Liputan

Arif Satria: IPB akan Terus Pertahankan Klaster Peringkat Satu

BTN iklan

 

Bogor, 26/8 (LEI) –  Rektor Institute Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Arif Satria menegaskan, pihaknya akan terus mempertahankan klaster peringkat satu dari seluruh perguruan tinggi negeri nasional (PTN) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020.

Mempertahankan itu, kata Rektor IPB, di Bogor, usai mewisuda 112 orang wisudawan Rabu, tentu lebih berat, dibanding mencapainya, namun kami bersama para staf dan pimpinan berniat tidak hanya juara di dalam negeri. Namun akan meraih pada peringkat tinggi versi Webometric.

Presiden RI pertama Soekarno, pernah mengatakan, “gantungkan cita-citamu setinggi langit,” kata Arif mengutip pernyataan Soekarno. Jika civitas akademika IPB bercita-cita setinggi-tingginya, toh kalau jatuh ke bintang-bintang juga. Itu sebabnya, semua elemen, karyawan, mahasiswa dan para pimpinan di lembaga ini, kita ajak untuk meningkatkan profesionalisme sembari meningkatkan kreatifitas dan inovasi guna mengisi tantangan masa depan.
Secara rinci, ia menerangkan, ada lima startegi yang akan ditempuh untuk meningkatkan kualitas IPB dipercaya masyarakat dan otoritas pendidikan yakni, pertama kami selalu bersyukur atas anugerah ini. Ini adalah hasil kerja seluruh unsur di IPB dan para pimpinan IPB periode sebelumnya.
Kedua IPB terus berbenah sebagai bentuk adaptasi terhadap disrupsi (gangguan) dan kecenderungan VUCA. Vuca itu istilah dari (Volatile, Uncertain, Complexity, Ambiguity). Kata volatile merujuk kepada gejolak perubahan yang labil dan cepat. Saking cepat dan derasnya arus perubahan, maka para pebisnis kesulitan mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Oleh karenanya, para leader dituntut untuk memiliki kejelasan visi jangka panjang namun fleksibel dan adaptif dengan durasi tempo  respon yang cepat. IPB memiliki SDM unggul baik dosen maupun mahasiswa baik untuk riset, inovasi maupun pengabdian masyarakat. Ketiga, IPB melakukan transformasi digital secara total sehingga memudahkan berbagai urusan manajemen dan administrasi, perkuliahan dan riset, serta pelayanan publik. Semua urusan sudah terintegrasi dengan kapasitas digital yang memadai.

Strategi kempat, kata Arif, IPB menyiapkan kurikulum 2020 sebagai respon terhadap tren baru. Kurikulum baru itu memuat learning outcome yang kopatible dengn masa depan, sedang setrategi kelima adalah, IPB ingin menjadi bagian dari masa depan bangsa, sehingga lompatan, inovasi sebagai bentuk furure practice, terus akan dikembangkan.

Suasan pandemik

Orasi wisuda tahap kedua di era pandemik 2020 ini, ia mengatakan, wisuda daring program pendidikan sarjana dari S1, S2 dan S3 dari berbagai jurusan. Wisuda daraing ini dilakukan karena covid 19 belum selesai. Salah satu yang penting, bagaimana mengisi masa depan penuh ketidak pastian itu.
“Di setiap masa, ada krisis, apakah ekonomi atau politik. Tetapi dibalik itu banyak penemuan baru mesin komputer dan teknologi informasi tinggi. Oleh karenanya, pandemik ini mestinya dapat meningkatkan kreatifitas penemuan teknologi dan inovasi baru menjawab tantantangan hidup untuk masa depan, utamanya penemuan vaksin dan obat-obatan tekiat covid 19 secara cepat,” katanya.
Selalu menerima tantangan baru, mendorong penemuan baru adah tujuan IPB, best praktis tak lah cukup tetapi fetures praktice adalah hal yang penting harus dibtempuh. IPB harus menjadi pembelajar yang tangguh, itulah karakter yang perlu di pertahankam di lingkup kampus tercinta ini.
Ia juga mengatakan, prestasi yang di raih IPB ini adalah hasil kerja keras kita semua. Saya mengapresiasi seluruh civitas akademika, tenaga kependidikan, dan alumni yang terus kompak dan bersungguh-sungguh dalam memajukan IPB University. Tentu capaian ini juga hasil kerja keras para pimpinan IPB University sebelumnya yang telah memberi fondasi yang kuat untuk kemajuan IPB University. bahkan ia juga menegaskan,
Prestasi ini harus menjadi penyemangat bagi kita semua untuk memberi yang terbaik bagi bangsa ini,” tutupnya.

dewa.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami