Olahraga

Ancam Wasit dengan Pistol, Presiden PAOK Dihukum Tiga Tahun

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Presiden klub Yunani, PAOK FC, Ivan Savvidis dihukum sanksi tiga tahun setelah dianggap mengancam wasit lantaran masuk ke lapangan dengan membawa pistol di pinggangnya pada laga lawan AEK Athens.

Savvidis dihukum larangan terlibat dalam sepak bola selama tiga tahun dan masih ada sejumlah hukuman lainnya untuk PAOK FC. Savvidis bakal dikenai denda 100 ribu euro dan PAOK FC juga bakal dikenai denda 63 ribu euro.

Tak hanya itu, PAOK juga dikenai pengurangan tiga poin yang membuat mereka turun ke peringkat ketiga di bawah AEK Athens dan Olympiakos. Untuk musim depan, PAOK juga dikenai pengurangan dua poin. PAOK juga bakal menjalani tiga pertandingan berikutnya tanpa kehadiran penonton.

Terkait hukuman tersebut, Savvidis menyatakan dirinya akan melakukan banding.

“Tak ada seorang pun yang bisa memberikan hukuman yang lebih berat pada saya dibandingkan dengan yang saya letakkan kepada diri saya sendiri.”

“Kami masih mempercayai keadilan. Saya menantikan bertatap mata dengan mereka yang percaya bahwa saya ingin mengancam wasit. Saya tahu bahwa saya masih punya hati nurani,” ujar Savvidis kepada media Yunani seperti dikutip dari AS.

Liga Yunani sendiri sempat dihentikan usai insiden yang terjadi pada tanggal 12 Maret tersebut. Menurut info yang beredar di media Yunani, kompetisi tersebut bisa kembali bergulir pada akhir pekan ini.

Savvidis sendiri masuk ke lapangan untuk melakukan protes pada wasit yang tidak mengesahkan gol timnya di menit ke-90 pada laga lawan AEK Athens.

Penyerang AEK Tasos Bakasetas sendiri tanpa ragu menyambut gembira hal itu.

“Kami berharap PAOK dihukum dan kami makin kokoh di puncak. Saya rasa kami layak ada di atas karena kami memainkan sepak bola terbaik,” kata Bakasetas.

[CNN]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami