Hukum

Almagary Gugat AIG Asia & CIU

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Perusahaan maskapai penerbangan asal Inggris, Almagary Challenge Ltd. menggugat PT Citra International Underwriters (CIU) dan AIG Asia Pacific Insurance Pte Ltd. dengan tuduhan wanprestasi.

Perusahaan asuransi umum asal Indonesia dan perusahaan reasuransi di Singapura itu digugat lantaran tidak mencairkan klaim berdasarkan akad perjanjian asuransi.

Klaim yang dimaksud adalah ganti rugi kecelakaan pesawat Cessna Caravan 208 di Pogapa, Papua pada 28 Oktober 2013. Nilai total biaya perolehan kembali dari asuransi diklaim mencapai US$1,59 juta.

Adapun, pesawat yang melayani penerbangan domestik di Indonesia bagian timur ini dioperasikan oleh PT Pegasus Air Service.

Kuasa hukum Almagary Challenge Marusaha dari kantor hukum Any Aryany & Partners mengatakan kliennya merupakan perusahaan persewaan pesawat terbang kepada afiliasinya di Indonesia, Pegasus Air. Sebagai pemilik pesawat, penggugat berhak atas pertanggungan santunan asuransi sebesar 99,88% dari klaim.

“Kami meminta pencairan klaim asuransi atas pesawat kami yang mengalami kecelakaan. Namun tergugat II selaku penjamin tergugat I menolak untuk mencairkan klaim. Ini wanprestasi,” katanya usai persidangan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (5/1).

Dalam kesepakatan reasuransi, tergugat II merupakan penanggung kembali dan tergugat I adalah tertanggung kembali. Sementara itu, penggugat bersama dengan PT Pegasus Air Service merupakan pihak tertanggung.

Kontrak raeasuransi menyebutkan bahwa penanggung kembali akan mengganti pembayaran kepada tertanggung kembali yang membayarkan kepada orang yang disebutkan sebagai penerima pembayaran kerugian tunggal.

Dalam kontrak itu tercatat periode asuransi yaitu kurun setahun dari 1 Juli 2013 hingga 30 Juni 2014. Sehingga, kecelakaan pesawat pada 23 Oktober 2013 dapat diklaim untuk pencairan dana asuransi.

Selain itu, penggugat juga berpegang kepada kontrak asuransi yang diatur oleh broker asuransi, Boston Marks Group Ltd yang menyebutkan jika ada klaim timbul berdasarkan reasuransi, AIG setuju untuk membayar bagian dari kewajibannya langsung kepada tertanggung. Adapun tertanggung merupakan penerima pembayaran kerugian.

“Dalam dua poin kontrak asuransi dan reasuransi tersebut, tergugat telah melanggar perjanjian kerja sama,” tuturnya.

Dalam petitumnya, penggugat meminta klaim ganti rugi sebesar US$1,59 juta. Biaya tersebut akan digunakan untuk perbaikan, servis, dan pengembalian pesawat.

Rinciannya antara lain biaya penyelamatan dan pengembalian US$426.165, biaya perbaikan US$1 juta, biaya re-sertifikasi dan pengembalian US$150.384, dan biaya loss adjuster US$20.257.

Penggugat meminta majelis hakim menyatakan bahwa tergugat I dan tergugat II telah wanprestasi. Selanjutnya, penggugat berharap majelis hakim menerima dan mengabulkan gugatan untuk seluruhnya.

BERDASAR

Sementara itu, kuasa hukum AIG Asia Pacific Insurance Pte Ltd (tergugat II) Dhan Rahardiansyah mengungkapkan kliennya pasti memiliki dasar khusus untuk menolak pencairan klaim dari penggugat. Kendati begitu, dia belum dapat berkomentar banyak mengenai alasannya.

“Kami masih mempelajari apa hubungan klien kami dengan penggugat. Pasalnya, kalau dasarnya benar, ya, tidak mungkin ditolak klaimnya. Berarti gugatan ini ada yang salah,” terangnya.

Pihaknya masih melakukan review terhadap gugatan penggugat serta menganalisis dokumen polis yang diajukan. Sehingga belum bisa memberikan pernyataan yang mendetil.

Sidang perdana dengan register No.505/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Pst ini tidak dihadiri oleh tergugat I. Dengan begitu, sidang ditunda hingga 19 Januari dengan agenda pemanggilan tergugat I.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami