Politik

Anggota DPR : Angket E-KTP menguji Nyali Parpol

BTN iklan

Jakarta/lei – Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai hak angket yang diwacanakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebenarnya ingin menguji apakah partai-partai politik yang anggotanya diduga terlibat korupsi KTP Elektronik, memiliki nyali kebenaran dan kejujuran.

“Sebab hampir semua anggota parpol tersebut membantah menerima aliran dana korupsi tersebut,” kata Nasir di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan logikannya jika tidak menerima, mari kita bentuk dan gulirkan hak angket untuk mengetahui secara rinci apakah ada unsur lain selain penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK.

Menurut dia, pembentukan dan menggulirkan hak angket adalah cara DPR untuk memastikan dan menjaga keseimbangan serta agar tidak terjadi pembusukan terhadap DPR itu sendiri.

“Dalam suasana seperti ini tentu tudingan negatif selalu diarahkan ke DPR,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjelaskan alasan dirinya mengusulkan penggunaan angket kasus e-KTP yang menyeret sejumlah pejabat negara, petinggi partai politik dan anggota-anggota dewan.

Fahri mengungkapkan hak angket dibutuhkan untuk menggali keterangan soal kronologis masuknya nama-nama tokoh politik dalam berkas dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri.

Menurut saya itu perlu ada klarifikasi terbuka, yaitu tentang bagaimana caranya nama-nama itu masuk dalam list dan apa yang sebetulnya terjadi di masa lalu,” kata Fahri di Jakarta, Senin.

Fahri melihat kasus KTP-E tergolong unik dan tidak yakin korupsi sebesar Rp2,3 triliun itu merupakan hasil “kongkalikong” antara anggota-anggota DPR dan pemerintah.

Dia menilai munculnya korupsi penambahan anggaran proyek e-KTP terjadi saat anggota DPR dan Menteri Dalam Negeri periode lalu Gawaman Fauzi sama-sama baru dilantik.

Karena yang unik di kasus ini kan kasusnya terjadi persis setelah anggota DPR periode lalu dilantik. APBN-P sebetulnya. Mulainya November 2009, artinya anggota DPR periode lalu persis pada awal dilantik dan bisa dibilang Pak Gamawan juga baru dilantik,” katanya.

Dia mengaku heran bagaimana Gamawan dan anggota-anggota DPR bisa membuat kesepakatan bersama untuk melakukan korupsi dengan mengatur penambahan anggaran KTP-E menjadi Rp5,9 triliun.

Perlihatkan Lebih

10 Comments

  1. Hello There. I found your blog using msn. This is a really well
    written article. I will be sure to bookmark
    it and come back to read more of your useful information. Thanks for the post.
    I will definitely comeback.

  2. Wonderful work! This is the type of information that are meant to be shared around the net.

    Shame on the search engines for no longer positioning this post higher!

    Come on over and talk over with my site . Thank you =)

  3. Keep up the good piece of work, I read few posts on this internet site and
    I believe that your website is very interesting and has got bands of excellent information.

  4. I like what you guys are up also. Such clever work
    and reporting! Carry on the excellent works guys I’ve incorporated
    you guys to my blogroll. I think it will improve the value of my website
    :).

  5. Hey There. I found your blog using msn. This is a very well written article.
    I will make sure to bookmark it and come back to read more
    of your useful info. Thanks for the post. I will definitely return.

  6. Wow that was unusual. I just wrote an really long comment but after I
    clicked submit my comment didn’t show up. Grrrr… well I’m not writing all
    that over again. Anyways, just wanted to say
    superb blog!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami