didorong oleh transformasi digital.

Kebutuhan data center di Indonesia

Indonesia saat ini sedang dalam proses menuju masyarakat berorientasi digital. Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menyebutkan bahwa penetrasi internet di tanah air telah mencapai 54 persen. Proses digitalisasi juga mulai merambah ke berbagai aspek, seperti transportasi dan usaha jual beli online.

Perkembangan teknologi tersebut berperan dalam pertumbuhan data, yang kemudian mendorong permintaan terkait solusi pengelolaan data dan penyimpanannya.

Cloud paper | Photo

Data center merupakan infrastruktur krusial yang memungkinkan terjadinya komputasi awan

Data center merupakan bagian penting dunia bisnis modern, terutama pada perusahaan teknologi. Pada infrastruktur teknologi informasi inilah perusahaan menyimpan data, sistem cadangan, hingga menjalankan proses komputasi dalam skala yang besar.

Tak hanya berguna dalam kegiatan bisnis, data center juga dimanfaatkan oleh perusahaan dalam manajemen risiko hingga efisiensi operasional. Perusahaan dapat meminimalkan potensi terhambatnya bisnis karena kendala teknis dengan memanfaatkan data center.

Meski memiliki data center merupakan langkah yang bermanfaat bagi perusahaan, namun mendirikan fasilitas ini cukup mahal. Proses pemeliharaannya pun memerlukan biaya yang tidak sedikit. Di sinilah peran pihak perusahaan penyedia layanan data center seperti Alibaba Cloud, yaitu menyewakan kemampuan komputasi awan dengan biaya yang cukup terjangkau.

Google Cloud Platform T Shirt Back | Photo

Google merupakan salah satu penyelenggara layanan data center yang aktif menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi di Indonesia | Sumber gambar: Chromplex

Persaingan pemain besar penyedia layanan komputasi awan

Menjadi perusahaan asing pertama yang membangun data center di Indonesia, Alibaba Cloud bukanlah satu-satunya perusahaan penyedia layanan komputasi awan yang telah menggarap pasar dalam negeri. Sebelumnya sejumlah pemain besar lain telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dan menawarkan layanan masing-masing.

Microsoft yang memiliki platform Azure telah menggandeng Telkomtelstra dalam meluncurkan solusi layanan Hybrid Cloud berbasis Azure Stack di Indonesia pada Agustus 2017. Upaya tersebut merupakan usaha bersama untuk melakukan penetrasi ke pasar jasa cloud yang tengah berkembang di Indonesia. institusi lokal yang menggunakan layanan cloud iniberasal dari berbagai elemen, seperti perusahaan asuransi AIA Indonesia hingga Universitas Atma Jaya.

Sementara, Google yang memiliki platform Google Cloud pernah menyelenggarakan Google Cloud Summit pada November 2017. Acara tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai tool yang tersedia pada Google Cloud. Beberapa pengguna layanan cloud ini adalah GO-JEKdan Qlue.

Geliat pemain besar komputasi awan menjadikan Indonesia sebagai arena persaingan yang menjanjikan.

Lalu ada IBM Indonesia yang pada Agustus 2017 mengajak pelaku bisnis dan industri mengenal lebih jauh tentang cognitive computing dan peluang yang mampu mengembangkan bisnis dari solusi ini melalui ajang IBM Watson Indonesia Summit.

Amazon Web Service (AWS) sendiri hadir dengan membuka kantor layanan konsultasi di Jakarta pada Maret 2018. Langkah ini guna mendukung basis pelanggan yang tengah berkembang pesat di Indonesia. Beberapa perusahaan teknologi lokal yang telah menggunakan layanan AWS adalah Blibli, Traveloka, dan BerryBenka.

Geliat pemain besar komputasi awan menjadikan Indonesia sebagai arena persaingan yang menjanjikan. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh DBS dengan tajuk Data Centre & Cloud: Divestments and M&As to Accelerate in 2018, tingkat pengembalian modal investasi (ROIC) di Indonesia mencapai 11,6 persen. Capaian itu merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Sementara dalam laporan Synergy Research Group menunjukkanperkembangan layanan infrastruktur cloud melonjak 46 persen dari kuartal terakhir tahun 2016.

Sebagian besar ekspansi didorong oleh pertumbuhan agresif Amazon (AWS), Microsoft, Google, dan Alibaba. Masing-masing meningkatkan pangsa pasar dengan menyediakan layanan cloud untuk perusahaan-perusahaan kecil.

Meskipun posisi Alibaba Cloud terbilang baru di Indonesia, namun kehadiran data center menjadikannya selangkah lebih maju dalam menggarap pasar komputasi awan di Indonesia.

Data Center Worker | Photo

Data center memerlukan pemeliharaan rutin agar dapat bekerja optimal | Sumber gambar: Lintasarta

Regulasi dan manfaat data center di Indonesia

Regulasi terkait komputasi awan dan segala transaksi yang ada di internet sudah diatur dalam PP No 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Regulasi tersebut memudahkan penegak hukum mengakses data apabila terjadi masalah. Akan lebih sulit jika mengakses data center dari negara lain karena perlu izin dari negara tersebut.

read also

Selain itu, keberadaan data center di dalam negeri juga memiliki kelebihan tersendiri bagi para pengguna layanan lokal. Selain akses terhadap layanan yang lebih mudah, para pengguna dan masyarakat umum dapat menikmati koneksi yang lebih cepat berkat latensi yang rendah.

Indonesia sedang dalam proses transformasi digital melalui upaya pemerintah dari berbagai aspek. Tidak menutup kemungkinan jumlah data center akan bertambah, seiring perkembangan infrastruktur Indonesia dan pertumbuhan pengguna internet di dalam negeri yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. (idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami