Traveling

Anda Merayakan Tahun Baru Ke Bromo? Sebaiknya Baca Ini Dulu

BTN iklan

PROBOLINGGO, (LEI) – Anda hendak merayakan pergantian tahun baru di Bromo? Ada kabar terbaru bahwa menjelang tahun baru 2018 pengunjung dan wisatawan yang menaiki tangga Gunung Bromo, Jawa Timur diberlakukan kuota 200 orang tiap kelompok, dengan pembatasan waktu di bibir kawah maksimal 15 menit.

“Kuota 200 orang itu dari semula pengunjung yang mencapai 500-700 orang, semua itu bertujuan untuk keamanan dan keselamatan,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Ir John Kenedie, di Kantor Seksi Wilayah I Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jatim, Jumat.

Sehari sebelumnya, yakni pada Kamis (28/12) John Kenedie bersama jajaran BBTNBTS mengadakan pertemuan dengan pemangku kepentingan terkait untuk kesiapan pengamanan di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru, mengingat pada liburan panjang Natal 2017 dan tahun baru 2018 pengunjung dan wisatawan meningkat tajam.

Pemangku kepentingan yang terlibat dalam persiapan itu adalah tokoh masyarakat adat Tengger, anggota DPRD setempat, TNI, Polri, Forum Sahabat Gunung, pelaku jasa pariwisata, anggota paguyuban angkutan wisata yang beroperasi sekitar kawasan TNBTS, dan lainnya.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk memberlakukan kuota tersebut, yakni wisatawan yang menaiki tangga Bromo diberlakukan kuota 200 orang tiap “kloter”, dari semula mencapai 500-700 orang dengan pembatasan waktu di bibir kawah Bromo maksimal 15 menit, dan mewacanakan ke depan secara perlahan-lahan akan dilarang sepenuhnya dengan pertimbangan keselamatan.

Untuk itu, para pihak juga memberikan imbauan bagi pengunjung yang menaiki tangga Bromo, di mana saat ini di kaki tangga/kawah Bromo telah dipasang garis polisi (police line), papan imbauan dan juga disiapkan posko pengamanan bersama.

Selain itu, terkait dengan pengamanan kawasan dan pengunjung tahun baru 2018 para pihak bersepakat untuk bersama melakukan pengamanan di beberapa lokasi konsentrasi pengunjung.

Tidak hanya itu, guna mengantisipasi sampah di dalam kawasan pada saat puncak kunjungan BBTNBTS bersama-sama para pihak membagikan kantong sampah kepada pengunjung dan pelaku jasa wisata supaya dapat membawa sampahnya kembali.

“Jadi, baik keamanan, keselamatan, hingga masalah menjaga kebersihan dan lingkungan sudah kita antisipasi dengan berbagai upaya,” kata John Kenedie.

Kantong sampah Berdasarkan pantauan langsung Antara yang mengikuti patroli yang dipimpin Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Tumpang, Kabupaten Malang, Tatag Hari Rhudata, sejak dari Pos Resort Coban Trisula melalui savana (padang rumput), laut pasir, hingga Pos Resort Tengger Laut Pasir dan Kantor Seksi Wilayah I di Cemorolawang, tampak beberapa mobil “jeep” menggantungkan kantong sampah di bagian depan kendaraan itu.

Puluhan “jeep” yang berlalu lalang membawa pengunjung untuk naik ke Gunung Bromo dan juga Gunung Semeru itu menampung sampah para penumpangnya, yang nantinya akan ditempatkan di tempat pembuangan akhir sampah.

“Untuk masalah sampah ini, kami dibantu relawan dan masyarakat tidak henti-hentinya terus melakukan imbauan-imbauan karena kesadaran menjaga kebersihan ini selalu naik-turun sehingga harus dilakukan penyadaran-penyadaran sepanjang waktu,” kata Tatag Hari Rhudata.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close