Hukum

AP Logistik Bawa Putusan KPPU ke Meja Hijau

BTN iklan

JAKARTA/Lei  — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan PT Angkasa Pura Logistik bakal bertemu lagi, tapi kali ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pasalnya, anak usaha PT Angkasa Pura 1 (Persero) tersebut tidak terima divonis melakukan praktik monopoli dan dijatuhi denda dalam sidang di KPPU Juni lalu.

Dalam upayanya untuk membatalkan putusan KPPU, maka AP Logistik segera mengajukan keberatan lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Di dalam putusan perkara No. 8/KPPU-L/2016 tersebut menghukum Angkasa Pura Logisitik dengan denda Rp6,51 miliar akibat terbukti melanggar Pasal 17 ayat (1) dan (2) UU No. 5/1999 tentang monopoli.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura Logistik Genia Sembada mengatakan tetap berpendapat bahwa pihaknya tidak melakukan penguasaan pasar, sehingga tidak terjadi praktik monopoli.

“Kami sedang menyusun gugatan keberatan yang kemungkinan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pasalnya, dalam usaha kami, tidak ada niatan untuk menguasai pasar, karena pelaku lain juga dapat berusaha sesuai dengan aturan yang berlaku,”

Pelaku usaha yang dihukum KPPU dapat mengajukan keberatan kepada pengadilan negeri selambat-lambatnya 14 hari setelah menerima pemberitahuan putusan.

Sementara itu, KPPU mempersilahkan PT Angkasa Pura Logistik menggunakan haknya untuk mengajukan keberatan. Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan terlapor diberikan kewenangan untuk mengajukan keberatan ke pengadilan negeri.

“Nanti pengadilan negeri yang akan menguji apakah bukti-bukti yang diajukan KPPU valid atau tidak. Pengadilan setidaknya butuh 30 hari untuk memutuskan dengan semakin menguatkan atau membatalkan putusan KPPU,” tuturnya.

Setelah putusan di tingkat pengadilan negeri, kedua belah pihak masih memiliki hak untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, sehingga prosesnya untuk berkekuatan hukum tetap masih relatif lama.

“Terlapor mengajukan keberatan di pengadilan sesuai dengan alamat kantor pusatnya, meski pelanggaran dilakukan di lokasi berbeda,” tambahnya.

Selain memutus bersalah Angkasa Pura Logistik, KPPU juga memberikan rekomendasi kepada Kementerian Perhubungan. Kemenhub diminta untuk melakukan evaluasi Peraturan Menteri Perhubungan No. 153/2015 yang tidak sesuai dengan UU No. 1/2009 terkait dengan proses penentuan tarif.

Pertimbangan Majelis Komisi terhadap putusan perkara No. 8/KPPU-L/2016 ini, terkait dengan adanya pengenaan tarif ganda (regulated agent dan warehouse), pemindahtanganan kewenangan melakukan fungsi jasa kebandarudaraan karena pemegang izin Badan Usaha Bandar Udara ada di PT Angkasa Pura I.

Selain itu, adanya badan usaha lain yang mengajukan izin regulated agent tetapi tidak dapat meniadakan tindakan yang dilakukan PT Angkasa Pura Logisitik dalam mengenakan tarif ganda.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

6 Comments

  1. I like the valuable information you provide in your articles.
    I will bookmark your weblog and check again here frequently.
    I am quite certain I’ll learn many new stuff right here!
    Best of luck for the next!

  2. Wonderful goods from you, man. I have understand your stuff previous to and you are just too excellent.
    I actually like what you have acquired here, really like what you are saying and the way in which you
    say it. You make it entertaining and you still
    care for to keep it sensible. I cant wait to read far more from you.
    This is actually a tremendous website.

  3. I’d like to thank you for the efforts you’ve put in writing this
    blog. I am hoping to see the same high-grade blog posts from you in the future as well.
    In fact, your creative writing abilities has inspired me to get my own, personal website now 😉

  4. Hey There. I discovered your blog the usage of msn. That is a very smartly written article.
    I’ll make sure to bookmark it and come back to learn extra of your helpful info.
    Thanks for the post. I’ll definitely comeback.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 3 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami