Hukum

Almagary Berharap Damai di Mediasi

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Almagary Challenge Ltd. mengharapkan perkara wanpretasi yang menyeret perusahaan asuransi PT Citra International Underwriters dan reasuransi AIG Asia Pacific dapat damai dalam agenda mediasi.

Perusahaan persewaan pesawat terbang asal Inggris tersebut menggugat PT CIU (tergugat I)  dan AIG Asia Pacific (tergugat II) lantaran tidak mencairkan klaim kecelakaan pesawat terbang. Nilai gugatan dalam perkara ini senilai US$1,59 juta.

Kuasa hukum Almagary Challenge Any Aryani mengatakan pihaknya akan mengusulkan beberapa opsi perdamaian dalam mediasi. Dia berharap opsi tersebut disetujui oeh para tergugat.

“Di mediasi kami bisa membicarakan penyelesaian seperti apa yang diinginkan, berdasarkan bukti yang kami miliki. Kami ingin selesai di mediasi,” katanya kepada Bisnis, Kamis (26/1).

Menurutnya, pihak tergugat tidak bisa mengelak tentang bukti polis yang dimiliki oleh penggugat. Dia mengakui presiden direktur tergugat I telah menghubungi dirinya untuk mengirim bukti polis asuransi.

Hal ini ditindaklanjuti dengan pengiriman perpanjangan polis dari Almagary kepada tergugat I. Menurutnya, polis tersebut sudah bisa menjadi bukti kuat yang mengungkapkan adanya kesepakatan asuransi antara penggugat dan tergugat.

Penggugat mengajukan klaim senilai US$1,59 juta. Adapun tanggung jawab PT CIU sebesar 0,12% atau sekitar US$1.900. Sisanya merupakan tanggung jawab dari reasuransi AIG.

Nilai tanggung jawab dari PT CIU, sebutnya, telah dikomunikasikan dengan Boston Mark Group selalu broker asuransi. PT CIU telah menyetujui untuk menanggung hak penggugat.

Sementara itu, kuasa hukum PT CIU Jansen Ginting berujar kliennya tidak pernah menerima satu pun polis dari penggugat. Padahal, terikatnya hubungan hukum dalam asuransi antara penanggung dan tertanggung ditandai dengan terbitnya polis.

“Selama tidak ada polis lama yang masuk, ya, mana ada perpanjangan polis. Itu terserah penggugat saja jika mereka mengklaim memiliki bukti,” ujarnya usai sidang.

Pihaknya mengaku belum tahu tentang perdamaian yang ditawarkan oleh penggugat dalam mediasi. Dengan begitu, Jansen belum bisa berkomentar banyak tentang perdamaian.

SALAH PIHAK

Sebelumnya Corporate Secretary PT CIU Rabi Syalam mengatakan pihaknya tidak pernah memiliki hubungan dan kesepakatan bisnis apapun dengan Almagary Challenge. Perusahaan, lanjutnya, tidak mempunyai perjanjian asuransi atau pertangguhan konsensual secara tertulis yang berupa polis Almagary.

“Kami menekankan antara penggugat dan kami tidak ada kontrak yang mengikat secara hukum,” katanya.

Rabi melanjutkan, perusahaan tidak pernah mengeluarkan persetujuan klaim asuransi dan tidak pernah menerima premi dari Almagary Challenge. Karena itu, gugatan tersebut dinilai error in persona, atau salah alamat.

Dia mempertanyakan bukti dokumen yang digunakan Almagary Challenge untuk mengajukan gugatan wanprestasi terhadap PT CIU. Sepengatahuannya, penggugat mengajukan asuransi pesawat terbang kepada broker asuransi asal Inggris Boston Marks Group Ltd.

Akan tetapi, dia menyangkal broker asuransi tersebut telah melimpahkan klaim asuransi Almagary kepada PT CIU. “Kami merasa nama perusahaan dicatut dalam perkara ini. Penggugat seharusnya menggugat Boston Marks Group. Ini sudah salah alamat dari awal,” tuturnya.

Sebelum masuk ke pokok perkara, pihaknya meminta penggugat mencabut tuntutannya. Dia berharap tidak ada lagi yang dibahas dalam proses mediasi.

Kuasa hukum AIG Asia Pacific Insurance Dhan Rahadiansyah dari kantor hukum Dhan Rahadiansyah & Partners Advocates berpendapat gugatan tersebut seharusnya tidak ada. Kliennya menolak mencairkan klaim asuransi karena ada pertimbangan tertentu yang menyebabkan asuransi  tidak bisa cair.

“Penolakan pencairan asuransi dibenarkan oleh hukum. Dan kami memiliki dasar kuat untuk menolak klaim dari penggugat,” katanya pekan lalu.

Perkara yang terdaftar dengan register No.505/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Pst ini telah masuk dalam tahap mediasi. Mediasi kedua akan kembali digelar pada 16 Februari 2017.

 

 

 

(bisnis)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami