EkonomiFinansial

Anggota DPR: Anggapan Daya Beli Masyarakat Menurun Adalah Hal Keliru

BTN iklan

Jakarta/Lei- nggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari menyatakan, adalah hal yang keliru bila ada anggapan bahwa saat ini tingkat daya beli masyarakat menurun, karena yang sebenarnya terjadi adalah perubahan perilaku konsumsi warga.

“Berkaitan dengan daya beli, saya merujuk tulisan Faisal Basri yang mengatakan daya beli tidak turun tetapi yang terjadi adalah perubahan perilaku, kekhawatiran terhadap daya beli adalah tidak benar,” kata Eva Kusuma Sundari dalam rilis, Jumat.

Menurut politisi PDIP itu, perubahan perilaku tersebut antara lain karena semakin banyak orang yang memilih menyimpan penghasilan yang dimiliknya.

Dia juga menyatakan bahwa pemerintah sudah menunjukkan kinerja yang optimal dalam situasi perekonomian melambat sehingga perlu untuk diapresiasi.

Sebagaimana diwartakan, peneliti lembaga Wiratama Institute Muhammad Syarif Hidayatullah menginginkan pemerintah agar dapat menyoroti daya beli masyarakat dalam rangka menggairahkan perekonomian nasional.

“Stagnannya tingkat upah selama beberapa tahun terakhir, lapangan pekerjaan baru yang mulai didominasi oleh pekerjaan setengah menganggur, hingga inflasi pangan yang masih relatif tinggi tentu menggerus daya beli masyarakat,” kata Syarif Hidayatullah.

Selain itu, tambah dia, perlambatan perekonomian, permasalahan ekonomi global, menyebabkan ketidakpastian untuk kalangan menengah atas, sehingga ekspektasi ekonomi ke depan dinilai kurang baik.

Sementara itu, Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto menyatakan, pemerintah perlu memperhatikan kebijakan dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat karena hal tersebut dinilai sangat penting sebagai upaya untuk melesatkan kinerja ritel yang saat ini dinilai sedang melesu.

Menurut Ferry, berdasarkan sejumlah kajian seperti dari Nielsen, konsumen ritel saat ini sudah mulai melakukan pengiritan dengan menurunkan biaya untuk kebutuhan tersier atau sekunder.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron mengemukakan, langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi perlu memperhatikan aspek kuantitas dan kualitas sektor ketenagakerjaan serta kemampuan daya beli atau konsumsi yang dimiliki masyarakat.

“Di era Presiden SBY, pertumbuhannya itu rata-rata 6 sampai 7 persen. Pertumbuhan sekarang rata-rata 4,5 sampai dengan 5 persen. Apakah pertumbuhan yang sebesar ini memadai,” kata Herman Khaeron.

Namun, lanjutnya, bila ternyata pertumbuhannya tidak memadai dalam menampung lapangan pekerjaan bagi pertumbuhan angkatan kerja, maka akan timbul permasalahan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami