Internasional

Amerika Serikat akan memberikan dukungan senjata kepada Milisi Kurdis

BTN iklan

Jakarta/Lei- Presiden Trump akan memberikan duungan lebih bagi milisi Kurdis untuk melawan IS. Keputusan tersebut diperkirakan akan menambah ketegangan dari hubungan politik antara AS dan Turki. Dukungan senjata kepada Milisi Kurdis untuk menghadapi Teroris IS (Islamic State) yang berasal dari kota Raqqa, Suriah. Juru bicara dari Pentagon sendiri mengatakan bahwa Presiden Trump telah membuat susunan rencana untuk memberikan dukungan secara penuh kepada milisi Kurdis YPG (Yekîneyên Parastina Gel), yang merupakan kelompok milisi yang paling berpengaruh melawan IS. Dukungan tersebut dikhawatirkan akan menambah ketegangan hubungan politik AS-Turki dikarenakan YPG dicap sebagai “bibit” kelompok milisi sayap kiri. “Memang tidak ada kelompok milisi yang lebih dominan dalam perlawanan melawan IS selain mereka”, ujar seorang juru bicara tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah memberikan sinyal lampu hijau kepada kementerian pertahanan untuk mengakomodir dukungan tersebut, seperti yang dikatakan juru bicara presiden, Sean Spicer, pada Rabu ahad lalu. Milisi Kurdis saat ini mampu menggunakan senjata berat, misil penghancur kendaraan lapis baja, serta beberapa kendaraan lapis baja dari AS. Turki sendiri telah diinfokan tentang keputusan Presiden Trump dalam dukungannya kepada milis Kurdis tersebut. Ankara telah menentang keras penyusunan rencana dukungan persenjataan milis Kurdis YPG tersebut jauh sebelum diputuskan oleh Washington.

Pemerintahan Turki menilai kelompok milisi YPG sebagai suksesor partai terlarang Partai Serikat Pekerja Kurdis, PKK (Partiya Karkerên Kurdistanê) dan oleh karena itu mereka menentangnya dengan keras. AS sendiri berpendapat bahwa PKK juga merupakan kelompok teroris, akan tetapi mereka membutuhkan kehadiran dari kelompok milisi YPG sangatlah esensial untuk menghadapi IS. Hal tersebut sangat kentara saat serangan masif yang dilakukan oleh milisi Kurdis terhadap kota Raqqa yang notebene beberapa waktu lalu diduduki oleh IS.

Di lain sisi, AS tentu membutuhkan dukungan penuh dari Turki dalam menghadapi IS sebab AS masih mengandalkan lapangan udara Turki untuk melancarkan serangan udara terhadap IS. Perisden Trump berencana untuk menemui Presiden Erdogan di Washington minggu depan untuk membicarakan lebih lanjut tentang keputusan dukungan tersebut. Presiden Erdogan pernah berujar bahwa YPG adalah suatu kelompok militan “Vampir” yang menghisap “darah dan air mata” masyarakat sipil Suriah. Oleh sebab it akan dipastikan sangat sulit dalam pengambilan jalan tengah konflik kepentingan antara Washington-Ankara tersebut.

Pesawat udara Turki sendir telah melancarkan serangan udara kepada kelompok milisi yang berbasis di Suriah bagian utara pada 2 pekan terakhir dan lebih dari 20 orang telah meninggal dunia akibat serangan udara tersebut. Sementara itu tentara AS sendiri tetap melangsungkan patroli rutin setiap hari besama milisi YPG di perbatasan Turki-Suriah. Pihak AS membenarkan hal tersebut untuk mengontrol situasi di areal perbatasan tersebut dari ketegangan antara kelompok milisi YPG dan angkatan bersenjata Turki.

Sumber: Frankfurter Allgemeine Zeitung

Penulis: Johanes Maria Vianney

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 15 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami