HEADLINES

Anis Minta 11 Sektor usaha tetap jalan di masa PSBB

BTN iklan

Jakarta, LEI- Gubernur DKI Jakarta Anis melakukan konversi pers dengan menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Ibukota yang akan berlaku besok senin akan tetapi tidak seketat bulan Mei kemarin. Dalam Pelaksanaan PSBB total isolasi mandiri tidak diperkenankan kembali dan harap dicatat untuk masyarakat yang tinggal di DKI Jakarta terutama bagi orang yang terinfeksi covid-19.

Penerapan PSBB masa transisi sudah di akhiri pada hari Minggu (13/9) dan mulai Senin akan diberlkukannya PSBB secara total. pemerintah harus mempersiapkan yang lebih mendetail dan harus lebih menyesuaikan dengan wabah covid-19 sekarang ini.

“Mulai besok semua yang ditemukan positif, dharuskan isolasi secara terkendali ditempat yang sudah diteteapkan, isolasi dirumah tinggal harus dihindari karena berpotensi pada penularan klaster rumah,” tutur Anis dalam Siaran langsung di Pemprov DKI Minggu (13/9).

Bila ada kasus positif yang menolak isolasi akan ada penjemputan oleh petugas didampingi penegak hukum. Anies menegaskan akan memberlakukan PSBB total di Jakarta karena dalam pelaksanaan PSBB transisi selama ini angka kasus covid-19 tak juga turun. Kasus positif bahkan terus melonjak drastis mencapai 1.000 lebih kasus baru setiap harinya.
DKI Jakarta saat ini adalah daerah dengan jumlah kasus terbanyak meski diiringi dengan jumlah testing massif pada kontak erat orang yang terinfeksi covid-19.

Keputusan Anies ini tak didukung oleh pemerintah daerah di sekitar ibu kota: Tangerang, Bogor, dan Bekasi yang tetap memilih pemberlakuan PSBB dengan adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Beliau juga menuturkan 11 Sektor usaha/ bisnis yang diperbolehkan untuk beroperasi ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total memasang kapasitas pekerja sebesar 50 persen dari total kapasitas normal. PSBB ini berlaku efektif mulai Senin (14/9) besok.
“Selama dua pekan ada 11 sektor usaha yang tetap boleh beroperasi dengan menerapkan protokol secara ketat dan membatasi kapasitas 50 persen seperti kemarin (PSBB awal),” kata Anies saat konferensi pers virtual, Minggu (13/9).

Sektor usaha yang boleh beroperasi, yaitu kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, dan komunikasi dan teknologi informatika. Kemudian, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, dan industri strategis. Lalu, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Ketentuan ini diambil karena 11 sektor bisnis berkategori esensial bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Sementara, sektor usaha yang dianggap non-esensial, harus mengajukan izin lebih dulu ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketentuan ini serupa dengan kebijakan yang pernah dilakukan pada pelaksanaan PSBB pada April lalu. Rencananya, PSBB Total kali ini akan dilakukan selama dua pekan, setelah itu dievaluasi kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Khusus untuk aktivitas di restoran, rumah makan, dan kafe, Anies tidak memperbolehkan aktivitas makan di tempat. Aktivitas jual beli makanan hanya boleh dilakukan untuk pembelian yang langsung dibawa pulang (take away). Begitu juga dengan pengantaran (delivery).

“Restoran, rumah makan, kafe bisa beroperasi hanya dengan memberikan pengantaran atau ambil bawa pulang tetapi tidak diizinkan untuk menerima pengunjung untuk makan di tempat,” tuturnya. Sebelumnya, Anies menyatakan PSBB Total perlu dilakukan lagi oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai rem darurat dalam menangani pandemi virus corona atau covid-19 yang kembali meningkat. Tercatat, peningkatan dalam 12 hari terakhir di September mencapai 3.864 kasus.

Perkantoran swasta pun diperbolehkan beroprasi akan tetapi yang esensial dan bagi para pimpinan pun wajib mengatur untuk WFH dan kapasitas yang diperbolehkan untuk kantor hanyalah 25% dari kapasitas kantor.
Di area perkantoran ASN wajib akan WFH untuk menekan penyebaran dan selama PSBB ini selesai. Anis baswedan tidak lupa untuk meniadakan Ganjil genap dan diberlakukan untuk semua kendaraan dimasa PSBB ini.

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami