EntertainmentLifestyle

Andika ‘Kerispatih’ Didiagnosis Stroke sebelum Meninggal

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Pemain bas Kerispatih Andhika Putra Sahadewa sempat didiagnosis stroke sebelum meninggal pada Selasa (10/4). Itu disampaikan kekasih Andika, Nicky Santoso yang ditemui di rumah duka, kawasan Cipinang, Jakarta.

“Beberapa hari lalu sempat jatuh, terus dilarikan ke rumah sakit. Didiagnosis kena stroke, tapi siang sudah enggak apa-apa, malam enggak apa apa. Semalam pun Mas Dika masih enggak apa-apa. Dia merasa sehat banget,” tuturnya.

Nicky pun mengaku kaget mendengar kabar kekasihnya berpulang setelah diboyong ke rumah, padahal sudah dinyatakan sembuh.

“Pihak RS juga bilang ya memang sudah sembuh. Sudah enggak sakit apa-apa, cuma memang enggak boleh mikir berat-berat,” Nicky melanjutkan.

Selasa pagi, Nicky dikabari keluarga Andika. “Keluarganya bilang Mas Dika tumben enggak bangun-bangun, biasanya jam 8 atau 9 pagi sudah bangun, lalu sekitar jam 10-an dikabarin sudah enggak ada,” ujar Nicky lagi.

Andika wafat dalam usia 36 tahun. Rencananya jenazahnya akan langsung dimakamkan sore ini di TPU Sunan Giri Rawamangun, Jakarta Timur.

Informasi tersebut dikonfirmasi kerabat dekat almarhum, Rabbani saat ditemui di rumah duka di Jalan Cipinang Jaya AA B25, Jakarta Timur.

“Dimakamkan setelah asar di TPU Sunan Giri Utan Kayu,” katanya kepada sejumlah awak media.

Saat ini, jenazah almarhum pria yang kerap disapa Dika itu tengah disemayamkan di rumah duka dan akan disalatkan di Masjid Al-Iman Cipinang.

Sejumlah rekan dan kerabat dekat Dika telah datang untung memberikan penghormatan terakhir. Salah satunya mantan personel Kerispatih, Badai yang turut hadir untuk menyampaikan duka cita pada keluarga yang ditinggalkan.

“Saya sama almarhum itu kan kenal dari 2002, hampir 16 tahun. Jadi memang setahu saya Andika diabetes sudah lama. Setahu saya ya, sudah sempat gemuk banget terus kurus,” katanya.

Lebih lanjut, Badai mengatakan bahwa selama manggung bersama pada rentang waktu 2012-2013 kondisi kesehatan Andika masih stabil.

“Pada 2016 saat manggung, tiap udah tiga sampai empat lagu enggak bisa lama berdiri selalu mengeluh sama saya karena saya di belakang dia. Dia selalu kalau blackout bilang sama saya. Saya minta kru ambilkan kursi,” tambahnya.

Sebelum Andika wafat, Badai mengatakan ia terakhir kali bertemu pada Maret silam saat almarhum dirawat di rumah sakit.

“Saya besuk saat itu, terus ini dengar almarhum sudah tidak ada,” katanya. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close