Internasional

Anwar Ibrahim: Australia “Terlibat” dalam Korupsi di Malaysia

BTN iklan

SYDNEY (LEI) – Tokoh politik berpengaruh Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan bahwa Australia terlibat dalam dugaan korupsi yang dilakukan pemerintahan Malaysia sebelumnya. Anwar meminta Canberra untuk mengirim pulang oknum polisi yang terlibat dalam skandal pembunuhan yang diduga berhubungan dengan mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Anwar mengkritik kebijakan Australia yang “tercemar” terhadap pemerintahan Najib Razak yang dilengserkan setelah kalah dalam pemilihan umum bulan lalu. Anwar yang baru saja bebas dari penjara usai pemilihan umum mengatakan, Australia selalu memberikan pernyataan yang mendukung pemerintahan Najib.

Dia menyebutkan kasus besar seorang polisi yang saat ini ditahan di Australia setelah melarikan diri dari hukuman mati di Malaysia atas pembunuhan seorang model Mongolia yang memiliki hubungan dengan skandal korupsi pemerintahan Najib Razak. Anwar mendesak Pemerintah Australia untuk memulangkan polisi tersebut ke Malaysia.

 “Sudah waktunya Australia menerima kenyataan bahwa beberapa kebijakan luar negeri mereka jelas telah tercemar, telah dianggap oleh warga Malaysia terlibat, atau toleran, terhadap kejahatan korupsi dan juga tindakan kriminal,” kata Anwar kepada radio ABC sebagaimana dilansir Straits Times, Jumat (1/6/2018).

“Jadi saya pikir pihak berwenang Australia harus melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa ini dikoreksi dan itu berarti (Sirul Azhar Umar) harus diizinkan untuk kembali. (Dia harus) diberi perlindungan keamanan, untuk mengatakan kebenaran dan membiarkan sidang baru yang jelas transparan dan adil untuk berjalan,” lanjutnya.

Sirul yang merupakan mantan anggota kepolisian mengklaim bahwa dia diperintahkan oleh “orang penting” untuk membunuh model Mongolia, Altantuya Shariibuu pada 2006. Altantuya adalah kekasih dari orang dekat Najib yang diduga mengatur kesepakatan suap pembelian kapal selam Prancis.

Mahathir Mohamad yang menggantikan Najib sebagai perdana menteri Malaysia mengatakan bahwa dia ingin melupakan sikap Canberra tersebut karena hubungan dengan Malaysia perlu menjalin hubungan yang baik dengan Australia.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop membela kebijakan negaranya terhadap pemerintahan Najib. Bishop juga mengatakan bahwa Australia menantikan hubungan yang erat dan produktif dengan Malaysia di bawah pemerintahan yang baru.

“Hubungan kami yang positif dan luas dengan pemerintahan sebelumnya memungkinkan kami untuk berkolaborasi dalam hal-hal yang ada di Australia dan kepentingan nasional Malaysia,” kata Bishop.

“Kami tidak berusaha untuk mengganggu kedaulatan negara-negara lain, seperti yang kami harapkan negara lain untuk tidak ikut campur dalam urusan politik kami.” (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami