Hukum

APHA singgung putusan MA dikasus Hukum Waris

BTN iklan

LEI, Jakarta- Asosiasi Pengajar Hukum Adat Indonesia atau APHA Indonesia, kembali menggelar diskusi soal hukum waris adat,  yang digelar secara webinar.

Dalam pembahasan itu Sulistyawati Irianto dari Universitas Indonesia memaparkan, studi penelitiannya hukum waris sesuai negara. Dimana menurut Prof Sulis,  porsi perempuan dimana hukum sesuai pembagian waris.

“Dari penelitian saya,  hukum waris harus dibahas secara pluralisme hukum,  bagaimana hukum di Mahkamah Agung,  perhitungan pembagian perempuan.  Ternyata putusan MA mengandung terobosan dikasus waris,” jelasnya dalam webinar yang digelar, Sabtu (13/2/2021).

Menurutnya,  studi waris dalam perkembangan di dalam waris Islam ada plurisme juga, sementara hukum waris adat juga bersifat pluralisme,  hukum waris ada dipengaruhi hukum Islam dan putusan pengadilan sebelumnya.

“Seperti contoh di Minangkabau dan Aceh. Menggunakan pengadilan negeri untuk persoalan waris. Karena pengadilan negeri mengacu pada hukum adat, ” tambahnya.

Sementara itu,  Prodi  Kajian Gender -SKSG Universitas Indonesia,  IKlilah Muzayanah memaparkan studinya penelitian yang dilakukan sejak tahun 2013-2016, soal persoalan pembagian waris di pesantren terutama di keluarga kyai pesantren.

Hal ini penelitian berbasis kepastian hukum waris Islam untuk porsi kesetaraan gender. “Proses penelitian  di 3 pondok pesantren di Jawa Timur. Studi memberikan konfirmasi pesantren untuk laki-laki lebih istimewa dibanding perempuan. Padahal perempuan punya keterlibatan strategis yang signifikan di pesantren,” ungkapnya.

Pembagian waris di pesantren pembagian 2:1 antara laki-laki dan perempuan. Namun, ada pemberian hibah ke kaum perempuan baik yabg diberikan dari pewaris maupun kakak laki-lakinya. Sehingga, kadang proporsi bisa sangat variasi yang didapatkan perempuan.

Kontributor : Dwitya Yonathan

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami