InternasionalLiputan

Amnesti: Arab Saudi Vonis Penjaga Pegiat HAM

BTN iklan

Dubai, 27/1 (Antara/Reuters) – Pengadilan Arab Saudi telah menghukum pegiat hak asasi manusia Mohammad al-Otaibi dan Abdullah al-Attawi masing-masing 14 dan tujuh tahun penjara, kata kelompok hak asasi manusia Amnesti Internasional pada Kamis.

Pegiat Saudi itu menghadapi sejumlah tuntutan antara lain membentuk sebuah organisasi independen dan membuat pernyataan yang berbahaya bagi kerajaan tersebut.

Amnesti mengatakan Otaibi dan Attawi adalah pembela hak asasi manusia pertama yang dijatuhi hukuman di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman.

Otaibi ditangkap di bandara Doha dan dideportasi dari Qatar ke Arab Saudi pada bulan Mei setelah dia mencoba untuk terbang bersama istrinya ke Norwegia dimana dia diberi suaka politik.

Kantor komunikasi pemerintah Arab Saudi tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Amnesti mengatakan daftar tuntutan terhadap mereka termasuk mendirikan sebuah organisasi sebelum memiliki izin, menyebarkan kekacauan, memicu opini publik dan penerbitan.

pernyataan berbahaya bagi kerajaan dan institusi-institusinya.

Vonis tersebut dijatuhkan oleh pengadilan di ibu kota Riyadh pada Kamis.

“Hukuman berat pada Mohammad al-Otaibi dan Abdullah al-Attawi, yang seharusnya tidak pernah dihukum, menegaskan ketakutan kita bahwa kepemimpinan baru Mohamed Bin Salman bertekad untuk membungkam masyarakat sipil dan pembela hak asasi manusia di kerajaan itu,” kata direktur Timur Tengah Amnesti Internasional Samah Hadid dalam sebuah pernyataan.

Putra Mahkota Mohammed telah mengambil alih kekuasaan di Arab Saudi yang bersekutu dengan Barat, mendorong sebuah agenda reformasi yang bertujuan untuk melepaskan negara itu dari ketergantungan pada kekayaan minyak dan memperkenalkan perubahan sosial.

Namun, Human Rights Watch yang berkantor di New York mengatakan pekan lalu bahwa lebih dari selusin pegiat politik terkemuka dijatuhi hukuman penjara panjang karena “tuduhan samar-samar yang timbul dari kegiatan damai mereka”.

Sejak kampanye Kebangkitan Arab 2011, pihak berwenang Saudi telah meningkatkan upaya untuk mencegah pembangkangan dengan undang-undang kejahatan siber yang baru, menjatuhkan hukuman penjara atas tuduhan aktivitas dalam jaringan yang dianggap menghina kerajaan atau mengancam ketertiban umum.

Sebuah monarki absolut, Arab Saudi melarang partai politik dan bentuk demonstrasi publik serta telah menghukum anggota organisasi hak-hak sipil yang mengkampanyekan monarki konstitusional hingga puluhan tahun di penjara.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami