Hukum

AMAN Tano Batak Minta Bantuan Kepolian Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Natumingka

BTN iklan

LEI, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak menyampaikan bahwa gencarnya upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL) kepada Masyarakat Adat.

Ketua Aman Tano Batak Roganda Simanjuntak menyampaikan bahwa kini pihak PT TPL mengkriminalisasi Masyarakat Adat Huta Natumingka, Desa Natumingka, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba setelah dilaporkan oleh PT TPL ke Polres Toba dengan tuduhan perusakan terhadap tanaman eucalyptus.

“Tiga orang Masyarakat Adat Natumingka, dilaporkan oleh PT.TPL atas nama Anggiat Simanjuntak (50), Pirman Simanjuntak (45), Rina Sitohang (45). Hal itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan atas nama ketiga orang tersebut atas dugaan Tindak Pidana Barang Siapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang subs Pengrusakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHPidana dengan Nomor: K/44/III/2021/Reskrim,” ujar Roganda Simanjuntak saat dikonfirmasi LEI pada Jumat (2/4/2021).

“Peristiwa itu berawal pada tanggal 24 Oktober 2021 dimana saat itu masyarakat melakukan aktifitas bertani dengan melakukan penanaman jagung serta bibit pohon secara bergotong royong di wilayah adat mereka,” terangnya.

“Akan tetapi secara sepihak oleh PT TPL, lokasi tersebut diklaim sebagai konsesinya. Pada saat masyarakat melakukan penanaman jagung, kemudian didatangi oleh para pekerja dari PT.TPL untuk melakukan penanaman euchalyptus dilokasi yang sama. Hal itu sontak membuat masyarakat protes dan melarang para pekerja PT.TPL untuk melakukan penanaman,” sambungnya.

Ia melanjutkan bahwa Natal Simanjuntak selaku ketua komunitas Masyarakat Adat Natumingka mengatakan bahwa tidak pernah melakukan pengrusakan seperti yang dituduhkan oleh perusahaan kepada Polres.

“Karena apa yang kami lakukan adalah upaya mempertahankan tanah sebagai identitas kami melalui aktifitas bertani karena hak masyarakat adat telah diatur seperti yang tertuang dalam Pasal 18 B ayat(2) UUD 1945 dan telah terbitnya Perda Kab.Toba Samosir No 1 Tentang Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Batak Toba Samosir,” sambungnya.

Jika melihat kasus tersebut, ia menyampaikan bahwa upaya kriminalisasi tersebut bertujuan hanya untuk melemahkan dan menghentikan masyarakat adat yang sedang perjuangkan hak atas wilayah adatnya.

“Belum lagi kalau yang dikriminalkan adalah tulang punggung keluarga. Proses penyelidikan dan penyidikan ditingkat kepolisian sebenarnya menentukan apakah perkara akan dilanjutkan ke tahap berikutnya atau tidak,” tuturnya.

Ia berharap Polisi seharusnya tidak mempergunakan pasal-pasal pidana terhadap masyarakat adat yang sedang memperjuangkan haknya.

“Karna pada dasarnya tujuan hukum bukanlah sekedar penerapan hukum, melainkan menciptakan ketertiban, ketentraman dalam tatanan masyarakat yang harmonis dan adil,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa akar konfllik tanah antara masyarakat adat dengan perusahaan ialah akibat pemberian izin konsesi di wilayah adat masyarakat tanpa terlebih dahulu mengakui masyarakat adat sebagai pemangku wilayah adat.

“Hal ini adalah pangkal atau akar konflik yang utama, maka untuk menghentikan konflik harus dimulai dengan melakukan review izin PT TPL di Huta Natumingka. Kemudian Pemerintah Kabupaten Toba harus melakukan percepatan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Toba terkait Penetapan Masyarakat Adat dan wilayah adat Natumingka,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pihakynya atau Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak mendesak agar: pertama, Bupati Toba untuk menerbitkan SK tentang pengakuan wilayah adat Natumingka.

Kedua, Kepolisian Resor Toba untuk menghentikan upaya kriminalisasi dan membebaskan 3 orang masyarakat adat Natumingka dari tuduhan yang disampaikan pihak PT TPL.

Ketiga, Polres Toba mendahulukan pendekatan Restorative Justice dalam menyikapi permasalahan yang ada, dan tidak hanya sebatas penerapan Legal Formil.

“Dan, hentikan aktifitas PT. TPL di Huta Natumingka,” pungkasnya.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami