LiputanNasional

Anak Krakatau “Batuk” Lagi, Radius 5 Kilometer Harus Steril Penduduk

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan upaya-upaya setelah erupsi kembali terjadi di Gunung Anak Krakatau dan adanya retakan di gunung itu. Upaya itu di antaranya evakuasi penduduk dan patroli.

Kasubdit Tanggap Darurat BNPB Budhi Erwanto mengatakan, pihaknya melakukan evakuasi penduduk yang tinggal di daerah tersebut. “Sebab kami mengimbau untuk tidak mendekati radius lima kilometer. Jadi sekarang penduduk di lima kilometer dari Puncak Gunung Anak Krakatau sudah kosong,” katanya.

penduduk di Pulau Sebesi yang letaknya terdekat dengan Gunung Anak Krakatau juga telah dievakuasi ke tempat yang aman. Selain mengevakuasi warga, ia menyebut pengawasan dari patroli angkatan laut dan tim satgas juga telah dilaksanakan.

Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan terjadi retakan baru dalam satu garis lurus di satu sisi badan Gunung Anak Krakatau yang diduga akibat getaran tinggi saat terjadi erupsi. Kemudian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau mencatat erupsi beberapa kali terjadi pada Gunung Anak Krakatau Kamis (3/1) kemarin.

Kepala PVMBG Kasbani mengungkap kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi kurang lebih satu menit 10 detik. Tidak terdengar suara dentuman.

“Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga),” ujarnya seperti dalam keterangan tertulisnya.

Ia menyebut ada beberapa rekomendasi di antaranya masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius lima kilometer dari kawah. Sebelumnya di hari yang sama, Gunung Anak Krakatau, Lampung meletus pada Kamis (3/1) pukul 10.17 WIB. Adapun tinggi kolom abu teramati kurang lebih setinggi 2.000 meter (m) di atas puncak yaitu 2.110 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 8 detik. Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga,” ujarnya.

Hari ini, Jumat (4/1) Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pukul 09.39 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.500 meter diatas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.[Republika]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

4.783 Komentar

  1. An outstanding share! I have just forwarded this onto a co-worker who was conducting a little homework on this.
    And he in fact ordered me dinner due to the fact that I discovered it for him…
    lol. So let me reword this…. Thanks for the meal!!
    But yeah, thanx for spending the time to discuss this issue here on your web page.

  2. With havin so much content do you ever run into any problems of plagorism or
    copyright infringement? My site has a lot of completely unique content I’ve either authored myself or outsourced but it looks like a lot of it is popping
    it up all over the web without my permission. Do you know any techniques to help stop content from being ripped off?
    I’d truly appreciate it.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami