Hukum

Appthi Akan Aktif Sosialisasikan 4 Pilar Demokrasi

BTN iklan

Raja Ampat, lEI 5/5 – Sejumlah profesor dan dekan yang tergabung dalam Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) akan terus berperan aktif dalam membantu mensosialisasikan empat pilar demokrasi agar Kebinekaan bangsa Indonesia terus terjaga oleh setiap generasi penerus, kata Ketua Umum APPTHI Dr. Laksanto Utomo, Jumat.
Kebinekaan atau keberagaman dari bangsa Indonesia merupakan kenyataan yang harus di rawat oleh setiap elemen khususnya dari kalangan perguruan tinggi agar bangsa Indonesia tidak mudah pecah atau mudah diadudomba oleh pihak lain, katanya menambahkan.

Sementara, Prof Dr. Ade Saptomo menambahkan, empat pilar itu adalah Pancasila sebagai dasar negara kita, Undang-undang Dasar RI 1945, Binika Tunggal Eka, dan Negara Kesatuan RI. Keempat pilar itu, katanya, saat ini terlihat mulai tergradasi oleh kepentingan sesaat. Itu artinya, ada sesuatu “pekerjaan rumah” bagi kita kalangan akademisi untuk terus membumikan empat pilar tersebut.
Ia mencontohkan, Pilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, terlihat adanya “blackmild” antara para pendudukung yang kurang menguntungkan masa depan bangsa Indonesia. Hal itu bukan tidak mungkin juga akan diikuti oleh calon kepala daerah lainnya, yang masih mendekotomikan, pemeluk agam Muslim- Kristen, ras, China – Pribumi dan lain-lain.
“Bangsa Indonesia adalah punya keragaman suku, agama dan ras sejak bangsa ini belum merdeka yang disebut Binika Tunggal Eka. Inilah sesungguhnya esensi dari empat pilar dari Demokrasi, yakni merawat adanya persatuan di atas landasan Pancasila.
Pertemuan tahunan APPTHI yang diselenggarakan di Raja Ampat Sorong, dihadiri sekitar 120 utusan dari Universitas Swasta Fakultas Hukum, seperti Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Borobudur, Universitas Pasundan Bandung, Universitas Islam Yogjakarta, Universitas Umi Makassar, Univesitas Muhahammadiyah Palu, Universitas Untag Semarang, Universitas Sumatera Utara, Pancabakti Pontianak Kalbar, Univ Muhamadiyah Sorong, dan tuang rumah dipercayakan kepada Sekolah Tinggi Hukum Bintuni.
Tema yang diusung pada seminar ini adalah “Pentingnya Mempertahankan Empat Pilar ditengah Memudarnya Nasionalisme” itu sebagai nara sumber Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hassan yang diwakilkan Kepada Bidang Keuangan Setjen MPR, dan Dekan Fakultas Surya Kencana Cianjur, Dr. Dedy Suryana.

Jangan Kebablasan

Ditemat yang sama, Jawade Hafidz, Ketua Asosiasi Penyelenggara Program Studi Ilmu Hukum, menambahakan, demokrasi yang berbasis kapitalisme di Indonesia saat ini tampak kebablasan sehingga cukup mengkhawatirkan keberlangsungan sebagai bangsa Indonesia yang selalu rukun dan harmoni.
Dasar dari bangsa Indonesia adalah ramah, suka musyawarah dalam menyelesaian masalah/konflik. Namun belakangan ini, kearifan lokal mulai tergerus dari adanya faham demokrasi yang terlalu terbuka, katanya.
Ia juga menyambut baik sosialisasi empat pilar di laksanakan di Raja Empat Sorong karena Papua ini wilayah di kawasan Timur Indonesia yang harus diakui belum mendapat perhatian penuh dari pusat. “Luas Papua mungkin empat kali lipat di banding Pulau Jawa, oleh karenanya sudah saatnya semua pihak mengalihkan investasi dan kegiatananya di Tanah Papua agar gerak perekonomian tambah cepat,” katanya.
APPTHI kata Djawade, sebuah Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia yang perlu dijadikan contoh bagi organisasi lain melakukan pertemuan di kawasan timur. “Kita tidak mungkin memajukan perguruan tinggi hukum atau mempercepat pertumbuhan ekonomi menggantungkan anggaran pemerintah semata. Itu sebanya, Bintuni siap sebagai tuan rumah dengan segala keterbatasannya,” katanya.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close