LiputanNasional

Apa Penyebab Yacht Equanimity Seharga Rp 3,5 Triliun Berdiam di Bali?

BTN iklan

DENPASAR, (LEI) – Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri Dittipideksus dan FBI berhasil menyita kapal super yacht Equanimity setelah berlasung negosiasi yang cukup lama di perairan Benoa, Rabu (28/2/2018).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan bahwa nakhoda kapal mewah itu sengaja mematikan sistem navigasi atau automated identification system (AIS) untuk menghindari pengawasan kepolisian.

“Bahwa kapal pesiar equanimity tersebut sedang melakukan pelayaran ke wilayah perairan Indonesia. Diduga hal tersebut dilakukan untuk menghindari atau menyembunyikan dari otoritas Amerika yang mempunyai perintah penyitaan tersebut,” ujar Iqbal, melalui keterangannya, Kamis (1/3/2018).

Tak heran, kapal tersebut tidak bisa dideteksi di sekitar perairan Filipina dan perairan sebelah tenggara Singapura.

“Pemerintah Amerika telah menerbitkan seizure warrant dan artikel online terkait upaya penyitaan terhadap kapal pesiar tersebut,” imbuh Iqbal.

Lebih lanjut, Bareskrim Polri tengah menginterogasi Kapten Rolf dan 29 ABK yacht. Mereka diinterogasi terkait riwayat perjalanan kapal tersebut. Polisi juga menyita sejumlah dokumen saat melakukan penggeledahan. Pengecekan fisik juga dilakukan pada kapal ini.

“Yang di dalam list (daftar kru dalam dokumen perjalanan) itu ada 34 (ABK), dan ditemukan hanya 29 (orang),” ujar Agung di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018).

Sementara Polri menduga, 5 ABK tersebut sedang libur tugas. Akan tetapi, Agung menegaskan pihaknya akan melakukan pemeriksaan serta mengonfirmasi kepada 29 ABK lainnya yang telah tertangkap.

Menurutnya, dugaan libur tugas itu adalah mekanisme dasar diantara para kru kapal, dimana ada yang sedang libur atau off, tidak semua bertugas.

“Jadi kru itu ada satu mekanisme. Kami sudah dapatkan list-nya. Intinya adalah krunya itu bergantian, ada yang libur atau off. Yang di dalam list itu ada 34 dan ditemukan 29 dan 5 sedang off,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agung mengatakan kewarganegaraan ABK tersebut ternyata beragam dan tidak ada yang berasal dari Indonesia.

Dari informasi yang didapatkan, para ABK itu berasal dari Australia, Afrika Selatan, Selandia Baru, Thailand, Filipina, Kanada, Malaysia, India, Inggris, dan Nepal.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami