Liputan

APHA Memilih Ketua melalui Kongres Daring

BTN iklan

Jakarta, LEI – Dewan Pengurus Asosiasi Pengajar Hukum Adat (APHA) Indonesia yang telah masa bhaktinya menyelenggarakan Kongres untuk memberikan Pertanggungjawaban dalam kepengurusannya sekaligus memilih Ketua Baru periode 2020-2023

Situasi Pandemi Covid 19 yang saat ini sedang berlangsung memang tidak menghalangi Dewan Pengurus APHA untuk menjalankan kewajibannya dalam untuk menyelenggarakan Kongres di akhir masa kepengurusannya. Kongres ini dilaksanakan secara daring melalui Aplikasi Zoom.

Kongres APHA ini juga dapat juga disaksikan melalui Youtube dengan channel https://youtu.be/v3pAcwuL0s8

Asosiasi Pengajar Hukum Adat (APHA) Indonesia yang berdiri pad atahun 2017, kepengurusan APHA Pada masa kepengurusan Asosiasi Pengajar Hukum Adat (APHA) Indonesia Periode 2017-2020.

Dalam Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2017-2020, Dr. St. Laksanto Utomo, SH, MHum selaku Ketuanya menegaskan bahwa APHA Indonesia telah mencoba membumikan eksistensinya melalui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakannya seperti melakukan audiensi sampai dengan kegiatan mempublikasi hasil karya ilmiah para anggotanya melalui jurnal JIAL.

APHA terus berkomitmen untuk memperkuat posisi mata kuliah hukum adat di Fakultas Hukum dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum terus bergelora, sebab realitasnya dibeberapa perguruan tinggi hukum, mata kuliah hukum adat telah “ter-delete”  dari kurikulum atau ter-merger dengan mata kuliah lainnya.

Dalam masa bakti 2017 – 2020, APHA Indonesia sebagai telah melaksanakan beberapa program/kegiatan Kegiatan Diskusi dan Seminar tentang isu-isu Hukum Adat yang diselenggarakan oleh APHA Indonesia baik yang dilakukan sendiri atau bekerja sama dengan Fakultas Hukum dan STIH, termasuk lembaga lain, seperti kerjasama  dengan : Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makasar, Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, STIH Sumpah Pemuda, Lembaga Studi Hukum Indonesia, dan Legal Era Indonesia, Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) APHA Indonesia dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengenai RUU Masyarakat Adat, Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) APHA Indonesia dengan Dewan Perwakilan Daerah  (DPD)  RI mengenai RUU Masyarakat Adat, Kegiatan Audiensi dengan DPD RI, Dewan Pertimbangan  Presiden, Kantor Staf Presiden, Direktur Jenderal Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri. (Catatan: Kegiatan Audiensi dengan Pimpinan MPR RI  dan DPR RI belum terealisasi disebabkan  pandemi Covid 19)

Ditengah pandemi Covid 19, APHA Indonesia juga telah menerbitkan E-book Bunga Rampai Edisi I berjudul “Melihat Covid 19 Dari Perspektif Hukum Adat”. Sedangkan untuk E-book Bunga Rampai Edisi II berjudul “Kearifan Lokal Bidang Pertanian Masyarakat Hukum Adat Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Ditengah Pandemi Covid 19” sedang dalam proses penyelesaian.

Pada pemilihan Calon Ketua APHA Periode 2020-2023, Anggota APHA telah mengusulkan 18 Nama yang di jaring melalui usulan Form Pendaftaran. Dari 18 Usulan Nama Calon Ketua APHA Periode 2020-2023 dikerucutkan menjadi satu darui masing-masing perwakilan Indonesia Bagian Barat, Tengah dan Timur yaitu Dr. St. Laksanto Utomo, SH, MHum (Bagian Barat), Prof. Dr. Abrar Saleng, SH, MH (Bagian Tengah) dan Dr. Roberth KR Hammar, SH, MM, MH (Bagian Timur).

Setelah dilakukan musyawarah mufakat peserta Kongres yang diikuti oleh 68 peserta dari dari Universitas Negeri dan Swasta dari Sabang sampai Merauke,kembali Dr. Laksanto Utomo, SH, MHum.

Kongres Daring ini dikuti peserta dari Unsyiah Banda Aceh, USU Medan, Universitas Sahid Jakarta, Universitas Trisakti, Universitas Pancasila, UAJ Yogyakarta, UGM, UNEJ Jember, UNUD Denpasar, Universitas Trunojoyo, Universitas Andi Djemma Palopo, UNHAS Makasar, Universitas Khairun, STIH Bintuni, UNCEN Jayapura, UIN Antasari, UNPAS Bandung, UNPAR Bandung, USM Semarang, UNDIP Semarang, STIH Maddukeleng, UNMUSAM Merauke, Universitas Tadulako.

Kongres APHA dapat juga disaksikan melalui Youtube dengan channel https://youtu.be/v3pAcwuL0s8

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami