FinansialMultifinance

APPI Dorong Peningkatan Pembiayaan Sektor Produktif

BTN iklan

JAKARTA/Lei  — Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mendorong para pelaku industri pembiayaan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan di sektor produktif.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menyatakan dorongan agar perusahaan pembiayaan meningkatkan penyaluran pembiayaan di sektor produktif dilakukan untuk tetap menjaga pertumbuhan industri ditengah lesunya penjualan kendaraan bermotor.

Pasalnya, hingga saat ini sebagian besar perusahaan pembiayaan masih fokus menyalurkan pembiayaan kendaraan bermotor, sedangkan jumlah perusahaan yang menyalurkan pembiayaan sektor produktif masih relatif rendah.

Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran berupa perluasan produk pembiayaan ke sektor produktif melalui pembiayaan modal kerja dan investasi yang tercantum dalam Peraturan OJK atau POJK No.29/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

“Kami berharap perusahaan pembiayaan bisa lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyalurkan pembiayaan sektor produktif,” kata Suwandi disela-sela acara penandatanganan MoU dengan Kadin dan Hippi, Senin (14/8/2017).

Menurutnya, penyaluran pembiayaan sektor produktif dapat dilakukan melalui penyaluran pembiayaan investasi maupun modal kerja kepada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Untuk mendorong peningkatan pembiayaan sektor produktif, APPI juga telah melakukan kerjasama dengan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) untuk pengembangan pembiayaan UMKM.

Sementara itu, data statistik lembaga pembiayaan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan per Juni 2017 piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai 8,95%.

Pada Juni 2017, piutang pembiayaan tercatat mencapai Rp406,27 triliun atau naik jika dibandingkan realisasi pada Juni 2016 yaitu Rp372,89 triliun.
Dari total pembiayaan per Juni 2017, komposisi pembiayaan terdiri dari pembiayaan konvensional sebesar Rp372,22 triliun, dan Rp34,05 triliun merupakan pembiayaan syariah.

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close